
"Lely. ayo ajak suami dan anak- anak makan malam!". ucap ibu.
"Fauzi dan istrinya belum datang bu!". ucap lely.
"Sebentar lagi pasti datang kok. cuma jalan kaki dari rumah mertuanya!". ucap ibu.
Ya Fauzi sudah menikah dua bulan yang lalu. tepat beberapa bulan ipul dan keluarga kecilnya baru pindah kekota ini.
walaupun rumah mertuanya dekat, tidak jarang juga fauzi akan menginap di rumah ibunya di akhir pekan. mereka sangat senang berkumpul bersama. karena ipul dan keluarga kecilnya juga menginap.
"Baik Bu!". ucap lely.
Mungkin iya ucapan ibu, sebentar lagi fauzi dan istrinya akan sampai.
Ibu dan lely menghidang makan malam untuk mereka bersama.
Seperti biasa, setiap ipul dan keluarga kecilnya berkunjung, ibu menyuruh sani mengelar tikar duduk lesehan untuk makan malam.
Karena ramai, dan tidak muat duduk di meja makan.
Dan benar, sebelum akan memulai makan, fauzi dan istrinya datang. Dan langsung bergabung untuk makan malam.
"Om bawa ayam bumbu dan ayam tepung buat semua keponakan om.
Ini, ante Nadya yang masak lho!". ucap fauzi duduk di tempat yang sudah disediakan.
"Mau!!!".
Jawab ketiga buah hati ipul dan lely.
Ayah dan ibu paling ujung. sebelah kanan ayahada abang rayhan, lalu ipul dan istrinya juga adek raysa.
Di ujung sebalahnya ada Sani, dan adiva. dan di samping ibu ada fauzi dan istrinya di samping fauzi. dan di samping nadya ada adiva.
Adiva yang sangat dekat dengan sani, duduk di samping sani.
"Om, adiva mau nambah sayur!". ucap adiva pada sani.
"Baik.
Ayam bumbunya mau tambah juga?!". tanya sani.
"Mau. tapi habisin ini dulu om, Ayam bumbu buatan om fauzi memang enak. sama seperti di restoran". ucap Adiva.
"Kan om fauzi memang punya cafe sayang. pasti enak masakan om fauzi!". jawab ipul.
"Iya. waktu itu Ai juga di ajak om fauzi ke cafenya om fauzi. dan ai suka makan makanan di sana!". ucapnya.
"Nanti kita kesana lagi ya Adiva!. biar kamu puas makan di sana!". ucap fauzi.
"Abang juga!!".
"Adek juga ikut!".
Ucap si kembar.
"Ok!". jawab fauzi kepada keponakannya.
Selain Sebagai dosen di jurusan boga, fauzi juga punya cafe dekat kampus tempat dia mengajar.
__ADS_1
Awal berdiri cafenya, dia bekerja sama dengan temannya. dan setelah temannya dapat pejerjaan di luar kota. jadilah fauzi yang menangani sendiri. dengan mempekerjakan beberapa karyawan tetap, dan paruh waktu.
Dia hanya mengawasi dan membantu jika tidak ada kelas atau pekerjaan di kampus.
Selesai makan malam, mereka mengobrol santai masih lesehan.
Sani membawa piring kotor kedapur dan mencucinya langsung. Sedangkan lely membawa lauk dan meletakannya di lemari.
.
"Ojie. bagaimana rasanya sudah menikah!". tanya ipul.
Saat ini mereka duduk santai di teras depan. mengobrol, dan fauzi sedang merokok.
Sedang kan ipul tidak. karena ipul memang tidak merokok. ipul sudah berhenti merokok semenjak menikah.
Bukan karena menikahi seorang dokter atau di larang lely. Tapi karena ucapan teman sesama montir dulu. yang perokok, dan punya anak yang di lahirkan istrinya punya penyakit jantung bawaan semenjak lahir.
Katanya, akibat asap rokok yang menganggu saat istrinya hamil. Padahal mereka menjalani hidup sehat. hanya suaminya perokok.
"Sangat baik!.
Ada yang menemani tidur, dan memijitkan saat capek pulang kerja!". ucap fauzi.
"Juga ada yang bisa di jelajahi. tidak akan pusing dan otaknya tidak traveling jika mendengar aktifitas malam di kamarku lagi.. hehe..he...!". ucap ipul.
"Sekarang baru aku tahu rasanya. pantas abangku ini sangat bersemangat olah raga malam waktu itu. ternyata... hehe..". fauzi menyengir.
Dia ingat, saat dulu pertama kali ipul mengajak istrinya menginap di rumah ibu.
Ipul dan istrinya olah raga malam, hingga deritan dipan ipul dan ******* mereka menganggu tidur fauzi. ditambah, ipul dan istrinya mandi menjelang subuh, saat fauzi akan membuat gorengan jualannya setiap pagi.
"Belum bang. kami masih menikmati waktu berdua!". ucap fauzi.
"Jangan terlalu santai, ingat umur. umur kamu sudah hampir tiga puluh.
Nanti aku mau punya menantu, kamu masih mengendong bayi!". ucap ipul.
"Ya. bagaimana bang!. kami masih sibuk dan sering kecapekan sampai di rumah. lagi pula kan kami baru menikah lima bulan. pasti masih penyesuaian kesibukan kami! dengan aktifitas itu". jawab fauzi.
"Kesibukan tidak mengalagi untuk aktifitas ranjang Ojie. kamu yang harus aktif.
Jika istrimu lelah karena pekerjaan. kamu harus siap siaga merilekskan tubuhnya, pijiti dia.
Dengan membuatnya rileks, pasti aktivitas ranjang bisa di nikmati. dan semoga nyangkut benih unggul kamu. agar usaha bercocok tanam ada hasilnya.
Dan itu...
Kamu harus berhenti merokok. tidak sehat untuk bibit kamu kedepannya!". tunjuk ipul pada rokok yang terselip di jari fauzi.
Fauzi juga ikut melihat rokok yang terselip di jarinya.
"Kamu ingin punya anak sehat kan. mulailah berhenti merokok!". ucap ipul.
"Akan ku usahakan!". jawab fauzi mematikan rokoknya.
"Bau rokok yang melekat di baju kamu jika tercium oleh istri kamu, akan mengurangi kesehatan tubuhnya!". tambah ipul.
Fauzi menganggukan kepalanya, membenarkan ucapan ipul.
__ADS_1
"Berusahalah setiap ada kesempatan. biar usaha kamu tidak sia-sia!". tambah ipul.
Dan, tengah malam. ipul yang terbangun karena akan kekamar kecil. mendengar aktifitas sepasang suami istri di kamar sebelah.
Dia tersenyum, ternyata fauzi sedang....
Hinga ipul yang baru keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya masih mendengar ******* fauzi dan istrinya. minus deritan tempat tidur.
Tapi.. hentakan dipan pada dinding mengikuti.
Tuk... tuk....
Ah... ah... bangh.. ah.. ah
tuk.. tuk...
******* istri fauzi terdengar samar. Untung tempat tidur ipul yang ditiduri ketiga buah hatinya berada di sebelah kiri. dan ipul tepat berada di dinding tempat dimana bunyi dipan kamar sebelah beradu dengan tembok.
"He.. he....
Semangat terus!". ucap ipul sedikit bergumam.
Lely yang mendengar ipul tertawa pelan menjadi terbangun.
"Ada apa bang?!". tanya lely.
Melihat ipul dalam keremangan kamar, dan mengusap matanya.
"Ada yamg sedang bercocok tanam. coba kamu dengar sayang!". ucap ipul menunjuk dinding di belakang dia tidur.
Lely mengangkat kepalanya, dan nenaruh dagunya di bahu ipul. mendengar dengan seksama.
"Abangh... ah.. ah.. bangh..!".
tuk... tik tuk
tuk... tuk... tuk...
Ah... uh... ah... uh....
"He... he....!". lely ikut tertawa pelan.
"Kenapa?!
mau juga?!. hehe... !". ucap ipul mengelus kepala istrinya.
"Kan baru selesai setu jam lang lalu bang. masa...".
"Kan boleh nambah sayang!.
Masih bisa dua ronde lagi sampai menjelang subuh!". ucap ipul tersenyum.
Dia menaiki tubuh lely yang memakai daster, tanpa dalaman. Karena satu jam yang lalu juga baru melakukan olah raga malam.
Dan....
Dua kamar di rumah ibu ipul sedang melakukan proses penyicilan membuat cucu. Walau hanya fauzi dan istrinya yang ber kemungkinan besar akan tumbuh benih unggulnya, yang siap untuk berkembang di rongga yang akan disirami benih fauzi.
Karena lely masih setia memasangkan balon pada adik ipul yang siap berperang. mengisi sesuatu yang sangat disukai ipul setiap aktivitas malam mereka.
__ADS_1
.