
Ipul dan lely menuju mobil Abang Zul yang sudah berada di depan pintu utama mall. Lalu ipul membukakan pintu belakang untuk Lely. Setelah lely masuk dan duduk ipul meletakan tas dan kantong belanjaan lely di jok samping lely duduk.
Ipul pun duduk di jok depan samping abang Zul yang sedang mengemudi. Dan mobilpun keluar dari halaman mall itu menuju jalan raya.
"Lely, bagaimana urusan kamu dengan dosen?. dapat kamu melanjutkan koasmu lagi. Apa sekarang kalian mencari kosan yang dekat dengan tempat kamu koas kamu!?". ucap bang Zul seolah tahu lely dapat melanjutkan koasnya.
"Tidak usah cari kosan bang, karena...".
"Kamu tidak lolos dan tidak dapat izin dari dosen melanjutkan koas?!". tanya bang Zul keras karena kaget.
"lolos kok bang, lely koas dari awal lagi. dan lely dapat izin koas di rumah sakit daerah di kota tempat kita tinggal, jadi tidak perlu cari kosan. kan tetap tinggal di rumah kami". jawab lely.
"Oo.. alhamdulillah. Abang kira kamu gagal melanjutkan koasmu". jawab bang zul menganguk- angukkan kepalanya. "Ayah dan ibu pasti senang mendengarnya.
Semoga kamu cepat selesai koasnya, biar cepat lulus dan segera ambil spesialisnya". ucapnya lagi.
"Aku fokus lulus dulu bang, hadi dokter umum saja dulu. kalau ambil spesialis nanti saja di fikirkan". jawab lely.
"Iya, kamu fokus yang sekarang dulu". jawan bang Zul melajukan mobilnya keluar kota besar menuju kota tempat tinggal mereka yang akan mereka tempuh selama tiga jam kedepan.
"Abang bagaimana urusan kerja abang?!". tanya lely.
"Abang sedang ikut tes untuk rumah sakit pemerintah, doakan abang masuk dan lulus ya". jawabnya.
"Semoga lulus bang". jawab ipul.
"Terus kerja abang di rumah sakit swasta bagaimana?". tanya lely.
"Abang belum di kontrak di rumah sakit swasta itu, lagian ini juga usulan dari atasan di sana. katanya ada peluang di rumah sakit pemerintah.
Nanti jika lulus di rumah sakit pemerintah abang masih bisa ambil jam praktek di rumah sakit swasta dua atau sekali seminggu. Kan juga ada dokter pemerintah yang praktek di beberapa rumah sakit swasta atau klinik.
__ADS_1
Itulah kelebihan dari dokter spesialis, dibutuhkan oleh rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta dan juga klinik.
Bahkan tempat praktek dokter bersama juga akan mengundang dokter spesialis untuk praktek di tempat mereka sekali seminggu". jawab bang Zul panjang.
Ipul dan lely menganguk- angukkan kepala tanda mengerti.
"Sibuk juga kalau begitu ya bang, apa tidak bentrok jadwal nantinya bang. kalau banyak tempat?". ucap ipul sambil bertanya.
"Ya begitulah, sibuk. kalau jadwal kan kita sudah diatur pul. Seperti sekarang abang ikut praktek di klinik pagi jam sembilan sampai jam sebelas, tiga kali seminggu, selasa kamis sabtu.
Dan di rumah sakit swasta jadwalnya siang dari jam satu sampai jam dua kali seminggu. selasa dan kamis. jadi jadwal kita tidak akan bentrok". jelas bang Zul.
Mereka berbincang ringan selama perjalanan pulang ke kota mereka.
Kalau tidak ada halangan dan macet di sepanjang jalan yang juga melewati beberapa kota kecamatan yang ada pasar negri yang sering membuat macet jalanan karena ramainya pengunjung di pasar negri itu.
Apalagi menjelang keluar kota, banyak kemacetan yang mereka hadapi.
Mereka disambut ayah dan ibu dengan senang hati, dan setelah berbincang sebentar. Mengenai koas lely yang dapat di rumah sakit daerah di kota ini, mereka sangat senang mendengarnya.
Karena malam sudah larut, lely dan ipul disuruh menginap saja, walaupun rumah mereka dekat. Tapi ibu bilang lebih baik menginap di rumah ibu, agar langsung istirahat.
"Huff.. capek ..". ucap lely merebahkan tubuhnya di kasur yang berada di kamar mereka di rumah orang tuanya.
"Bersih-bersih dulu, biar tidurnya nyenyak". ucap ipul menarik tangan lely agar duduk.
"Sebentar bang, ingin rebahan sebentar". ucap lely melepaskan tangan ipul.
"Mau abang gendong kekamar mandi untuk bersih-bersih? atau mau dimandikan sekalian?!". ucap ipul.
Lely malah melebarkan tangannya minta di gendong. Dan hap.. ipul mengangkat lely, dan mengendong membawa kekamar mandi. dan mendudukan lely di kursi plastik tinggi.
__ADS_1
Membuka baju lely semua dan dan tinggal pakaian dalam saja, lalu me gikat rambut lely agar tidak basah. Ipul mulai menyabuni badan lely, tangan, kaki cepat. dan membilas seluruh tubuh lely de gan air hangat.
Kemudian ipul membersihkan wajah lely dengan sabun khusus wajah. Ipul memandikan lely cepat agar lely tidak kedinginan dan agar cepat istirahat. Lely hanya diam saja dimandikan suaminya.
Setelah dirasa bersih ipul membuka kudua dalaman lely, dan membilas lagi tubuh lely agar bersih. lalu memasangkan baju handuk yang dalam.
Kemudian ipul mengangkat kembali lely kekamar dan mendudukan lely di kursi meja rias. Ipul mengambil pakaian lengkap lely dilemari. pakaian dalam dan baju tidur panjang.
Setelah memasangkan baju lely ipul lalu menyisir rambut lely agar rapi, dan mengikat lemas saja di tengkuk lely dengan ikat kain. Lalu memberikan krim malam yang ada diatas meja rias itu pada wajah lely.
Setelah selesai ipul mengendong lely, dan menidurkannya di tempat tidur, lalumenyelimuti tubuh lely sampai dada.
"Selesai, selamat istirahat sayang". ucap ipul mencium kening istrinya. "Abang bersih-bersih dulu, kalau kamu mengantuk tidur saja duluan". ucap ipul lagi sambil mengelus rambut lely dari kening sampai puncak kepala.
"Abang..". ucap lely memegang jari tangan suaminya yang akan pergi bersih-bersih badan.
"Iya..". ucap ipul mengengam jemari lely yang menarik tangannya. "Ada apa?".
"Terimakasih bang ". ucap lely dengan mata berkaca-kaca.
"Sama-sama". ucap ipul tersenyum dan mencium tangan lely. "Abang bersih-bersih dulu ya.. gerah nih". ucap ipul mengipas wajahnya dangan tangan sebelahnya.
Lely menganggukan kepalanya. Ipul masuk kekamar mandi sambil membawa baju handuk yang dipakai lely tadi, dan mengantungnya dengan hanger di tempat mengantung handuk dekat jendela.
Ipul mandi dengan kilat, karena hampir tengah malam. dan ingin lekas tidur nyenyak sambil mendekap dan memeluk istrinya.
.
.
.
__ADS_1
terimakasih sudah mampir di karya ini ya sobat ottor 🙏🙏