Istriku Lely

Istriku Lely
Ah Abang Zul


__ADS_3

"Hai Adiva....!". ucap bang Zul saat sampai di depan toko ipul dan lely.


"Om Zul!!". teriak adiva berlari menyambut om dan tantenya.


Adiva langsung di gendong om nya itu. siang itu bang zul dan istrinya mengunjungi keponakannya.


"Pintar kakak adiva menjaga toko ya!?. mana adek kembarnya". ucap Ante ve.


Saat ini Adiva sedang berada di meja kasir. Ipul dan karyawan toko yang sibuk melayani pelangan yang datang, untuk fotocopy atau sekedar membuat tugas di komputer.


"Adek Reyhan dan adek raysa sedang tidur om!". ucap adiva.


"Bunda nya belum pulang?!". tanya bang zul.


"Belum. Bunda belajar di kampus". ucap Adiva.


Lely sudah mulai kuliah sebulan yang lalu. waktu si kembar berumur tiga bulan. dan sekarang umur si kembar sudah empat bulan.


Ipul senyum menyambut abang dan kakak iparnya datang.


"Ajak om dan tante ke atas sayang. Ayah selesaikan ini sebentar". ucap ipul pada adiva. "Langsung keatas saja bang, kak ve!". icap ipul.


"Iya baik!". ucap bang zul menuju tangga.


"Adek adiva baru tidur, tadi bunda pulang memberi adek nen. dan baru pergi setelah bunda makan dan nen kan adek!". ucap adiva kepada omnya.


"Adiva pintar jaga adek. ini Ante bawakan adiva es krim dan kue!". ucap ante ve memberikan es krin kesukaan adiva.


"Abang. tolong ambilin piring bang. buat letakan kue ini!". ucap ante ve kepada suaminya.


"Baik, abang ambil kedapur!". ucap bang zul menuju dapur di lantai tiga.


Ante ve membawa dua buah bungkusan.


Tidak berapa lama ipul sudah menyelesaikan pekerjaannya. dia menyusul abang dan kakak iparnya ke ruang atas.


"Mana om zul adiva?!". tanya ipul saat sampai di atas.

__ADS_1


"Abang mengambil piring". jawab kak ve.


"Oo..". ipul pun menuju dapur, mungkin ada yang perlu di bantu.


"Mau piring berapa buah bang!". ucap ipul sampai di dapur.


Dan melihat abang iparnya menfambil piring di lemari piring.


"tiga buah. tadi kami mampir di pasar, dan membeli martabak dan kue dorayaki isi". jelas bang zul.


"Sekalian makan saja bang, tadi lely masak ayam hijau sedikit cabe, dan tidak pedas, karena dia masih memberi asi ekslusif!". ucap ipul.


"Tidak usah, tadi sudah makan siang di jalan saat menjemput Ve ketempat kerjanya! mau ajak periksa kak ve". jawab bang zul.


"Apa kak Ve sakit?!". tanya ipul melihat abang iparnya.


"Iya, Ve sedang sakit. sakit yang abang buat!". ucap bang Zul.


"Hah... sakit apa yang abang buat?. hingga kak Ve sakit?!". heran ipul. Berhenti berjalan membawa gelas.


"Hah.... kak ve sakit apa? kenapa bisa perutnya bengkak?!". tanya ipul semakin kaget.


"Iya, sebentar lagi bibit unggulku akan berkembang menjadi bayi di dalam perut nya!". jawab bang zul tersenyum melihat ipul yang terdiam.


"Hah..... maksudnya kak ve hamil bang?!". tanya ipul.


Abang zul mengangguk sambil tersenyum lebar.


"Alhamdulillah. cepat juga sepupu si kembar datang!". ucap ipul ikut tersenyum.


"Hufff.. aku kira kak ve sakit apa!".


"Ternyata benar ucapan kamu beberapa bulan yang lalu. dengan giat aku bercocok tanam hampir tiap hari.


Ve minum susu persiapan untuk hamil, dan aku minum langsung dari pabrik asi calon anakku.


Benar ucapan mu waktu itu. stamina akan bertambah saat minum susu langsung dari pabriknya, tidak akan habis tenaga saat berusaha membuat sepupu buat si kembar!". jelas bang zul sambil tersenyum.

__ADS_1


"Alhamdulillah. ternyata abang bersemangat karena ucapanku. padahal waktu itu aku hanya bilang agar abang tidak putus asa terlambat di kasih momongan.


dan untuk olahraga malam itu sesuai dengan kenyamanan kita dan pasangan. tidak bisa di pedoman dari orang lain!". jawab ipul, karena gurauan nya di kakukan abang iparnya.


"Iya pul. mungkin waktu itu kamu bicara mesum sambil bercanda. tapi ada benarnya juga saat kita melakukannya sambil berintegrasi manja dan mesra, akan membuat pasangan nyaman.


Kamu tahu, sebelummya kami melakukan dengan jadwal, dua kali seminggu. dan kadang saat waktunya untuk olah raga malam kami sedang tidak fit dan lelah, hingga kami tidak fokus dan kurang mengerti keinginan pasangan.


Mungkin hanya untuk mencapai kepuasan saja. Bisa saja aku puas saat pelepasan, tapi aku tidak tahu istriku sudah sampai atau tidak.


Namun, saat kami melakukan kapan saja. dan saat sedang mengingin kan itu, malah kami santai dan menikmatinya. hingga kami bisa mengerti dengan bahasa tubuh pasangan. bahkan istriku bisa mengekpresikan keinginannya semua.


Dengan berhubungan saat diinginkan itu, membuat kami bertambah mesra dan bahagia.


Juga berhasil menanam benih, dan sekarang sedang berkembang di dalam rahim istriku!". jawab bang zul senang.


"Selamat bang, semoga sehat dan lancar sampai lahiran nanti". ucap ipul tersenyum juga.


Mereka menuju tangga untuk menuju ruang bawah.


"Eh pul, sekarang anakmu sudah berusia empat bulan. Apa kamu masih rajin olah raga malam?!". tanya bang zul penasaran.


"Tentulah bang. Aku dan lely kan kurang olah raga. ya harus rajinlah olagraga malam!". ucap ipul santai.


"Bisa remuk adikku akibat ulah perbuatanmu itu pul!". kesal vang zul.


"Tidak remuk kok bang, malah makin berisi dan sexy tubuhnya, kalau sedang hamil". jawab ipul tertawa.


"Kamu ini. sangat mesum!". ucap bang zul.


"Sama-sama mesum dengan yang ngomong. sebentar lagi istrinya akan ikut gemuk akibat dia sangat mesum, dan rajin olah raga malam hehe....". ucap ipul mendahului abang iparnya turun tangga.


"Ada apa?!. kok senyum-senyum berdua?!". tanya kak ve saat melihat ipul dan bang zul sampai sambil tersenyum


.


.

__ADS_1


__ADS_2