
"Bang..." panggil lely saat ipul menidurkan baby Adiva ke box bayinya.
"Iya. ada apa?!. tanya ipul menutup kelambu box anaknya.
"Abang capek?!". tanya lely, yang berdiri dari duduk di tepi ranjang setelah selesai memberi asi bayinya.
"Bertemu kedua bidadari abang, capek abang langsung hilang. melayang keudara". ucap ipul mendekati istrinya dan mengecup kening istrinya.
"Abang sayang kalian berdua". ucap ipul memeluk istrinya.
Lely membalas pelukan suaminya. Lama mereka berpelukan sambil sesekali ipul mengelus punggung istrinya dan mengecup kening istrinya.
"Bang.... Abang masih kuat kan puasanya. masih....."
"Abang kuat. kan tinggal beberapa hari lagi sayang. dan kamu harus siap. karena abang akan makan apa saja saat berbuka". ucap ipul mengecup lama kening istrinya yang berada di dalam dekapannya.
Umur baby adiva sudah lebih sebulan, tentu ipul tidak lupa menghitung umur anaknya.
Selain senang anaknya tumbuh sehat. tentu masa nifas istrinya, yang pasti ipul akan berbuka.
"Tapi, aku takut bang". ucap lely, setelah ipul mendekapnya beberapa saat.
"Takut kenapa?!". tanya ipul.
"Hmmm.. takut jahitnya robek. pasti sakit". ucap lely malu.
"Jangan takut, abang tidak akan langsung grep kok. abang rasa- rasa dulu. apa sama waktu kamu masih tersegel dulu
Waktu pertama kali dulu saja kamu tidak takut". ucap ipul tersenyum.
Puk....
lely memukul lengan suaminya, karena dia malu dan juga takut.
"Aku mana ingat waktu pertama kali bang. abang yang bilang kalau aku berdarah dan kesakitan. abang melakukannya pasti maksa, hingga robek". ucap lely.
Ipul hanya tersenyum, mengingat saat pertama kali mereka melakukan malam pertama.
"Ayo tidur". ajak ipul mengiring istrinya ke atas ranjang.
__ADS_1
Merekapun rebahan, untuk tidur. Ipul mendekap istrinya tidur dalam pelukannya. Mereka harus ikut tidur jika anaknya tertidur. Biar tidak mengantuk saat baby asiva bangun tengah malam.
Oek... oek....
Ipul dan lely terbangun, karena anaknya bangun.
"Anak ayah haus ya". ucap ipul mengambil anaknya dari box bayi.
Sementara lely duduk bersandar di tempat tidur Sambil membersihkan pabrik asinya dengan handuk yang di celup air hangat. agar asinya lancar.
"Basah bedongnya bang?!". tanya lely, saat ipul meletakan anaknya di atas kasur.
"Iya. abang ganti popoknya dulu sayang". ucap ipul menganti dengan sigap.
Dan meletakan ke pangkuan istrinya, agar bayinya minim asi.
Ipul duduk di samping istrinya, sambil mengusap punggung lely dan mengecup kening istrinya yang sedang memberi asi.
Juga mengusap punggung baby adiva yang sedang menyusu.
Begitulah kegiatan ipul tiap malam membantu istrinya yang sedang bergadang menyusui.
Hingga istirahat lely dan ipul kalau malam cukup.
Teringat oleh ipul saat istrinya berjuang saat melahirkan.
Flashback
"Abang... sakit". lely meringis menahan sakit, saat dia sedang ditangani dokter.
Dokter yang membantu lely melahirkan adalah dokter yang biasa memeriksa lely.
Dokter itu kemaren berpesan pada yang piket, seandainya lely sudah dibawa ke ruang bersalin, telfon dia. karena dia yang akan membantu lely.
"Sedikit lagi dokter lely. kamu oasti bisa". semangat doktet yang membantu.
"Semangat sayang, anak kita tidak sabar ingi bertemu bundanya". ucap ipul menciumi puncak kepala istrinya.
Ipul sebenarnya panik dan sedikit mengigil. melihat istrinya berusaha melahirkan bayinya. tapi dia tidak memperlihatkan kepanikannya pada istrinya itu.
__ADS_1
Matanya berkaca-kaca, Air matanya juga dia usahakan tidak terlihat oleh istrinya.
"Ayo dokter Lely. tarik nafas....".
"Ayo sayang.. bismilah....".
"Hmm ah......"..
Oek.... oek....
Lahirlah buah cinta ipul dan lely.
Ipul tidak henti mengucapkan alhamdulillah dan ucapan sayang kepada istrinya sambil menciumi kening, kepala dan wajah istrinya.
Dia sangat berterimakasih kepada allah telah memberikan berkah dan rahmat yang berlimpah kepada keluarga kecilnya.
flashback off
.
.
Tidak terasa umur baby Adiva sudah memasuki lima bulan. dan lely sudah mulai melanjutkan koasnya.
Koas lely pun tinggal beberapa bulan lagi. Sebab koas lely mundur karena cuti melahirkan. Ipulpun bekerja seperti biasa.
Sama seperti waktu lely hamil. Mereka kembali tinggal di rumah orang tua ipul. Mereka kembali tinggal di rumah orang tua ipul semenjak umur adiva dua bulan. menjelang lely mulai melanjutkan koasnya.
Ibu ipulpun senang, karena mereka juga menginginkan ipul dan keluarga kecilnya tinggal di rumahnya.
Orang tua lely tidak mempermasalahkannya, yang penting cucu mereka nyaman dan ipul dan lely senang.
Saat lely libur bekerja baru mereka menginap di rumah mereka, atau rumah orang tua lely.
.
.
.
__ADS_1