Istriku Lely

Istriku Lely
Alhamdulillah


__ADS_3

Ipul hanya senyum saja mendekati anak dan kakak iparnya duduk. Sambil meletakan gelas yang dibawanya. dan mengamb air minum dari dispenser.


"Minum dulu kak!". ucap ipul.


"Iya. terima kasih!". ucapnya mengeluarkan makanan yang dia beli tadi.


Ada martabak manis, kue dorayaki. seperti ucapan bang zul tadi. dan juga ada kerupuk. Ipul berinisiatif mengambil mangkok cuci tangan.


"Lely pukul berapa pulang?!". tanya bang zul mencomot martabak.


"Cuci tangan dulu bang!". ucap kak ve.


"Iya!". ucap bang zul memasukan potongan martabak ke mulutnya. Baru dia mencuci tangan.


"Pukul empat lewat, sebab tadi masuk pukul dua!". jawab ipul mencuci tangannya, mengeringkan dengan tisu. dan ikut memakan martabak bawaan abang dan kakak ipar.


"Adiva sini. mau martabak?!". panggil ante ve.


"Es krim adiva masih ada ante!". tunjuknya pada es yang dia pegang.


"Si kembar aman tidak, jika di tinggal lama oleh lely kuliah?!". tanya abang zul.


"Lely akan pulang tengah hari saat sholat zuhur dan makan siang. si kembar kan juga minum susu bantu. jadi tidak rewel!". ucap ipul.


"Apa kamu tidak kerepotan mengurus dua bayi dan seorang balita?!". tanya bang zul. "Atau bagaimana kalau kamu cari pengasuh atau orang membantu di rumah".


"Tidak usah bang. tidak repot kok. mereka masih aman. lagian kalau ada orang lain akan tidak nyaman!". ucap ipul.


"Nanti kalau mereka bareng rewelnya bagaimana. kan kamu yang kesusahan!". ucal bang zul.


"Kan ada mereka yang di toko akan ikut bantu!. ucap ipul. "Lagian masih bayi bang, aku lebih suka merawat dan menjaga sendiri. lebih puas saja mengasuh sendiri bayi kita. jadi lebih tahu dengan pribadi tiap anak". tambah ipul.

__ADS_1


"kamu memang yang terbaik untuk adikku. aku sangat percaya kamu menjaga adik dan keponakanku". ucap.


"Abang bisa saja! kan memang sudah kewajiban aku sebagai ayah dan suami. untuk menjaga mereka!". jawab ipul.


Terdengar rengek salah satu si kembar. Ipul langsung masuk kekamar Adiva untuk mengambil anaknya yang merengek. ternyata adek raysa yang bangun.


Setelah mengambil putrinya, ipul membawanya keluar. ipul meletakan bayinya di kasur santai depan televisi. memeriksa popok kain bayinya, apakah basah. ternyata iya.


"Kenapa tidak pakai diapers?!". tanya kak ve.


"Kalau siang sengaja tidak pakai, takut kebiasaan. mereka pakai diapers hanya malam hari dan saat keluar. adiva dulu juga begitu. oakai popok kain". ucap ipul.


"Kan jadi banyak cucian pul?!". tambah kak ve.


"tidak apa. tinggal putar mesin cuci atau rendam saja!". jawab ipul selesai menganti popok dan celana adek Raysa.


Membuat Raysa mengeliat senang, karena sudah tidak basah lagi. dia malah langsung bermain dengan kakaknya, adiva.


Adiva sering membantu menjaga adek kembarnya. kalau lely sedang kuliah. adiva membantu untuk memegang botol susunya.


Bang zul dan adiva bermain-main dengan adek raysa. Adiva duduk fi pangkuan omnya, om zul.


"Tidak langsung dibikinin susu pul?". tanya bang zul.


"tidak. dia di beri susu jika merengek. karena kalau dia haus akan merengek manja!". ucap ipul.


Tidak lama bermain dengan raysa, terdengar suara rayhan dari kamar adiva. ipul bergerak untuk mengambil rayhan.


"Aku saja yang ambil pul!". ucap kak Ve.


"Ai ikut ambil adek rayhan!". Adiva mengiringi antenya masuk kamar untuk mengambil adek rayhan.

__ADS_1


Ipul hanya mengangguk tanda setuju.


"Pul, aku lihat. semenjak baru lahir aku lihat si kembar tidur di kamar adiva. kok tidak di kamar kalian?!". heran bang zul.


"Permintaan Adiva. saat baru pulang dari rumah sakit kan si kembar tidur di luar bersama nenek dan lely.


Saat nenek pulang kampung, aku dan lely mau pindahin ke kekamar karena umur si kembar waktu itu tiga minggu.


Saat mendorong box si kembar kekamar, adiva minta adek bayinya tidur di kamarnya. aku dan lely sepakat agar lely ikut tidur di kamar adiva. tapi malah diusir adiva. 'bunda tidur di kamar ayah saja!'. katanya.


Makanya selama dua minggu kami tidur di luar, agar dekat dengan kamar adiva!. jelas ipul.


"Oo. tapi kamu senangkan, bisa menganggu tidur adikku tiap malam?!". bisik bang zul saat melihat istrinya mengendong bayi ipul yang satunya.


"Pastilah. itu wajib tiap malam!". ucap ipul.


"Apa yang wajib tiap malam pul?!". tanya kak ve meletakan adek rayhan di samping adek raysa.


"Hehe... wajib bergadang lah kak. kan punya bayi!". ucap ipul.


"Ooo... ". jawabnya.


Ipul melihat arah pandangan bang zul. yang melihat istrinya mengendong bayi.


"Beberapa bulan lagi nanti kita mengendong bayi kita sendiri ya". ucap bang zul.


"Sudah berapa bulan kehamikan kak ve bang!?". tanya ipul memeluk adek raysa.


"Baru telat tujuh minggu. tadi saat istirahat siang abang jemput kak ve untuk periksa ke klinik. dan ternyata sudah ada bibit unggul abang sedang berkembang di sini!". ucap bang zul mengelus perut datar istrinya. yang sedang memeluk adek rayhan yang baru saja di ganti popoknya oleh kak ve.


"Alhamdulillah, sebentar lagi Adiva dan si kembar bakal punya sepupu". ucap ipul mencium wajah Adek raysa.

__ADS_1


Mereka bermain dengan si kembar, dan saat azan ashar mereka sholat bergantian.


.


__ADS_2