
Sport jantungku tidak berhenti sampai disitu. Saat akan kekamar mandi pukul setengah tiga pagi, ternyata mereka sedang mandi malam.
Apa istri abang sudah sembuh ya? fikirku. aku belum menanyakannya pada abangku. Tapi aku merasa dia sudah sembuh. terkaku.
Aku mengaruk kepalaku yang tidak gatal. Dan kembali masuk kekamar lagi. Huh... pengantin baru, aku jadi melayang fikiranku. Apa ada juga yang mau aku nikahi jika aku masih belum bekerja ini.
Jadi ingin juga ditemani tidur dan di temani mandi. ah.. otakku jadi mesum. ini gara-gara abang.
Pov Fauzi end.
.
Lely membawa cake pisang buatan Fauzi kemeja makan. Ipul menuang air teh kegelas. Sani juga ikut membawa sarapan pagi kemeja makan.
Ada bubur kacang hijau, dan lontong sayur. Ayahpun sudah duduk di meja makan, begitupun dengan ipul dan sani
"Sayang, duduk disini. sarapan bareng". ajak ipul menarik kursi di sampingnya.
"Ibu belum sarapan bang". tanya lely duduk di sebelah ipul.
"Biar aku gantikan ibu untuk sarapan". tiba-tiba Fauzi datang dengan piring berisi tahu isi dan bakwan, dan meletakannya di meja makan, serta sebotol saos buatan nya.
Lalu dia menuju warung untuk mengantikan ibu melayani pelangan yang membeli sarapan pagi.
"Apa fauzi bisa mengantikan ibu bang. melayani pembeli?!". tanya Lely memotong cake pisang yang dibuat fauzi tadi.
"Bisa, semua anak ayah dan ibu bisa membatu ibu berjualan sarapan pagi. Dulu ipul juga sering bantu ibu membungkus sarapan pagi, jika banyak pesanan. bahkan pernah menjaga warung sendiri". ucap ayah ipul.
"Hebat abang dan adik-adik". ucap lely bersemangat.
Tidak lama ibu datang kemeja makan untuk sarapan bersama. Mereka sarapan sambil bercerita.
Terlihat dengan senangnya ibu berbicara dengan lely.
"Ayah,ibu, bang, kakak. sani berangkat sekolah dulu". ucapnya berdiri sambil menyalami semua.
"Ya.. hati-hati!". ucap semua.
Tidak berapa lama berbincang, ayah pun berangkat ke ladang.
"Ibu senang kamu datang dan nenginap disini". ceria ibu mengajak lely berbicara.
"Terima kasih sudah mau menerima lely jadi menantu ibu". ucap lely.
"Ibu..."
__ADS_1
Obrolan ibu dan lely berlanjut. membuat ipul dicuekin oleh ibu dan istrinya.
Hingga ipul pergi saja kewarung membantu Fauzi, melayani pembeli sarapan pagi.
Setiap pagi ramai pelanggan membeli sarapan pagi di warung ibu. baik anak kos, ibu rumah tangga, atau para pekerja yang akan berangkat bekerja.
Ada yang dibungkus ada juga yang makan di tempat. Fauzi sudah biasa membantu ibu setiap pagi. Karena dia kuliahnya sering siang sampai sore. dan kalaupun masuk pagi, biasa kelas jam sepuluh.
Sebelum menikahpun ipul juga sering membatu ibu diwarung sebelum berangkat bekerja.
Makanya mereka tidak canggung melayani pembeli, sarapan pagi di warung ibu.
Dari buka warung sampai jam setengah delapan, biasa ramai yang membeli dibungkus, karena sarapan untuk anak atau suami yang akan berangkat bekerja.
Menjelang jam delapan, lebih banyak yang makan di tempat. Fauzi dan ipul bergantian melayani pelangan.
Ipul juga sibuk melayani yang makan di tempat. Mengantar kemeja tempat pembeli yang memesan dan membersihkan, meja dan membawa piring kotor ke tempat cuci piring.
Begitu sibuk mereka berdua. Biasa jualan sarapan pagi ibu hanya sampai pukul sembilan.
Dan setelah itu ibu akan santai menjaga warung saja lagi. jadi lebih banyak duduk dan tidak terlalu capek berdiri.
Dan untuk urusan belanja bahan keperluan, biasa Fauzi atau sani yang kepasar sore hari dua atau tiga hari sekali.
Dan untuk belanja warung harian, selalu ada sales yang datang. bahkan toko p & d dan toko kelontong yang ada di pasar sudah menservis warung langganan, cukup dengan mengirim pesan, dan barang di antar ke warung.
Setelah lewat pukul delapan, pembeli sarapan sudah mulai sedikit. Hanya yang makan di tempat saja datang bergantian.
Seperti mahasiswa yang masuk jam sembilan atau orang lewat yang baru sempat sarapan.
ipul membersihkan meja tempat langanan makan, membawa piring kotor. Fauzi mengambilkan pesanan pelangan yang baru datang.
Kemudian Ipul mencuci piring kotor. Tempat cuci piring berada di samping tempat masak, tapi arah kebelakang. Sama-sama berdinding sebatas dada.
Banyak piring kotor yang akan dicuci Ipul.
"Enak ya bang jadi pengantin baru". ucap fauzi pada ipul saat dia mengantarkan piring kotor ke tempat cuci piring.
"Hah.. kenapa?, mau nikah juga kamu?!". tanya ipul menghentikan kegiatannya mencuci piring, dan melihat Fauzi.
"Kemaren-kemaren sih tidak. Tapi semalam mendengar abang ibadah membuat otakku traveling". ucap Fauzi jujur.
"Hahaha..ha.. ingat umur, masih bocah juga, umur kamu belum dua satu tahun. haha...". ucap ipul menertawakan Fauzi.
"Abang juga, tau adiknya masih jomblo, ibadah tidak melihat situasi. Tungguin orang tidur dulu kek, biar tidak terdengar". ucap fauzi meletakan piring kotor ke tempat cuci.
__ADS_1
"Apalagi suara abang yang, ah uh ah uh. Berisik tahu". bisik Fauzi.
"Haha..ha..ha...". tawa ipul pecah.
"Mandi malam juga, bikin.... Ah.. abang bikin aku nyut-nyut". ucap Fauzi.
"Apanya yang nyut-nyut?!". tawa ipul tidak berhenti.
"Kepalaku..".
"Kepala bawah?! haha.. ha...". tawa ipul bertambah.
Fauzi yang di tertawakan, manyun saja. dia kembali melayani pembeli. sementara Ipul menyelesaikan mencuci piring.
Setelah selesai mencuci piring, ipul mendekati Fauzi yang sedang membawa piring kotor pelangan yang baru selesai sarapan.
"Makanya cepat lulus, dan bekerja. biar ada yang menemani tidur dan mandi". Bisik ipul kepada fauzi sambil melihat ke arah celana fauzi bagian tengah. Sambil cekikikan.
Fauzi melotot pada ipul, yang berlalu kemeja depan tempat gorengan yang di buat fauzi tadi pagi. Lalu mencomot tahu isi dan memakannya.
Fauzipun mendekat, menyatukan goreng buatannya yang tinggal beberapa buah. Dan dia mengabungkannya menjadi satu wadah saja.
Lalu mengemasi wadah tersebut ke tempat cuci piring. menjelang pukul sembilan pagi, Warung sarapan ibu memang sudah tidak banyak yang datang.
Selain memang sudah ada yang habis, Hanya beberapa saja yang datang. itupun kadang cuma tinggal sedikit.
Biasa ibu akan santai dari jam sembilan itu. Hanya menjaga warung harian saja lagi sampai sore. Dan sore setelah shilat ashar mulai memasak untuk dijual besok pagi.
"Bang, apa istri abang sudah sembuh?". tanya Fauzi duduk dekat ipul yang menikmati gorengan. pertanyaan yang dari semalam yang dia pendam.
"Kemaren-kemaren abang bilang dia tidak mau keluar rumah, manja dan bersifat kekanakan.
Tapi aku lihat kakak ipar orangnya dewasa dan ceria. walaupun agak manja sama abang". tambah Fauzi.
"Lely sudah sembuh dari amnesianya, bahkan sekarang akan melanjutkan koas lagi. untung dia dapat koas di rumah sakit daerah disini. jadi abang masih bisa bekerja". Terang ipul.
"Alhamdulillah .. Aku senang mendengarnya. Apalagi kalian sangat mesra, tentu sebentar lagi aku akan punya keponakan". ucap Fauzi.
"Do'a kan saja". jawab ipul.
"Tapi kalau abang sedang buat keponakan saat menginap disini, tunggu aku tidur dulu ya. biar telinggaku tidak ternoda mendengar suara kalian". ucap Fauzi.
"Haha.. haha... makanya cepat lulus dan menikah". ucap ipul tertawa.
.
__ADS_1
.
.