
Tidak terasa, sudah dua tahun lely melaksanakan koasnya. dan hari ini merupakan koas terakhirnya di rumah sakit daerah.
Seperti dokter koas sebelumnya. akan ada acara perpisahan dengan pihak rumah sakit. karena sudah mengabdi selama dua tahun ini.
Setelah selesai koas. tentu lely sebagai dokter muda akan membuat tugas akhir dan ujian lagi. Untuk mendapat gelar dokter umum.
Seperti pembicaraan lely dan ipul malam ini, saat mereka sedang berada di rumah mereka. Kebetulan juga akhir pekan.
"Bang, aku kan mau bikin tugas akhir dan persiapan ujian intersip. dan mungkin saja akan sering kekampus. bagaimana sebaiknya ya.
Apa aku harus bolak balik ke kota p, atau ngekos. bingung". ucap lely.
Saat itu mereka sedang duduk santai di ruang menonton, selonjiran. dengan duduk berdampingan. sementara baby Adiva sibuk bermain. Sekarang sudah berumur empat belas bulan.
"Kenapa bingung. kan tidak lama juga mengajukan tugas akhir dan ujiannya. kita ngekos saja. lagian kamu juga akan menyambung spesialis". jawab ipul mengelus rambut istrinya, dan merangkulnya.
"Terus pekerjaan abang?!. tidak mungkin juga abang akan terus libur. kan bisa jadi aku ambil spesialis dua tahun atau lebih". ucap lely merebahkan kepalanya di dada ipul.
"Kamu lupa. kan sudah dibicarakan sebelum kamu koas dua tahun yang lalu.
Abang bisa minta tolong bos di dealer untuk memindahkan abang ke dealer kita P.
Ayah waktu itu juga mengusulkan, kalau abang bekerja sendiri saja. Dan abang sudah membicarakan dengan ayah dan bang zul. kalau abang buka warung atau tempat fotocopy dekat kampus kamu. ambil pekerja paruh waktu satu atau dua orang.
Dengan begitu Adiva juga akan terawasi terus. Dan abang juga bisa bekerja di warung nyambi menjaga adiva". jelas ipul mengungkapkan rencananya.
"Boleh juga itu bang. Aku juga bisa bantu abang jika tidak ada kesibukan". ucap lely bersemangat.
Ipul tersenyum melihat istrinya ceria lagi. padahal ipul tahu, tiga minggu ini istrinya sering murung. karena memikirkan akan kekota p untuk membuat tugas akhir dan ujian. juga rencana akan melanjutkan kuliah ambil spesialis.
Flashback
"Pul. kan koas istrimu kurang sebulan lagi selesai koasnya. Ayah ingin kamu mendampingi istrimu di kota P. Karena mungkin istrimu juga akan lanjut kuliah spesialis.
Bisa jadi kalian akan tinggal beberapa tahun di kota P sampai istrimu lulus". ucap mertuanya, waktu dia datang melihat cucunya di rumah orang tua ipul.
Mereka datang bersama ibu mertua dan abang zul juga istrinya. Abang lely baru menikah.
Sementara ibu dan istrinya bang zul bermain dengan baby Adiva dan berbincang dengan ibu ipul. sementara ayah ipul belum pulang dari kebun.
__ADS_1
karena mertua ipul datang dadakan. Istrinyapun masih belum pulang bekerja.
"Iya yah, aku juga sudah pernah bilang pada bos di dealer. agar aku bisa di pindahkan bekerja di bengkel dealer di kota P. Dan beliau menyangupinya". jawab ipul.
"Kalau boleh ayah usul. kamu bekerja sendiri saja. Misal buka warung atau buka fotocopy.
Sebab ayah tidak setuju kalau adiva nanti dititip di tempat penitipan jika kalian sibuk". ucap ayah mertua.
"Iya pul. Abang setuju jika kamu punya usaha sendiri. dengan buka usaha sendiri, kamu punya waktu banyak untuk anak dan istri.
Kalau punya usaha sendiri, kamu bisa mengelola keuangan dan waktu untuk keluarga. kamu pasti bisa melakukannya". tambah bang zul.
"Aku ikut yang terbaik saja yah bang. Aku juga ingin yang terbaik buat lely dan adiva. punya pendapatan dan waktu untuk mereka". jawab ipul.
"Ayah juga ingin yang terbaik buat kalian. makanya ayah mengusulkan kamu punya usaha sendiri dan punya waktu untuk istri dan anak.
Semoga kamu tidak tersingung dengan usulan ayah ini". ucap ayah mertua.
"Tidak yah. aku malah senang ayah memberi perhatian pada kami. terima kasih". jawab ipul tersenyum.
Ipul sebenarnya juga ingin membuka usaha, warung harian seperti warung ibunya. tapi dia belum punya modal.
Kamu bisa tinggal dan buka usaha disana sekalian. Maaf kalau ayah lancang". ucap ayah mertuanya.
Ipul kaget. ternyata ayah mertua dan abang istrinya sudah merencanakan dan menyiapkan semua.
"Iya pul. Aku juga minta maaf, sudah menyediakan semua terlebih dahulu, baru memberitahu kamu. Lelypun juga belum diberitahu.
minggu kemaren saat abang pulang, abang melihat istrimu sedikit pendiam.
Abang tanya, dia jawab kepikiran kamu dan adiva. Jika dia kekota untuk menyelesaikan tugas akhir dan ujian. kalian bisa ikut atau tidak. dan apa dia batal saja lanjut spesialis. karena dia tidak bisa jauh dari kamu dan adiva.
Makanya abang bicara sama ayah. dan kebetulan tiga hari yang lalu abang lewat jalan dekat kampus istrimu, dan melihat dua ruko kosong. langsung saja abang telfon yang punya. dan langsung abang kontrak lima tahun.
Karena abang tahu, kalau istrimu lanjut ambil spesialis, akan memakan waktu dua atau tiga tahun.
Abang juga minta maaf, karena tidak duskusi dulu dengan kamu. Tapi abang yakin, kamu pasti bisa merencanakan usaha apa yang akan kamu kerjakan.
Bisa warung harian seperti warung ibu. atau usaha fotocopy dan toko atk. Kalau kamu mau usaha potocopy, akan abang suruh teman abang mengajarkan kamu. Juga bisa ambil anak kuliah untuk kerja paruh waktu". jelas abang Zul panjang.
__ADS_1
Ipul hanya mengangguk saja. ipul yang memang ingin buja warung menerima saja usulan ayah mertua dan abang iparnya.
"Aku ikut saja yah bang. toko alat tulis dan fotocopy juga bagus. aku akan menerimanya yah bang". jawab ipul.
Walaupun semua dikontakan oleh ayah mertua dan abang ipar. ipul tidak malu. dia juga ingin berusaha untuk menyenangkan hati istri dan keluarga istrinya itu.
"Kamu, jangan bilang istrimu dulu. Abang akan selesaikan semua sampai kalian siap untuk datang ke sana bulan depan. kalian tinggal beres. datang dan jaga toko. serta menetap langsung.
Ayah, ibu dan abangmu yang akan mengerjakan semua". ucap ayah mertua.
"Tapi yah. aku belum punya modal untuk....".
"Ayah yang akan mengisi semua, kamu tinggal mengelola dan bekerja. Semua uang ayah juga buat kalian. anak dan cucu ayah". potong ayah mertua. tahu maksud ucapan ipul.
"Terima kasih yah, abang. aku akan berasaha dengan giat dan sunguh- sunguh". ucap ipul memandang ayah mertua dan abang ipar.
"Iya ayah do'a kan. juga kamu harus giat berusaha menambah cucu untuk ayah". jawab ayah mertua.
Ipul hanya tersenyum malu. Padahal dalam hati menjawab 'tiap hari berusaha yah. tapi tunggu Adiva berumur dua tahun dulu. baru boleh menyemai benih lagi'.
Sekarang aku masih main balon- balon yah..... ðŸ¤âœŒ
Flashback off.
Makanya ipul setuju waktu ayah mertuanya berkunjung, menyampaikan keinginan ayah mertuanya, agar ipul ikut pindah kekota P. dan bekerja sendiri, membuka warung atau fotocopy dekat kampus istrinya.
"Terus, kapan kita melihat tempat untuk usaha fotocopynya?!. bagaimana kalau dalam minggu ini. kan aku akan datang kekampus dalam minggu ini". tambah lely.
"Boleh. Kita berangkat hari rabu saja. Bagaimana?!".ucap ipul.
Padahal, memang abang Zul yang menyuruh datang hari rabu. karena toko atk dan tempat fotocopy yang dijanjikan ayah mertua dan abang ipar sudah selesai.
Bahkan tempat tinggal di lantai dua juga sudah di siapkan ayah dan ibu mertua. tingal dihuni saja lagi oleh penghuninya.
.
.
.
__ADS_1