
"Menikah juga akhirnya kamu ojie!". ucap ipul pada adik keduanya. Fauzi.
Saat mereka santai menonton. Ayah dan ibu ipul mengatakan kalau fauzi adik nomor dua ipul akan menikah.
"Inshaallah bang. jauh aku tertinggalnya dari abang!". jawab Fauzi.
"Aku tidak bisa di tandingi. Sani saja juga lewat. hehe...!". jawab ipul nyengir.
"Tertinggal apa maksud Ojie pul?!". tanya ibu.
Yang tidak paham dengan pembicaraan ipul dan adik-adiknya.
"Haha... ketingalan umur bu. seumur Fauzi dan sani anakku sudah tiga!". jelas Ipul.
"Ooo... kamu memang juara antara adik maupun ayahmu pul. Kamu menikah saja stantar pemerintah lewat sedikit.
Orang sedang belajar di bangku kuliah. kamu sudah menikah.
kan ojie dan sani kuliah dulu.
kamu saja yang ngebet nikah cepat. tentu kamu cepat punya buntutnya.
Iya kan lely?. saat ipul umur dua puluh tiga sudah punya adiva". ucap ibu ipul pada lely menantunya.
Lely hanya senyum malu.
Dia saja tidak ingat kapan dia menikah dan apa ada dia ikut menghadiri pernikahannya.
yang dia tahu dan ingat. saat dia sembuh dan ingat dari amnesia, status dia sudah menikah, dan..
Sudah di perawani suaminya.
Lely memandang pada suaminya. Dan suaminya tersenyum manja, sambil mengerdipkan matanya.
"Alhamdulillah bu. Ternyata nikah muda itu sangat menguntungkan. Selain tidur di temani, juga sehat lahir batin.
Bonus buntut tiga yang sangat mengemaskan. dan istri yang cantik soleha!". jawab ipul tersenyum.
"Ipul memang hebat. entah kenapa dia langsung saja ngebet menikah. padahal waktu itu umur saja baru dua satu lebih!". ucap ayah.
"Hehe....!". ipul cuma menyengir.
__ADS_1
Lelypun hanya senyum saja.
"ayah bangga dengan ipul. Walau nikah muda, ipul sangat cepat dewasanya. bisa jadi contoh untuk Fauzi dan sani jika berumah tangga nanti!". ucap ayah ipul.
"Insya allah yah!". jawab Fauzi dan sani.
"Pul, sikembar sudah mengantuk tuh. kalian menginap saja di sini. biar tidur mereka tidak terganggu!.
Besok cepat saja berangkat, karena Adiva sekolah. lagian baju kalian da baju anak-anak maaih banyak kok di sini". ucap ibu.
Ya, pakaian mereka memang ada di rumah ibu ipul. karena kalau pulang kampung mereka juga sering menginap di rumah nenek mereka.
"Bagaimana sayang?!". tanya ipul pada istrinya.
"Baik bang, kita besok tinggal ganti baju adiva saja di rumah". jawab lely.
"Ok sayang.
Adiva. Ajak adiknya kekamar ya untuk tidur. jangan lupa gosok gigi dan cuci kaki!". ucap ipul pada putri sulungnya.
"Baik yah. ayok kita tidur!". ajak Adiva kepada adik kembarnya.
Ketiga buah hati ipul dan lely berlari menuju kamar ipul. tempat mereka sering tidur.
Saat masih tinggal di kota p, mereka juga sering menginap jika berlibur ke kampung halaman.
Semua berbincang sebentar saja.
Ibu dan ayah ipul selesai sholat isya Pergi untuk tidur, mereka terbiasa tidur cepat. karena mereka juga terbiasa bangun menjelang subuh.
Ibu yang berjualan sarapan pagi, dan ayah yang kadang menemani ibu menjelang ayah ke mesjid subuh.
Lely dan ipul yang biasa tidur lewat pukul sembilan, masih segar.
Waktu di toko. anak-anak memang biasa tidur cepat, dan ipul baru tutup toko pukul sembilan. baru semenjak se tahun terakhir, toko ipul tutup pukul tujuh malam. dan hari minggu tutup.
Dan buka toko tetap pukul tujuh pagi.
Tinggalah ipul lely dan fauzi duduk mengobrol di ruang tengah. Tapi lely sudah minta izin kekamar.
"Sudah mengantuk sayang?". tanya ipul pada istrinya.
__ADS_1
"Belum bang, belum pukul sembilan!. mau lihat anak-anak". jawab lely.
"Oo.. Abang sebentar lagi menyusul mau verita dengan fauzi sebentar!". ucap Ipul.
Lely mengangguk, dan berlalu ke kamar. melihat ketiga anaknya, yang sudah setengah jam yang lalu masuk kamar.
Saat lely memasuki kamar, ternyata ketiga anaknya sedang membolak- balik album foto yang ada di rak samping meja. Sama-sama menelungkup di karpet, melihat album foto.
"Kok belum tidur. kalian melihat apa?!". tanya lely.
"Foto Ayah. juga foto bunda!". jawab abang Rayhan.
"Ooo.. kan sudah sering melihat saat kita menginap!. juga foto yang ada di ruang atas rumah kita". ucap lely.
"Iya. kami sangat suka melihat foto ayah sama bunda!". jawab adiva.
"Hhmmm. apa kalian sudah cuci kaki dan gosok giginya?!" tanya lely kepada ketiga anaknya.
Agar anaknya segera tidur.
"Sudah bunda!". jawab mereka.
"Ok. sekarang kita tidur yuk!". ajak lely.
"Baik bunda!". mereka langsung berdiri.
Dan menaiki tempat tidur besar yang ada di sudut kamar.
Lely menyusun bantal, dan diiringi anaknya. Abang rayhan tidur di sebelah dinding, adek Raysa di tengah dan Adiva di sisi ke tengah kamar.
Setelah semua merebahkan tubuhnya, lely menyelimuti mereka.
"Jangan lupa membaca do'a ya, kakak Adiva yang memimpin!". Adiva membaca do'a untuk tidur".
Adiva membaca do'a tidur.
"Selamat tidur sayang!". ucap lely menciumi kening ketiga buah hatinya.
Lalu Lely membentang kasur busa, yang di letakan di bawah kasur.
Karena seringnya mereka menginap, kasur busa di buat beroda yang di dorong kebawah kasur. Jadi seperti kasur bertingkat.
__ADS_1
.
.