
"Ipul...".
Panggil seseorang ketika ipul baru keluar dari lif rumah sakit menuju kursi kosong ruang tunggu, untuk menunggu istrinya.
"Ibu Bet?!". ucap ipul kaget.
Saat ipul melihat seorang wanita yang berdiri di depannya. Ipul tadi berjalan tidak begitu memperhatikan sekitar saat keluar dari lif.
"Kamu sedang apa di rumah sakit. berobat? atau melihat orang sakit?!". tanya ibu bet itu.
"Aku sedang mengantarkan istriku yang akan koas disini". jawab ipul jujur.
"Kamu sudah menikah pul?!". tanya ibu bet kaget.
"Sudah, sudah lebih dua bulan". jawab ipul.
Tiba-tiba ibu itu menarik ipul menuju keluar bangunan rumah sakit, melalui pintu samping. Tidak tahu kemana ipul akan dibawa. Pegangan tangannya sangat kuat, dan jalannya pun cepat. membuat ipul sedikit melebarkan langkahnya untuk mengikuti langkah ibu bet itu.
"Ibu.. bisa dilepas tangannya dulu, bilang saja kita akan kemana. Akan aku ikuti ibu. tapi aku tidak bisa lama". ucap ipul berusaha melepaskan tangannya dari genggaman ibu itu.
"Ikuti ibu. Ada yang ingin ibu bicarakan". jawabnya mendahului ipul.
Dan ipul pun mengikuti ibu itu di belakang. Terdengar ibu itu sedang mengerutu tidak jelas.
Ternyata ibu itu membawa ipul menuju taman, dekat pohon rindang, yang berada di samping kiri rumah sakit. Banyak tempat duduk disana.
Ibu itu langsung duduk di salah satu kursi paling sudut, dekat parkiran. Dan ipul mengikutinya duduk di bangku seberangnya. Ada beberapa bangku di sudut taman itu.
"Kenapa kamu menikah saat masih pacaran dengan Mey? apa kamu selingkuh dibelakang mey, hingga kamu menikah diam-diam". ucapnya melihat kearah ipul marah.
Jelas sekali dia sangat marah, wajahya merah dan tangannya terkepal. Giginya juga berderit menahan marah.
"Maaf bu, Aku sudah putus dengan mey secara baik-baik sebelum aku menikahi istriku. jadi tidak ada yang namanya selingkuh. Dan Mey pun tahu aku sudah menikah". jawab ipul membantah ucapan ibu bet yang menuduh ipul selingkuh.
"Bagaimana bisa?! mey tidak pernah cerita dirumah kalau kalian sudah putus". ucapnya m
"Aku tidak tahu itu, ibu bisa tanya langsung dengan mey". jawab ipul.
Ibu itu menarik nafas kasar memandang ipul tegas. Ipul tidak takut, karena disini dia tidak merasa bersalah.
__ADS_1
Malah ipul memandang ibu bet biasa saja, tidak ada rasa kecewa dituduh yang tidak-tidak. Mungkin ibu bet tidak tahu yang sebenarnya.
"Kenapa kamu memutuskan Mey, padahal mey sudah siap untuk menikah denganmu, Mey bilang kalau kalian serius menjalani hubungan.
Saat dia diterima jadi tenaga honor di sekolah negri. Dia pernah membicarakan dengan kami, kalau dia mau mengajak kamu untuk menikah segera". ucap ibu bet ter isak menahan tangis.
"Dia senang bisa dekat denganmu. dia bilang kalau dia sudah tertarik denganmu saat masih sma, bahkan saat kuliah dia berusaha cepat lulus agar bisa lekas merencanakan masa depan.
Dia tidak mau pacaran selama ini. karena dia ingin menjadi pendamping kamu. Makanya saat kamu mau jadi pacarnya dia sangat senang". Cerita ibu bet sambil mengusap air matanya.
Ipul memandang sedih ibu Bet. Ya.. ibu bet adalah ibu dari meydina, ibu dari mantan pacar ipul.
Ipul dan Mey memang baru pacaran berapa bulan sebelum menikahi lely. Meskipun ipul dan mey sudah kenal semenjak masih sma, sekitar tujuh tahun yang lalu.
flashback
Ipul yang sekolah di stm dan mey di sma. Sekolah mereka tidak begitu jauh jaraknya. hanya beda jalan beberapa blok.
Ipul yang sekolah stm, sering ikut nongkrong dengan temannya sepulang sekolah ditaman tempat olahraga. Disana juga ipul ikut olah raga bersama teman- temannya. Di taman itu ada beberapa lapangan olah raga
lapangan bola berada di tengah dan dikelilingi jalur untuk joging atau jalan kaki. juga ada dua lapangan basket di ujung timur. Satu lapangan voly dan satu lapangan takrau di ujung barat lapangan.
Mereka jadi sangat dekat berteman bahkan juga sering janjian untuk olah raga atau sekedar joging sore. Tapi tidak ada kata pacaran. Karena ipul tidak pernah mau pacaran.
Padahal Mey pernah nembak ipul saat mereka kelas tiga. bertepatan tanggal ulang tahun ipul.
"Ipul... joging yok besok pagi". Ajak mey pada ipul saat mereka nongkrong ditaman sore itu sepulang sekolah.
"Tidak bisa mey, Besok pagi aku menjemput pesanan ibu kepasar".jawab ipul.
"kan besok hari minggu pul". ucap mey.
"Iya, sebab tiap minggu pagi aku kepasar mengambil belanjaan ibu. kalau hari lain aku menjemputnya sore sebelum toko tutup". jawab ipul.
"Oo.., bagaimana kalau aku temani kamu kepasar. kan bisa bantu sedikitlah". bujuk mey.
"Tidak usah, aku tidak enak sama kamu. masak mengajak kamu kepasar". elak ipul.
"Pokoknya besok pagi pukul tujuh aku tunggu kamu di parkiran dekat tangga timur". ucap Mey.
__ADS_1
"Aku.."
"pokoknya aku tunggu, kalau kamu duluan tunggu aku". ucap mey berlalu dari tempat duduknya di samping ipul disamping lapangan basket.
Ipul mengelengkan kepala saja melihat tingkah mey. Mey memang siring mengajak ipul jalan. tapi ipul tidak penah mau. Dia tidak ingin terlalu dekat berteman dengan perempuan.
Dan juga, dia sering sepulang sekolah membantu ibunya di warung.
Disamping warung kecil yang menjual jajanan anak-anak dan seluk beluk kebutuhan harian, Warung ibu juga menjual sarapan pagi.
Makanya ipul sering menjemput kebutuhan warung p&d ibu kepasar jika ibu sibuk di warung. Dan sore saat pulang sekolah ipul juga membantu menjaga warung, bahkan sampai malam, karena ibu menyediakan dan memasak untuk jualan sarapan pagi.
Ibu ipul menjual sarapan pagi sudah lama, semenjak ipul masih kecil. Dan karena tetangga sering menanya kebutuhan harian, makanya ibu menyediakannya.
Dan... pagi itu ternyata mey sudah terlebih dahulu sampai di parkiran, menunggu ipul. Dia bahkan tersenyum ceria memandang ipul yang baru datang.
Dia juga bersemangat mengiringi ipul ketoko kelontong untuk menjemput belanjaan ipul. ada beberapa kantong belanjaan yang akan dibawa, mey pun ikut membawa satu kantong.
Sebanarnya ipul sudah melarang, tapi mey ingin membantunya. dan menarohnya di motor matic ipul. Ketika ipul akan pulang mey minta nebeng sampai persimpangan lampu merah. Dan ipulpun menyangupinya.
Saat melewati taman, lely minta diturunkan disana saja. Dan mengajak ipul berhenti sebentar. Dan
"Ipul, aku ada kado untuk kamu. hari ini kan tangal hari lahirmu. selamat ulang tahun ke 17 ya". ucap mey memberikan sebuah bungkusan dengan tas kertas berwarna biru.
"Apa ini mey?!" ucap ipul kaget menerima kado dari mey.
Mey hanya tersenyum memandang ipul yang fokus memandang bingkisan yang diberi Mey. Lalu, Cup...
Mey mengecup pipi ipul saat ipul melihat kado yang ada di tangannya. Ipul terkejut dengan kelancangan mey yang berani padanya.
"Mey... kamu..".
"Aku mau jadi pacar kamu Pul,...
.
.
.
__ADS_1