Istriku Lely

Istriku Lely
Lagi


__ADS_3

Selesai menjemur kain, ipul dan lely mengerjakan sholat zuhur. karena azan zuhur sudah berkumandang.


"Bagaimana pekerjaan di tempat baru sayang?!". tanya ipul.


Selesai sholat, mereka duduk di ruang tengah di lantai atas. lely bersandar di dada suaminya yang sedang selonjoran di kursi sofa.


"Lancar bang. saat ini baru di tugaskan untuk visit ke ruang rawat inap.


Kata dokter senior aku akan dapat jadwal praktek awal bulan depan!". jawab lely.


Ipul mengelus rambut istrinya, dan mengecup pucuk kepala istrinya tersebut.


"Sayang. dimana rumah teman ayah yang mengadakan acara ulang tahun cucunya?!". tanya ipul.


setelah beberapa saat mereka diam, menonton berita di televisi.


"Di daerah k, bang. kampung om guntur dekat telaga D. Sekitar satu jam dari sini!". jawab lely.


"Apa anak-anak tidak merepotkan ayah dan ibu ya?!". gumam ipul.


"Tidak lah bang. kan mereka ber tiga sangat anteng dan patuh. apalagi Adiva juga sudah bisa menjaga adiknya!". jawab lely.


"Iya. betul!". ucap ipul.


"Abang tidak tidur?!. kan sedang santai!". ucap lely.


Dia mendekap tubuh suaminya.


"Mana bisa tidur sayang. abang tidak biasa tidur siang!.


Kamu mau tidur?!. tidur saja. abang temani!. pindah ke karpet saja". ucap ipul mengangkat tubuh istrinya.


Lalu ipul merebahkan tubuh istrinya di karpet tebal yang berada di depan sofa ruang menonton.


"Tidurlah!". ucap ipul ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


Lely menghadap pada suaminya, dan masuk kedalam dekapan di dada suaminya yang tidur miring menghadapnya.


Ipul tidur miring menghadap televisi.

__ADS_1


Dia mengelus pungung istrinya, dan sesekali mengecup kening dan pucuk kepala istrinya itu.


"Aku ingat. dulu saat baru sembuh dari amnesiaku. Aku sangat marah saat tahu sudah menikah saja dengan abang. dan menyuruh abang tidur di lantai.


Eh paginya aku terbangun sudah tidur di atas tubuh abang!". ucap lely.


Ipul tersenyum mendengar ucapan istrinya. dia melihat, mata istrinya ternyata masih terpejam.


Apa dia mengigau?. pikir ipul. tapi kan dia baru rebahan.


Ipul menarik nafas pelan. lalu mengecup kening istrinya.


"Dan kamu marah. tidak dapat mengingat dan merasakan malam pertama !. he.. he..


Padahal paginya kamu demam, karena mandi besar tengah malam. dan tidur tanpa dalaman!". ucap ipul.


Makin tersenyum lebar. mengingat, saat dia melakukan malam pertama dengan istrinya yang masih amnesia.


Puk...


Lely memukul dada ipul.


"Tapi kamu suka kan?!. malah siangnya minta diulangi lagi, walau masih demam dan itunya masih sakit!". jawab ipul.


Lely memukul dadanya sekali lagi.


"Hehe... he...


Kamu tahu tidak. kita melakukan yang kedua disini. di tempat sekarang ini!". ucap ipul membiarkan istrinya memukul dadanya.


"Abang mesum!". ucapnya menghentikan pukulannya.


"Bukan mesum sayang. Abang cuma menikmati kebersamaan kita berdua.


Kapan dan dimana saja kita pernah kok melakukannya di rumah ini. pagi, siang, malam. Karena hanya kita berdua di rumah.


Saat kamu sudah sembuh pun kita masih sering melakukannya.


Kamu ingat kan?!. Di dapur, ruang makan, ruang tamu. bahkan di halaman belakang saat menjemur pakaian kita hampir kebablasan melakukan. hingga kita pindah ke ruang setrika baju.

__ADS_1


Makanya abang kangen ingin mengulangi lagi.


Tapi karena sekarang sudah ada tiga bocah hasil kerja keras kita dimanapun. tidak mungkin lagi kita melakukan di sembarang tempat". ucap ipul mengingat kegilaannya saat masih penganten baru.


"Aku jadi ingin mengingat, bagaimana rasanya di tempat kedua kita melakukannya!". ucap lely nenaiki tubuh suaminya.


Ipul tersenyum mesum.


"Kamu yang mulai sayang!. harus kamu tuntaskan segera. Abang menunggu aksimu!". ucap ipul.


Membiarkan istrinya melakukan aksi liarnya. Walau istrinya juga sering beraksi.


Tapi...


Hingga ipul tidak berhenti mendesah memanggil nama istrinya. yang sedang bergerak liar di atas tubuhnya yang terus di tunggangi istrinya itu.


"Hah.. hah... kamu hebat sayangh... abang suka dengan aksi kamu. Terus sayangh... hah... hah...". racau ipul.


"Abangh.... ". lely juga terus memanggil nama suaminya yang sedang dia tunggangi.


"Sayanghhh.... abangh... hah.. hah... abangh hampir...".


"Tunggu.... sedikit lagi...hah... abangh...!". racau lely semakin liar bergerah.


Hah... hah....


"Ah..... abangh......!!". teriak lely.


"Sayanghh......!". ipul segera membalik posisinya menjadi mengungkung istrinya.


Gantian ipul yang bergerak liar di atas tubuh istrinya.


hingga....


"ahhhhh sayanghhhh.....". desah ipul tidak dapat ditahan lagi.


"Abangh.....". teriak lely..


.

__ADS_1


.


__ADS_2