Istriku Lely

Istriku Lely
Obrolan dengan abang ipar


__ADS_3

"Siapa nama adik kembarnya Adiva?!". tanya tante istrinya bang zul. Adiva memangilnya Ante ve.


"Namanya adek rayhan dan adek Raysa!". jawan Adiva.


"adeknya senang punya kakak cantik dan sayang sama adeknya!". ucap ante ve pada adiva. yang sedang memeluk si kembar.


Adiva hanya senyum saja memegang tangan adek bayi yang berada di pangkuan bundanya.


Abang zul setiap sore berkunjung ke tempat ipul dan lely.


Seperti saat ini. mereka datang menjelang magrib tadi, membawa banyak makanan dan cemilan kering.


Selesai sholat magrib mereka berbincang sambil mengendong si kembar.


Sementara itu ipul sedang menyiapkan untuk makan malam. tidak nemasak, karena abang ipar dan kakak ipar membawa lauk untuk makan malam, ipul hanya menyiapkan nasi dan peralatan makan saja.


"Biar aku bantu!". ucap bang zul mengiringi ipul menaiki tangga ke dapur.


"Tidak usah bang, biar saya saja!". ucap ipul.


Dia tidak mau abang ipar ikut repot.


"Tidak apa-apa!". ucap bang zul terus mengiringi kedapur.


"Repot tidak mengurus si kembar?!". tanya bang zul saat mengambil beberapa piring untuk dibawa kebawah.


"Tidak bang, mereka tidak rewel". jawab ipul mengambil mangkok untuk membawa nasi.


"Abang iri sama kamu, yang sudah punya anak tiga. Abang satu saja belum!". ucapnya sendu sambil duduk di kursi samping lemari rak piring.


"Apa abang ber kb?!". tanya ipul ikut duduk di samping abang iparnya.


Ipul merasakan kesenduan dari ucapan abang iparnya.


Melupakan tujuan mereka kedapur.

__ADS_1


"Tidak, tapi kami belum juga di titipi anak. padahal hampir tiga tahun kami menikah!. Aku sebagai dokter obgyn sudah sering minum vitamin bersama istri. tapi belum ada kemajuan". ucap bang Zul.


"Lebih sering olah raga ranjang bang. inshaallah bisa!". ucap ipul menyemangati.


"menurut ilmu kedokteran kalau mau bibitnya unggul. tidak boleh berhubungan tiap hari. akan kurang kualitas bibit tersebut!. paling tidak tiga atau empat hari sekali.


Dan kami rutin dua kali seminggu melakukannya. juga melakukan saat perhitungan kalender, saat masa suburnya". ucap bang zul.


"Begitu ya bang?!. tapi waktu aku dan lely mau program anak kedua ini. kami mengkonsumsi makanan sehat, banyak makan sayur dan ikan. lely minum susu persiapan untuk hamil selama dua bulan. Dan...


hehe... tiap malam berjuang setor bang". ucap ipul menyengir.


"Pantes dapat kembar!!". ucap bang Zul. "Apa kamu tidak capek setiap hari?!". tanya bang zul lagi.


"Hmm.. sedikit. tapi kan setelah itu lega, dan nyenyak tidur. bonus dapat dua!". jawab ipul.


"Apa kamu minum obat. atau sejenis minuman penambah stamina?!".


"Tidak bang. penambah staminaku hanya cukup makan nasi, dan.... hehe.. semenjak adiva berhenti asi aku yang ambil alih untuk penambah stamina.. maaf.. hehe.". ucap ipul malu-malu.


"Dasar mesum kamu!. adiku kamu gerayangi dan kamu bikin lelah". ucap bang zul menepuk bahu ipul.


"Kamu!". ucap bang zul kalah bahan ucapan. "Padahal aku dan ve selalu sampai byur.... byur... tapi kok tidak ada yang nyangkut!". ucapnya melihat ipul.


"Abang harus aktif dan garcep. jangan hanya malam saja abang olah raga ranjang. sesekali setelah sholat subuh, atau selesai sholat zuhur!. jika abang sedang di rumah". ucap ipul.


"Hah siang hari?!. apa tidak akan terganggu?. apalagi kalian di toko seperti ini!". kaget bang zul.


"Jangan di angab terganggu bng. kan ibadah!". ucap ipul santai.


Lalu dia berdiri untuk melanjutkan tujuan utama mereka, mengambil nasi dan peralatan makan malam.


"Jangan bingung. ucapanku tadi bukan untuk jadi contoh. hanya untuk penyemangat saja.


Abang cukup lakukan sesuai kebiasaan abang saja. abang dan kak ve pasti sibuk bekerja.

__ADS_1


kerjaku tidak begitu menyita tenaga dan waktu. hingga olahraga ranjang waktu yang sangat ditungu.


Maaf.. bicaraku vulgar.. hehe...". ucap ipul.


"Aku jadi tahu, ternyata adik iparku mesum!". ucap bang zul.


"He..he..".


"Tapi aku akan coba cara kamu. akan aku praktekan nanti sesampai di rumah!. Aku coba selesai sholat subuh. karena besok tidak ada praktek pagi". ucap bang zul semangat.


"Hati-hati, pinggangnya bisa encok!". ucap ipul.


"Kamu saja tidak encok!". ucap bang zul.


"Beda bang. kalau aku sakit pinggang, aku bisa tiduran siang. kalau abang yang sakit pinggang, banyak pasien terlantar!". ledek ipul.


"Bisa di kondisikan. yang penting kakak ipar kamu hamil!". ucap bang zul bersemangat.


"Aku do'akan semoga berhasil. si kembar dan adiva cepat punya sepupu!". ucap ipul.


"Aaminn... ". ucap bang zul.


Mereka mengerjakan tujuan utama mereka. agar makan malam segera dilaksanakan.


"Eh pul. lely kan baru siap melahirkan. baru tiga minggu, lama dong kamu puasanya?!


Haha... masih tiga minggu lagi baru bisa berbuka". ucap bang zul meledek ipul.


"Tidak apa bang. kan saat berbuka tiba, tidak ada jedanya untuk olah raga lagi. kita bisa berlomba untuk membuat adik si kembar hehe..!". ucap ipul balik meledek abang iparnya.


"Boleh. kalau lely tidak keberatan!". ucap bang zul tertawa.


Ipul hanya tersenyum saja. karena dia tahu jawaban istrinya. pasti akan menunda dulu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2