Istriku Lely

Istriku Lely
Bisa


__ADS_3

Pelanggan tempat fotocopy ipul bergantian datangnya. ipul dan jefri bersemangat melayani pelanggan.


Pukul sembilan lewat Lely turun dari tempat tinggalnya di atas. Dia membawa cemilan. kue yang di beri ibu kemaren.


Ibu memberikan banyak kue kering dan kue kaleng. bahkan kemaren ibu memberikan sekotak bolu tape. kesukaan lely.


Tadi pagi saat sarapan nasi goreng juga lely hidangkan. Tapi belum sempat dimakan ipul. makanya lely membawa ke toko. untuk cemilan ipul dan jefri.


"Bang, jefri. ini cemilan. nyambi saja makannya". ucap kely meletakan di rak dekat tempat istirahat jefri.


Di rak itu terdapat mejikcon kecil dan dispenser. juga beberapa piring dan gelas. rak itu tergabung dengan rak perlengkapan atk yang dipajang.


"Ok!".


"Baik!".


Ipul dan jefri tidak sesibuk tadi pagi, walau masih datang pelanggan bergantian.


Mahasiswa i yang masuk jam selanjutnya yang membuat tugas.Atau yang masuk siang.


Sehingga mereka bisa istirahat sejenak untuk minum dan ngemil.


Ternyata jefri juga membawa cemilan. kerupuk ubi pakai cabe dan gorengan, katanya bikinan adik nya.


"Aku juga bawa cemilan kak". ucapnya. mengambil bungkusan yang terletak di bagian atas rak tempat lely meletakan kue tadi.


"kamu sering bawa cemilan?!". tanya lely.


"Sering kak. Kalau sudah sibuk kerja aku sering malas untuk keluar untuk beli cemilan. Kan setiap santai pelangan yang datang bosan juga duduk diam. enaknya nyemil santai". ucapnya.


"Oo.. itu beli dimana kerupuk dan gorengan?!". tanya ipul.


"Kerupuk bikinan ibu. jualan ibu tepatnya. ibu bikin kerupuk cabe dan peyek udang untuk di titip di kantin sekolah. Kadang beli jadi di pasar dan dikemas kecil-kecil di rumah. dan diritip di kantin sekolah.


Kalau gorengan ini bikinan adek ku, dia sering bikin, katanya untuk praktek. tapi selalu bikin lebih, dan juga dibawa ibu kesekolah untuk di titipkan di kantin". jelas jefri.


Mereka berbincang sambil ngemil dan juga melayani pelanggan yang datang bergantian.


Ipul bahkan sudah bisa mengerjajan fotocopy biasa. tanpa rumus tinggal tekan dan siap.


"Bang. aku jam sepuluh kekampus dan Adiva sekarang masih tidur. nanti kalau dia bangun aku bawa kebawah". ucap lely.


"Iya. tapi kalau masih tidur saat kamu mau berangkat biarkan saja. Abang yang jaga nanti". ucap ipul.


"Baik bang. Aku mau siap-siap dulu".ucap lely masuk.


"Ipul dan jefri bekerja sambil berbincang dan terus belajar mengooerasikan mesin fotocopy.


Dia bersemangat belajar, karena ingin fokus mengelola toko atk dan tempat fotocopy ini. Dan ucapan abang iparnya kemaren menjadi motivasinya.


Akan mengembangkan tempat ke sebelah. tempat mobilnya sekarang.


Toko atk dan tempat fotocopy sekarang sudah bisa dibilang besar. empat kali sepuluh meter.


termasuk luas untuk sebuah toko fotocapy baru.

__ADS_1


"Jef. dulu ruko ini tempat jual aoa sebelum dikontrak bang zul?!". tanya ipul penasaran.


karena dua petak ruko ini beda dari ruko yang ada di sebelahnya. terpisah sedikit dengan ruko sebelah.


Ruko sebelah kiri berderet sekitar enam petak ruko, karena sama bentuk depannya. ruko sebelah kanan juga ada tiga petak ruko yang sama bentuknya.


Sementara ruko yang ditempati ipul ada dua pintu, dan juga sama bentuknya. bahkan bagian lantai dua bergabung. Sepertinya punya satu orang.


"Waktu itu rumah makan disini bang. dan beberapa bulan yang lalu sudah tidak ada. dan sekitar sebulan yang lalu aku melihat sedang di renovasi. tidak tahu tempat apa". jawab jefri.


"Pantesan batasnya kaca. tapi kok diatas sudah ada dua kamar. apa dulu di lantai atas dapurnya". tanya ipul.


"Bukan. dapurnya di lantai tiga. lantai dua dan lantai satu ruang tempat makan saja". jelas jefri.


"Ada ruang diatas lagi?!".


"Ada bang. setengah bangunan saja, bagian belakang. abang belum ada keatas". tanya jefri


"Belum. aku belum ada memperhatikan. jadi tidak terlalu tahu". jawab ipul jujur.


"Oo.. pasti abang tidak ada melihat tangga keatas?!". tebak jefri.


"Iya. di atas aku tidak melihat ada tangga kelantai tiga".


"Tangganya ada di samping lemari Pintu kaca bermotif itu didalamnya tangga menuju atas!". jawan jefri.


"Kok kamu tahu?!".


"Tahulah. kan aku pernah bantu bang zul membawa barang dan beres-beres diatas. pasti abang belum ada kedapur". tebak jefri.


Sampai saat ini belum ada keatas." jelas ipul.


"Oo pantesan belum tahu. Abang bisa lihat nanti. Dapur dan tempat cuci di lantai tiga". tambah jefri.


"Abang. Adiva masih tidur. abang lihat nanti ya!". ucap lely.


"Iya, nanti abang lihat. Kamu mau diantar ke kampus?!". tanya ipul.


"Tidak usah bang. jalan kaki saja!". ucap lely.


"Pakai motorku saja kak. biar tidak panas". usul jefri.


"Ah tidak usah. dekat kok". elak lely


Jarak gerbang kampus memang dekat dengan tempat tinggal mereka. Dan dari gerbang ke fakultas lely juga tidak terlalu jauh.


"Aku berangkat bang". ucap lely menyalami tangan ipul.


"Iya, hati-hati". ucap ipul, dan seperti biasa mencium kening istrinya.


Jefri hanya melihat saja, apalagi dia sedang memotocopy berkas pelanggan.


Saat lely keluar, datanglah bang Zul mengendarai motor matic.


"Sudah mau berangkat?!. untung abang tidak telat". ucapnya memberikan konci dan helm pada Lely.

__ADS_1


"Ini mau berangkat". jawab lely menerima kunci motor dan helm.


"Rencananya tadi pagi mau abang antar. ternyata pasien abang mau melahirkan. makanya baru sempat sekarang". ucap bang zul.


Tidak berapa lama datang mobil. dan ternyata mobil bang zul yang di kendarai istrinya.


Bang zul membuka pintu mobil yang belakang, dan mengambil sesuatu. Ternyata kursi bayi yang biasa dipakai untuk makan.


"Buat adiva saat dia jaga toko dan jadi kasir". ucap bang Zul meletakan kursi bayi tinggi itu dekat rak di belakang meja kasir.


Bang zul hanya datang mengantarkan sepeda motor untuk lely dan kursi bayi untuk adiva.


Lalu pergi lagi, beriringan dengan lely yang akan berangkat kekampus untuk menemui dosen pembimbingnya.


"Beruntung abang dapat abang ipar seperti bang zul. Baik dan menyayangi keluarga". ucap ipul.


"Alhamdulillah jef. bang zul sangat peduli pada kami. istriku adik satu- satunya, perempuan lagi.


Apalagi sekarang ada Adiva. tentu di semakin peduli pada kami". ucap ipul.


"Istri abang baru selesai cuti melahirkan ya. mau lanjut kuliah lagi". tanya jefri.


"Istriku baru selesai koas. dia mau ujian, katanya untuk gelar dokter umum. tapi karena berat untuk pisah dengan anak. makanya aku diajak tinggal di sini. Biar sekalian setelah lulus dokter umum lanjut ambil spesialis". jelas ipul.


"Oo dokter rupanya istri abang". kaget jefri.


"Iya. alhamdulillah".


"Memangnya abang tidak bekerja?".


"Kemaren bekerja. dan baru berhenti senin kemaren. karena aku harus ikut kekota ini mendampingi istriku, makanya bang zul membuatkan usaha ini untuk kami, biar aku punya usaha dan pekerjaan.


Dan Alhamdulillah aku suka berusaha sambil berdagang. bonus jaga anak". jawab ipul.


"Hebat abang. pasti abang zul sangat senang abang jadi adik iparnya. penurut, sayang anak istri, muda ganteng lagi". ucap jefri melayani pelanggan.


"Terlalu menyanjung kamu jef. Mungkin hanya keberuntungan. Semua tidak lepas dari rasa iklas dengan yang sudah di takdirkan allah swt.


Aku sekarang mempunyai tangung jawab istri dan anak kami". ucap ipul.


"Abang tahu tidak. kemaren aku mengira abang juga karyawan baru. Ternyata abang yang punya.


Masih muda lagi. aku kira kita seumuran tidak disangka ternyata sudah ada pawang cantik dan buntutnya juga cantik.. haha...". ucap jefri.


"Haha.. ha.. itu rezeki ku jef. nikah muda dan sudah punya anak juga. Tapi pekerjaan baru saja mau merintis usaha ini". jawab ipul.


"Alhamdulillah bang. rezeki pasti selalu datang untuk kita yang rajin berdo'a dan giat berusaha. semoga usaha abang ramai dan berkembang ". ucap jefri.


"Aamiin... kamu juga, semoga cita- cita kamu tercapai".


"Aamiin...".


.


.

__ADS_1


__ADS_2