Istriku Lely

Istriku Lely
Berbuka 2


__ADS_3

Setelah selesai menutup toko dan membereskan toko. ipul naik keruang atas tempat tinggalnya.


"Tutup cepat toko bang!". ucap lely.


"Iya. mau hujan!". ucap ipul.


Ipul mrmatikan lampu utama. dan menganti ksmpu dekat kamat mandi. Lampu kamar adiva juga hidup, karena pibtu kamar dibuka sedikit.


Merekapun rebahan di kasur santai depan televisi. Mereka memang sering tidur di luar, karena si kembar tidur di kamar adiva, dan akan lebih cepat sampai di kamar adiva jika si kembar bangun malam. Padahal kamar mereka bersebalahan.


"Sini!". ucap ipul memeluk istrinya untuk tidur.


Mereka selalu berpelukan tidur, ipul juga sering memijiti istrinya sebelum tidur.


"Guritanya masih dipakai sayang?!. katanya sudah lebih empat puluh hari!". ucap ipul mengelus perut istrinya yang masih memakai gurita.


"Harus masih pakai bang, kalau bisa dua bulan. karena aku naik turun tangga! besok akan aku ganti dengan stagen atau korset". ucap lely.


"Oo begitu. kalau untuk berbuka sudah boleh tidak. kan sudah lebih empat puluh hari!". ucap ipul memainkan tangan nakalnya di balik baju.


"Hmm...". ucap lely.


"Apa masih takut. kalau masih takut abang bisa tunda kok!". ucap ipul mencium pipi istrinya.


Karena dulu waktu lely melahirkan Adiva, ipul berbuka juga lebih empat puluh hari.


"sudah boleh kok bang!". ucap lely mencium pipi ipul.


"Boleh!". ucap ipul menyeringai.


"Tapi pelan ya bang!". ucap lely.


"Baik sayang!".


Ipul bersemangat menikmati hidangan untuk berbuka malam ini, karena sudah lebih empat puluh hari adik ipul libur beraksi.


Hap...


ipul membopong istrinya menuju kamar mereka, karena tidak mungkin untuk ipul menikmati hidangannya di tengah ruangan ini.


Sebab bisa saja Adiva keluar kamar untuk kekamar kecil.


Dengan lembut ipul mulai mengerayangi tubuh istrinya, yang sudah empat puluh hari tidak di nikmati, walau ipul masih memeluknya saat tidur.


Erangan dan ******* terdengar di kamar mereka. memulai pemanasan menikmati hidangan pembuka.


"Apa perlu abang memakai balon sayang?!". ucap ipul saat dia ingin ke menu utama hidangan. yang sudah terhidang.

__ADS_1


"Tidak usah bang. aku sudah beberapa bulan tidak merasakan semburan abang!!". ucap lely vulgar.


Sebab semenjak hamil tujuh bulan ipul memakai pengaman untuk menjaga kandungan lely.


"Ok sayanghh....". ucap ipul menikmati hidangan utama yang dia rindukan.


"Apa sakit sayanghh..". ucap Ipul bergerak pelan agar istrinya tidak merasa sakit.


"Hh.. hmm ... tidak bang!". ucap lely ikut bergerak menyeimbangi setiap gerakan suaminya.


Setiap gerakan dan ******* membuat gairah mereka semakin naik. Tapi ipul tidak mau buru-buru, karena memberi kebebasan untuk istrinya rileks dan santai.


Dan.....


"Ahh ... sayanghh....!". erang ipul saat merasakan ledakan yang sudah tersimpan lebih empat puluh hari.


"Abanghh.....". lelypun mengerang dibawah kungkungan suaminya.


"Terima kasih sayang!". ucap ipul ngos-ngosan sambil mengecup kening istrinya yang berpeluh.


Ipul memeluk istrinya dengan siku masih menahan tubuhnya agar tidak menindih tubuh istrinya.


Setelah melepaskan semua yang tersimpan, ipul menarik pelan sesuatu yang baru saja berbuka. Dan bersiap untuk bersih-bersih. karena bisa jadi sebentar lagi si kembar meminta bundanya untuk memberi asi.


Semenjak malam itu, Kegiatan olah raga ranjang ipul dan lely kembali seperti biasa. hanya tinggal menyesuaikan waktu anak balita mereka sedang tidur.


.


Abang Zul pov


Aku tidak menyangka, adik perempuanku satu-satunya menikahi seorang berondong.


Aku tidak tahu mengapa ayah dan ibu menikahkan adiku dengannya. padahal adiku itu sedang sakit amnesia, karena pernah kecelakaan.


Aku dan abang tertuaku sebenarnya sudah mengatakan keberatan jika adiku itu menikah. Dengan berbagai alasan dan kemungkinan.


Tapi ibu dan ayah tetap ingin adikku itu menikah. karena menurut mereka calon suaminya sangat baik dan bertanggung jawab.


Dari mana ibu tahu dia baik, bertemu saja kami sekeluarga belum pernah. Apalagi kenal.


Ibu hanya berpesan pada kami, sebagai kakak lely. Agar selalu melindungi adikku itu. meskipun dia sudah menikah.


Dan satu lagi. Selalu membantu suami adiku itu.


Setalah melihat pernikahan adikku itu berjalan beberapa bulan, bahkan adiku itu hamil oleh suami berondongnya itu.


Ternyata dia memang baik dan bertanggung jawab. Saat adiku masih amnesia saja dia sangat memanjakan dan memperlakukan lely dengan mesra dan manja. bahkan sangat mesra.

__ADS_1


Selama kehamilan lely sampai melahirkan, dia sangat perhatian. bahkan mengutamakan kebutuhan adikku. aku melihat adiku sangat bahagia menjalani pernikahannya.


Maka saat selesai lely koas, ibu dan ayah bercerita, kalau lely sepertinya tidak mau jauh dari suami dan anaknya.


Ayah mengusulkan agar lely memboyong suami dan anaknya ke kota tempat kuliahnya. agar bisa ujian dan melanjutkan kuliah spesialis.


Entah rezki mereka, ada dua petak ruko yang berada di dekat gerbang kampus lely di jual. tanpa pikir panjang aku membelinya. Tapi kami bilang kalau ruko ini di kontrak lima tahun, agar


Berdiskusi dengan ayah dan ibu akan kami jadikan tempat usaha untuk adik iparku itu. Agar dia tidak bekerja dengan orang lain yang akan menyita waktu.


Dan bisa bekerja menjaga toko sambil menjaga putrinya. Agar kuliah kely tidak terganggu.


Tapi...


Aku kalah saing dengannya.


Ternyata adikku di buat hamil lagi oleh suami berondongnya. Aku yang menikah saat lely hamil. istriku belum juga hamil.


Bahkan sampai lely melahirkan bayi kembar. Istriku belum juga hamil.


padahal aku sebagai dokter kandungan sudah memberi vitamin penyubur pada istriku. dan melakukan hubungan suami istri saat masa suburnya, dan melakukan dua kali seminggu agar kwalitas bibit bagus.


Aku dan istriku pun sudah periksa. kamipun dinyatakan sehat. Apa yang salah dengan kami.


Lagi ucapan adik ipar berondong itu membuat aku tertarik melakukannya. yaitu...


Melakukan tiap hari, dan kapan saja ada kesempatan. Benar-benar membuat aku deg deg an. bagaimana bisa melakukan di siang hari, saat ada orang sibuk.


Apalagi mengingat mereka yang tinggal di ruko tepi jalan yang pasti jalanan berisik oleh lalu lalang kendaraan. dan pasti di toko ada karyawan dan pelangan yang sibuk di bawah. dan.... juga ada adiva, walau masih balita.


akan aku coba melakukan tiap hari seperti usulan adik ipar yang tengil dan mesum. kalau siang hari, aku masih fikir-fikir.


Semenjak ucapan mesum adik iparku waktu itu. aku dan istriku tiap malam melakukan cicilan sepupu untuk si kembar.


Benar juga ucapan nyeleneh adik iparku. Setiap melakukan olahraga ranjang, aku dan istri lebih terbuka mengekpresikan semuanya.


Dengan seringnya aku dan istriku olahraga ranjang. membuat hubungan kami semakin dekat dan terbuka.


Dan...


Alhamdulillah.. Bulan keempat setelah pembicaraan kami waktu itu, istriku ternyata hamil.


Bang Zul pov End.


.


.

__ADS_1


__ADS_2