
"Sebegitu nekatnya Siska itu, mau mencelakai lely. Bahkan teman kalian juga di ancam, dan di bawa-bawa nama dosen. Parah dia itu". ucap Ipul.
"Aku juga tidak habis fikir. Padahal aku tidak begitu kenal dengan dia". ucap lely.
"Apa mungkin si Hafis itu pacarnya?!". tanya ipul menduga- duga.
"Aku rasa tidak, sebab aku tahu Hafiz itu ada yang dia incar waktu itu. tidak mungkin juga dia pacaran dengan siska.
Lagi pula Siska itu cewek yang terlalu bebas, mana mau Hafiz sama dia".jelas Bobi.
"Terus, kenapa dia marah lely dibonceng hafiz, kan tidak mungkin marah tanpa alasan?". Tanya ipul.
"Hm.. mungkin siska suka sama hafiz, dan hafiz tidak menangapi. Dan ketika melihat hafiz lagi membonceng lely, dia jadi tambah marah. Maka dia mendatangi Lely". ucap bobi.
"Tapi kok dia menyuruh andri ya?. kan aku tidak punya masalah sama dia. mau saja di suruh-suruh Siska". ucap lely kesal.
"Kan diancam, kita tidak tahu bagaimana cara siska mengancam si Andri. pasti ada yang melatar belakanginya". jawab bobi.
"Aku rasa iya. Sebab tidak mungkin dia mau saja di suruh, apalagi pakai membawa nama dosen pembimbing untuk mengurangi nilai si Andri". ucap ipul.
"Terus si Andri bagaimana? apa kuliahnya masih bisa di lanjutkan. kan kasihan kalau tidak lanjut". tambah lely.
"Andri tetap dapat melanjutkan kuliah, bahkan sampai tamat. sekarang dia bekerja di klinik bunda ***** di jalan patimura". jawab Bobi.
"Kamu sudah bekerja Bob??". tanya lely.
"Tenaga honorer di rsud, belum pegawai. kan baru menerima ijazah belum dua tahun". jawab bobi.
"Alhamdulilah itu, sudah mengabdi di masyarakat. Aku saja ulang dari awal koasnya". jawab lely.
"Iya, alhamdulillah". jawab bobi.
Mereka mengobrol ringan sambil minum.
"Kamu kok baru sekarang mengulang untuk koas?!". tanya bobi.
"Itulah bob, kata ayah dan ibu aku mengalami Amnesia setelah sadar dari koma. Aku koma hampir srbulan". jawab lely.
"Iya, kamu lama koma, aku dan teman-teman sering membezuk kamu. Tapi aku tidak tahu kamu itu amnesia.
__ADS_1
Pas kamu sadar kamu terlihat biasa saja. tidak banyak bicara. Beberapa hari setelah itu orang tuamu membawa kamu pulang. Kata dokter di rumah sakit sini kamu rawat jalan.
Aku dan teman-teman sebenarnya ingin melihat kamu ke kota kamu. tapi waktu itu kita sibuk koas. jadi tidak kesampaian kesana". ucap Bobi.
"Terima kasih bob. kalaupun kalian datang, aku tidak akan mengenal kalian". Jawab lely.
"Iya. aku senang, kamu sudah sembuh, dan juga sudah menikah. semoga kalian cepat punya momongan ya. Sudah berapa lama kalian menikah?".
"Aamiin.. terima kasih. kami baru dua bulan menikah". jawab ipul.
"Semoga koas kamu lancar ya lely, katanya ingin ambil spesialis ya!?". tanya bobi.
"Aamiin.. insyaallah". jawab lely.
"Nanti kalau kamu kesini kabari aku ya, kita kumpul dengan.... eh.. itu Andri... Andri... Andri...". pangil bobi tiba-tiba mengangkat tangannya.
Kami melihat kearah dia memanggil. Ternyata memang ada Andri. Andri yang sedang kami bicarakan.
Andripun menuju kearah kami, dia bersama dua orang temannya. Andri terus melihat kearahku, dia berjalan cepat. Dan...
"Maafkan aku Lely, aku waktu itu kalut. Tidak ada pilihan lain karena aku diancam, dia akan melaporkan aku pada dosen pembimbingku, yang masih saudara jauh bapakya. Dia juga akan akan melaporkan pada ayahku. Kalau aku dan dia pernah....".Andri mengantung ucapannya dan berlutut di samping kursi yang lely duduki.
Lely kaget, kedua temannya juga kaget melihat Andri yang langsung berlutut ke lely. Mereka saling pandang, mungkin bertanya-tanya siapa gerangan lely. mereka memandang Lely, Bobi dan ipul.
Ipul sebenarnya mau marah pada andri yang lacang memegang istrinya, dia akan berbicara, tapi tangannya di pegang oleh bobi, dan berbisik.
"Biarkan Andri mengungkapkan penyesalannya dulu. Nanti baru kita marah-marah sama dia, kalau bisa sampai menangis". Bisik bobi pada ipul.
Ipul hanya mengangguk. benar juga ucapan bobi. biar dia mengatakan penyesalannya dan minta maaf pada lely.
"Kamu tahu kan, kamu teman aku. kita selalu bersama mencari tugas dan menyelesaikannya. Tapi hanya kesalahanku yang satu malam membuat aku terancam dan hampir kehilangan teman". ucap Andri memandang lely.
"Kamu boleh menghukum aku, menabrak aku kembali pun aku iklas. Aku akan lakukan apapun untuk mendapatkan maaf dari mu". ucap Andri, memegang kedua tangan lely. padahal lely duduk menghadap meja, dan Andri duduk dan samping lely.
Ipul yang berada di samping lely mengepal tangannya kesal. Tapi dai juga tidak mau menganggu andri yang minta maaf pada lely.
"Maafkan aku lely, maafkan aku...". ucap andri yang ternyata menangis sambil memegang tangan lely, dan kepalanya diletakan di lutut lely.
Lely memandang Ipul dan bobi. Dia tidak tahu harus bagaimana. Marah dan emosipun dia tidak bisa mengunfkapkannya disini. Malu. karena ramai.
__ADS_1
"Kamu duduk dulu sana, kita bicarakan semua. sebelum aku memaafkan kamu!". ucap lely setlah beberapa saat diam saja.
"Maafkan aku lely, aku akan mengatakan semua padamu". ucap Andri memandang lely. tapi dia masih duduk di bawah, dekat kaki lely.
"Kamu berdirilah, dusuk di kursi". perintah lely.
Andripun duduk di kursi di depan lely disamping Bobi, sambil mengusap air matanya. Teman Andripun duduk di meja lain, karena kursi di meja yang lely duduki hanya empat.
Lely dan ipul melihat Andri yang duduk sambil menghapus air matanya dengan tangannya. Lalu lely memberikan tisu kepada Andri, dan berkata.
"Sekarang kamu jelaskan!". ucap lely melihat kearah Andri.
Andri melihat Lely, dan juga melihat kearah ipul yang duduk di samping lely.
"Ini suamiku". ucap lely sambil memegang lengan ipul. lely tahu, Andri pasti bertanya-tanya, siapa yang duduk di sampingnya. makanya dia langsung mengatakannya.
"Kamu sudah menikah?!". tanya Andri kaget.
"Sudah,aku sudah dua bulan menikah". jawab lely tegas sambil melihat Andri tajam.
Andri melihat lely pasrah. dia tahu lely butuh penjelasan.
"Aku minta maaf, karena kecerobohanku aku diancam oleh Siska. Dia menyuruh aku untuk mencelakai kamu, karena kamu diangab merebut Hafiz dari dia.
Aku tahu dan bilang ke siska kalau kamu tidak ada hubungan dengan Hafiz, tapi dia tidak percaya. malah dia mengacam aku kalau aku tidak mau menuruti perintahnya.
Kamu tahu? malam Saat akan mencelakai kamu di kecelakaan itu aku masih ragu menuruti perintah siska. Makanya siska mengiringi motorku dari belakang.
Bahkan menyerempetku terus agar aku menabrak motormu yang aku lihat sudah berhenti di tepi trotoar. Mungkin kamu melihat kejadian itu sebelum motor kamu ditabrak motorku hingga kamu terjatuh ke sudut trotoar.
Aku yang panik melihat kamu terjatuh, buru-buru membantu kamu. Kamu jatuh kepalamu tepat mengenai trotoar, dan... aku langsung membawamu kerumah sakit dengan menyetop mobil lain.
untung orang nya mau mengantar dan rumah sakit masih dekat. Sesampai ugd kamu di bantu Hafiz yang sedang piket. selesai membantu kamu dia mendatangiku dan menanyakan kejadiannya.
Hafiz marah besar padaku, dan memukuliku berdua dengan Gina. mereka pas berdua di sana. untung di lerai oleh satpam". Cerita Andri sambil menunduk.
Lely, hafiz, gina dan tiga orang temannya memang satu rumah sakit waktu koas. Mereka berenam di rumah sakit yang sama. Sedangkan Andri dan bobi juga koas waktu itu. tapi di rumah sakit lain.
"Terus, kenapa kamu sampai diancam Siska? Masa lali-laki mau saja mengikuti kemauan tidak masuk akal dia. Sampai mau mencalakai teman sendiri!". ucap Bobi marah kepada Andri.
__ADS_1
"Itulah kesalahanku Bob. Aku.. aku, aku pernah mengabiskan malam dengan siska. Hingga dia mengancamku mengadukannya pada dosen pembimbingku yang saudara jauh ayahnya. Dan juga akan melaporkan pada orang tuaku". ucap Andri menundukan kepalanya. Malu.