
Saat sampai di bengkel tempat ipul bejerja, lely di suruh duduk di ruang tunggu pelangan oleh ipul. Disana banyak pelangan yang menunggu motor mereka sedang di servis atau hanya ganti oli.
Lely duduk dengan santai, selalu memperhatikan ipul yang sedang bekerja. Sesekali ipul juga memperhatikan istrinya itu sambil tersenyum.
Tadi dia mampir di warung untuk membeli minuman dingin dan cemilan untuk lely, takut lely akan bosan jika banyak bermenung. Tapi, lely sangat menikmati saat dia memperhatikan ipul yang sedang bekerja. Ada kepuasan sendiri memperhatikan suaminya bekerja.
Ipul pun jadi bersemangat bekerja, karena istrinya itu selalu tersenyum saat mereka bertemu pandang.
"Yang sedang jatuh cinta itu beda ya senyumnya, semangat terus saat bekerja". Ucap salah satu teman ipul.
"Iya lah, yang ditemanai saat bekerja kan beda rasanya". ucap yang lain.
"Senyum terus, malah kita tidak di angab ada disini".
"Karena dunia milik berdua".
Banyak ucapan usil dari rekan kerja ipul, tapi ipul cuek saja. Bahkan tidak menangapinya. Pelangan yang sedang menunggu pun hanya tersenyum mendengar candaan mereka.
Lely pun hanya tersenyum saja mendengarkannya. Dia hanya memperhatikan suaminya yang sedang bekerja.
Bahkan bos di dealer motor ini pun sampai datang melihat keriuhan candaan pekerja di bengkel yang ada di bagian tengah sampai belakang gedung.
"Eh ada lely, apa kabar kamu". ucap bos dealer saat masuk ke bengkel, dan melihat ada lely di sana.
"Alhamdulillah bang, sehat". Jawab lely.
"Lagi menemani ipul sedang bekerja ya". tanya bos.
"Iya bang, tadi bosan di rumah. pengen main keluar". jawab lely.
"pak bos kenal sama istri ya ipul??". tanya salah seorang teman ipul.
"Kenal, bahkan dari lely kecil". jawab pak bos.
"Kok bisa pak??".
"Ayah Lely ini masih sepupu jauh ibuku, kakek ayah kami masih ada hubungan kerabat". ucap pak bos.
__ADS_1
"Bapak masih ipar ipul dong??".
"Iya.., tapi ipul sepertinya tidak tahu". ucap pak bos.
Ipul kaget, dia yang baru saja tahu hanya senyum saja.
"Maaf pak, aku tidak tahu". Ucap ipul malu.
"Tidak apa-apa, kan belum ada yang bilang sama kamu. Lely saja belum ingat kalau aku saudara jauhnya". ucap pak bos.
"Aku baru ingat semua dua hari yang lalu bang!". ucap lely.
"Kamu sudah ingat semua?!. Alhamdulillah ..sudah ingat kalau kamu itu calon dokter". ucap pak bos.
"Sudah bang!".
"Senang dong ipul, istrinya sudah ingat". celutuk riky.
Ipul hanya diam saja, kalau dia bilang istrinya belum ingat dengan dia, nanti malah di ledekin riky dan teman-temannya. Dia hanya memandang lely sambil tersenyum.
"Pul.... semangat terus ya, dukung terus cita-cita istrinya". ucap pak bos.
"Iya pak..Terima kasih". ucap ipul sambil terus mengencangkan baut motor yang sedang di servisnya.
Semua bekerja sambil berbicara, ipul yang sering di tanya hanya menjawab sedikit saja.
Pas azan ashar ipul mengajak lely sholat di musholla bengkel. Dan istirahat sejenak sambil berbincang santai.
Setengah lima lewat sudah ada yang boleh pulang, karena tidak ada motor pelangan yang akan di servis. Bahkan bagian yang lain juga sudah ada yang pulang, karena bagian showroom buka sampai jam empat, dan ada yang pulang menjelang jam lima.
Ipul ingin mengajak lely berkeliling terlebih dahulu sebelum pulang kerumah. Tapi lely tidak mau, dia mau pulang saja, dan hanya mau minta di belikan bakso, tapi di bungkus saja.
"Sayang, Kita jalan sore sebentar ya". ucap ipul pada lely.
"Tidak mau bang, ingin di rumah saja". ucap lely memeluk pinggang ipul dari belakang, dan menyender kan mukanya di punggung ipul sambil memejamkan matanya.
Sesampai di rumah seperti biasa ipul lewat garase, dia mengunci pagar dan pintu samping itu. Sebab tidak akan keluar rumah lagi jika sudah sampai di rumah, apalagi tadi dia sudah membeli bakso pesanan lely.
__ADS_1
Saat ipul mandi Lely menyiapkan pakaian untuk ipul, dia juha menyiapkan kopi yang dia seduh di kamar saja.
Setelah ipul selesai mandi, maka lely yang bersih-bersih, karena dia juga akan mandi. Ipul sudah menyiapkan air hangat untuk istrinya itu.
Dia ngopi di karpet kamar sambil menunggu lely selesai mandi. Selasai lely mandi ipul seperti biasa membantu lely mengeringkan rambut dan menyisirnya, seperti biasa. dengan teliti dan rapi ipul menyisir. Lely memandang ipul dari cermin rias di depannya.
"Sudah cantik istri abang!". ucap ipul mencium pipi lely.
Lely yang malu hanya tersenyum tipis. Dia sangat ingin tahu, kenapa suaminya selalu menciuminya, dan memujinya.Tapi malu untuk bertanya.
"kita duduk di luar yok, di ruang atas saja, sebentar lagi magrib.". ucap ipul mengajak lely ke sofa dekat televisi atas.
Ipul membimbing lely ke sofa atas, dan duduk di sofa depan televisi, dan menghidupkan televisi, hanya menonton berita sore.
"Baik Bang, aku juga ingin cerita sesuatu sama abang". Ucap lely mengikuti ipul, dan duduk berdampingan.
"Kamu mau bicara apa". ucap ipul.
"Begini.., kalau lely kuliah lagi, kita pindah sementara ke kota tempat aku kuliah ya". ucap lely sambil memegang tangan ipul manja.
Ipul memegang tangan istrinya itu, dia agak ragu ikut ke kota tempat istrinya kuliah, bagaimana pekerjaanya. Tapi untuk melepas istrinya dia juga tidak akan tenang.
"Aku sepertinya tidak bisa jauh dari abang, aku butuh abang disana. mungkin hanya beberapa bulan saja, sampai aku lulus". ucapnya lagi.
"Iya, abang akan ikut, abang mendukung pendidikan dan cita- cita kamu". ucapnya akhirnya, karena tidak ingin mengecewakan istrinya .
"Terima kasih bang". Ucap Lely memeluk suaminya itu tiba-tiba.
"Aku ingin lulus dulu kuliah kedokteranku, untuk spesialis nanti saja". ucap lely lagi
Ipul mengelus pungung istrinya. Dia tidak ingin mematahkan semangat istrinya yang baru sembuh.
Mungkin benar seperti ucapan istrinya, hanya beberapa bulan disana. Dia akan membicarakan dengan bosnya di bengkel. Mana tahu dia bisa bekerja di salah satu dealer cabang di kota tempat kuliah istrinya.
Dia akan mendampingi istrinya sampai lulus, dan rencananya akan mengambil spesialis dia tunda dulu. tapi dia ingin mendukung lely untuk langsung ambil spesialis.
"Kamu semangat ya, mudah- mudahan kamu cepat menyelesaikan kuliah kamu yang sekarang. Aku bisa pindah kerja ke sana kok, jadi akan mendampingi mu sampai lulus". ucap ipul.
__ADS_1