Istriku Lely

Istriku Lely
Lely pov


__ADS_3

Aku terbangun pagi ini dengan perasaan kacau. Saat terjaga aku melihat seseorang tidur di sampingku, memelukku. Siapa dia, masuk dan memeluku tidur.


Apa ayah dan ibu tidak akan marah kalau aku tidur dengan seorang laki-laki. Aku berniat mendorongnya, tapi saat akan bangun aku melihat foto pernikahan di dinding bagian kepala tempat tidur.


Fotoku? apa aku sudah menikah?. Aku melihat kesamping, laki-laki yang sama dengan foto di figura. tapi aku tidak mengenal dia, kenapa aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal.


Aku memijit kepalaku yang sedikit sakit. Tiba-tiba dia bangun, dan dia mengucapkan kata-kata manis, bahkan nenciumku. sebagai ucapan selamat pagi.


Bahkan dia mamandikanku dan sholat bersama. sangat manis perlakuannya padaku. Suami yang baik, pikirku.


Aku tidak ingat kalau sudah menikah, tapi kenapa tubuh dan pikiran bawah sadarku merasa nyaman dekatnya.


Aku yang mengusirnya saat tidur malam dari tempat tidur malah mencarinya tengah malam. dan tidur nyenyak di pelukannya.


Aku pun bertanya kepada ibu saat dia pergi bekerja. Ibu menceritakan semuanya, kalau dia suamiku. dan.. aku merasa kehilangan, padahal baru beberapa jam dia bekerja. Makanya aku minta di antar dengan motor oleh orang rumah ke bengkel tempat dia bekerja.


Disana aku ada bertemu dengan seorang bapak, yang baru kutahu bapak itu orang tua mantannya.


Yang membuat aku kaget, kami telah melakukan hubungan suami istri beberapa kali. Aku Sangat marah, karena tidak merasakan malam pertamaku. Dan dia minta maaf, bahkan berkali-kali minta maaf.


Sebenarnya tidak tega melihatnya. Dia sangat perhatian padaku, bahkan dia tidak mau aku melupakannya, bahkan dia selalu memeluk dan menciumi ku.


Dan...


Akupun larut dalam pelukanya yang membuat tubuhku mendamba, hingga aku merasakan menjadi istri seutuhnya. Walaupun aku tahu, ini bukan yang pertama bagiku. tapi ini yang pertama kurasakan sebagai wanita dewasa. Tidak amnesia.


Aku menikmati semua yang dia lakukan, sampai aku benar-benar merasa menjadi yang paling beruntung. Dilayani dan di perlakukan lembut.


Seperti tubuhku juga ikut juga menikmatinya semua, nyaman dalam dekapan suamiku yang ternyata umurnya dibawahku.


Tidak menyangka aku akan menikah dengan suami ber umur dibawahku. tapi ternyata kedewasaan dan urusan suami di ranjang tidak melihat umur, apakah kecil dari ku atau lebih umurnya darimu.


...


"Sayang, terima kasih ya". ucal ipul menciumi wajah lely, mendekap tubuh polos istrinya itu.

__ADS_1


Dia merasa puas dan senang, melihat lely tidak marah saat dia mengaulinya. bahkan tadi lely menikmati semua yang dia lakukan.


Dia melihat istrinya itu malu, selalu mendekap erat tubuh polosnya. Membenamkan wajahnya ke dadanya. Dia mengelus rambut istrinya dan mencium ubun-ubun istrinya itu lama.


"Terima kasih". bisik ipul.


Lama mereka saling peluk dengan tubuh polos di bawah selimut. Hingga ipul merasakan dada polosnya basah, dan merasakan istrinya menangis. Dia kaget dan melihat istrinya itu.


"Sayang, ada apa? kenapa menangis? apa abang ada salah? apa abang membuat kamu sakit lagi?" tanya ipul mengelus pungung istrinya.


Karena istrinya tidak mau melepas pelukannya. Dia mendekap erat tubuh ipul. Dia panik, kenapa tiba-tiba istrinya menangis.


"Sayang, abang minta maaf, membuatmu sakit lagi". ucap ipul sedih.


"Tidak, abang tidak salah". jawab Istrinya mengelengkan kepala didada ipul.


"Terus, kenapa kamu menangis? Apa abang melakukanya terlalu bersemangat membuat kamu sakit lagi?". tanya ipul. Karena tadi dia sangat bersemangat melakukannya, karena lely tidak menolaknya untuk menyicil.


"Tidak bang". jawab lely. "Aku cuma .. cuma merasa senang saja, karena merasakan malam pertama. walaupun bukan yang pertama kali". ucap lely semakin merapatkan tubuhnya pada ipul.


Ipul tersenyum mendengar ucapan istrinya itu. Dia juga senang sebenarnya. Melakukan dengan istrinya yang tidak dalam keadaan amnesia. Ada kepuasan tersendiri di dirinya.


"Aku akan mencoba mengingatnya bang". ucap lely.


"Tidak usah paksakan mengingat, kedepan saja fikirkan, dan selalu ingat kalau abang ini suamimu". ucap ipul mengecup kebing lely.


Mereka saling pandang, ipul menghapus air mata lely dan tersenyum melihat istrinya itu.


"Kamu mau bersih-bersih sekarang? abang gendong ke kamar mandi". ucap ipul setelah beberapa saat diam dan saling pandang.


"Mandi saja bang, gerah". ucap lely.


"Jangan mandi, nanti kamu demam seperti hari itu". ucap ipul.


"Kenapa bisa demam?!".

__ADS_1


"Kamu mandi tengah malam, saat selesai seperti tadi yang pertama kali, dan demam paginya". jawab ipul.


"Aku dulu biasa mandi air hangat setiap pulang koas malam". ucap lely heran.


"Kamu demam mungkin aku terlalu lama mandikan kamu, dan tidur cuma pakai daster tanpa dalaman. Dan katanya sakit semua tubuh dan itu kamu. hingga siangnya masih minta gendong karena sakit dibawa bergerak". terang ipul


"Abang mesum sih". jawab lely malu. Pasti suaminya sering lihat tubuh polosnya, dan mengosok mesum.


"Aku tidak mesum kalau sedang mandiin atau memasang baju kamu, malah aku buru-buru. Takut khilaf". ucap ipul.


"Bohong". ucap lely.


"Buktinya abang hampir dua bulan menahan baru beberapa hari kemaren melaksanakannya semua, dan kamu tahu?! Abang ketagihan". jawab ipul tersenyum mesum pada istrinya.


Lely memukul lengan ipul yang sedang memeluknya.


"Bersih-bersih yuk, abang gendong. biar tidurnya enak. Kan pagi-pagi abang datang menjemput kita". ucap ipul menarik lely untuk bangun.


Lalu ipul mengangkat lely ke kamar mandi, mereka sama-sama polos.


"Aku mandi saja bang". ucap lely saat ipul mendudukannya di kursi plastik.


"Abang hidupkan dulu air panasnya". ucap ipul. dia melilktkan handuk di pingang polosnya. Dan mengisi air pabas di bathtub.


"Kamu berendan air hangat dulu, baca doa mandi besar ya. jangan lama-lama. Nanti deman". ucap ipul. Lalu membaca do'a mandi wajib, diikuti oleh lely.


Lely berendam air hangat dan ipul mandi air hangat di shower. Saat ipul hampir selesai membilas tubuhnya dia di kejutkan dengan sebuah tangan melingkar di dadanya.


Dia berbalik, dan melihat istrinya memeluknya. Dan mendudukan di bangku, Lalu dia membantu membilas tubuh istrinya itu. Sama- sama membilas tubuh.


Setelah selesai, ipul memakai handuk di pinggangnya. lalu memasangkan baju handuk untuk istrinya itu, dan mengulung rambut istrinya


Dia membantu istrinya itu berpakaian, tidak lupa memakaikan dalaman dan baju agak panjang, agar tidak demam lagi seperti kemaren.


Selesai mandi dan berganti pakaian, ipul memeluk istrinya itu tidur, agar tetap hangat.

__ADS_1


"Selamat tidur sayang. Pagi harus cepat bangun ya. biar abang tidak lama menunggu kita". ucap ipul mengecup kening lely.


lely mengangukkan kepalanya, dan menyusupkan kepalanya ke dada ipul. Dan tidur.


__ADS_2