Istriku Lely

Istriku Lely
Rencana


__ADS_3

Sementara ipul mengantar adiva kesekolah, lely bersiap untuk berangkat bekerja.


Lely bekerja di klinik swasta yang tidak begitu jauh dari rukonya, sekitar lima belas menit dengan mobil.


Lely akan berangkat bekerja saat suami dan sikembar sudah sampai ditoko. Karena jadwal prakteknya pukul sembilan pagi.


"Nanti ayah jemput pas pulang sekolah ya!". pesan ipul pada putri sulungnya.


sambil mencium kepala adiva yang memakai jilbab sekolah.


"Iya ayah!". jawab adiva mencium tangan ipul.


Setelah adiva masuk ke halaman sekolah, ipul dan anak kembarnya berjalan kembali menuju ruko.


Sikembar tidak tertarik untuk berbelanja. padahal di dekat sekolah kakaknya banyak penjual jajanan, juga sepanjang jalan menuju toko.


Mereka hanya tertarik belanja jika di ajak ke mini market. itupun hanya susu kemasan dan eskrim.


Ipul membimbing kedua anak kembarnya berjalan di sepanjang trotoar. berjalan santai saja.


Setengah delapan mereka sudah sampai di toko. Toko sudah dibuka pukul tujuh. semenjak jefri idak bekerja ditoko karena sudah bekerja sebagai notaris. toko ipul akan tutup pas magrib. Karena dia tidak ingin karyawan toko kelelahan dan bosan.


"Ayah, pintunya belum dibuka!!". icap si kembar.


Pintu yang di maksud sikembar adalah terali di tangga. semenjak toko sering ditinggal ke karyawan. tangga menuju lantai dua ruko di kasih pintu terali. untuk menjaga privasi ipul dan keluarga. Apalagi semua karyawan toko laki-laki.


"Terima kasih ayah!". ucap si kembar, dan langsung naik kelantai dua toko.


Tetdengar suara mereka berebut mencari mainan dan buku.


Ipul mengiringi dari belakang, menaiki tangga.


"Ini punya abang!". ucap rayhan.


"Iya adek tahu. adek hanya tolong ambilkan punya abang!". jawab raysa memberikan buku mewarnai rayhan.


Mereka memang sudah di berikan buku mewarnai dan buku huruf dan angka oleh ipul dan lely saat berumur dua tahun. karena melihat kakaknya adiva belajar, juga ingin memegang pensil dan pewarna.


"Anak bunda belajar bersama ya!. jangan berantem!". ucap Lely.

__ADS_1


Saat turun dari dapur yang berada di lantai tiga. Lalu duduk di dekat meja kecil kedua anak kembarnya.


"Tidak bunda, aku cuma bantu abang ambilkan buku". ucap Raysa.


"Pintar anak bunda. abang ucap apa sama adeknya!?". ucap lely.


"Terima kasih adek!". ucap rayhan


"Belum siap-siap sayang?!" tanya ipul sambil duduk di samping istrinya.


Bersandar didinding, sementara si kembar sibuk mencoret buku dengan pensil warna, walau kadang coretan tidak jelas. yang penting mewarnai.


"Belum bang. aku nanti masuk pukul dua siang. mengantikan dokter tiara yang sedang keluar kota!". ucap lely.


"Oo...". ucap ipul menganggukan kepalanya.


Lely ikut duduk bersandar mengikuti suaminya. duduk berdekatan.


"Bang. kalau aku ikut tes penerimaan dokter di rumah sakit pemerintah bagaimana?!". tanya lely.


"Boleh. abang mendukung cita-cita dan keinginan kamu!". ucap ipul mengelus rambut istrinya yang tidak nemakai hijab.


"Sudah bang. baru kemaren keluar dari dinas provinsi. Makanya aku mau diskusi sama abang.


Kalau abang mengizinkan, baru mempersiapkan semua berkas yang di perlukan!". ucap lely meyandar di lengan ipul.


"Abang izinkan kok, semua juga buat kita sekeluarga!". ucap ipul.


"Aku ikut tes pemerintah provinsi, kemungkinan besar akan di tugaskan di rumah sakit pemerintah yang berada di kota dan kabupaten.


Bisa jadi, kalau lulus di tugaskan kedaerah. Apa abang tidak keberatan. jika aku dinas ke daerah!". jelas lely.


"Abang tidak keberatan sayang. Dimanapun kamu bertugas nantinya. Abang dan anak-anak akan ikut kemanapun kamu berdinas!". jawab ipul menyemangati istrinya.


"Kalau kepelosok bang. Mana tahu di kirim ke puskesmas di pelosok. tidak langsung di rumah sakit daerah. mana tahu!". jawab laly.


"Selagi daerahnya masih bisa di jangkau, dan ada sekolah untuk anak-anak. kami akan terus ikut mendampingi kamu bertugas sayang.


Lagi pula dari awal kamu niat melanjutkan pendidikan kamu, abang sudah bertekat, untuk selalu mendampingi kemana dan dimanapun kamu bertugas!". ucap ipul.

__ADS_1


Lely terharu dengan ucapan suaminya itu. mereka sudah mengarungi rumah tangga delapan tahun lebih. umur suaminyapun baru tiga puluh tahun.


Biasa laki-laki seumurannya sibuk meniti karir untuk mencapai cita-citanya.


Tapi suaminya malah dengan senang hati menemani dan mendampinginya meniti karir.


"Walaupun abang akan di cap bapak runah tangga. abang tidak masalah dengan sebutan itu. Sebab abang bisa menjaga kamu dan anak-anak sambil bekerja di toko.


Yang penting anak-anak tetap dapat perhatian dari kita orang tuanya!". tambah ipul merangkul istrinya kedalam pelukannya.


"Terima kasih bang!. Abang mau mengorbankan waktu abang untuk tidak bekerja". ucap lely terharu.


"Demi kamu, anak-anak dan keluarga kita. abang ikhlas dan senang hati melakukan semuanya.


Lagi pula keahlian abang cuma berjualan. kamu tahu kan, awal menikah abang hanya pekerja bengkel di dealer motor sebagai mekanik. jika ingin menambah karir pun juga akan membuka bengkel dan toko onderdil motor. Sama- sama buka usaha toko untuk berdagang. cuma beda apa yang akan di jual.


Jadi abang yang memang mungkin rezekinya untuk berjualan dan buka toko. abang dengan senang hati menjalaninya. Apalagi ada istri yang cantik pengertian dan anak-anak yang lucu". ucap ipul mengecup kening istrinya.


Lely semakin merasa tersanjung, dengan ucapan suaminya yang lebih mengutamakan keluarga, dari pada yang lain.


"Sekarang kamu persiapkan semya kebutuhan untuk ikut tes. Semoga ada rezeki kamu untuk mengabdi sebagai dokter di rumah sakit pemerintah.


Tapi kamu jangan patah arang jika belum rezeki. coba lagi tahun berikutnya!". ucal ipul menyemangati istrinya.


"Baik bang. akan aku coba!". jawab Lely.


"Jangan lupa kalau kamu masih punya pekerjaan di klinik dan tempat praktek abang zul!". ucap ipul.


"Iya bang!". jawab lely.


Selain bekerja di klinik, lely juga ikut membantu di tempat praktek abang zul sore hari. juga bekerja di tempat praktek dokter bersama di sebuah apotik sore hari dua kali seminggu.


Sibuk memang. Tiap pagi pukul sembilan sampai pukul dua belas di klinik. senin sampai jum'at.


Pukul empat sore sampai selesai magrib , kadang sampai pukul delapan, di praktek dokter bersama, hari selasa, kamis.


Dan selain itu di tempat abang zul praktek.


.

__ADS_1


.


__ADS_2