Istriku Lely

Istriku Lely
Menata Toko Baru


__ADS_3

Semua keperluan yang akan di tata ditoko sudah di susun menurut rencana ipul.


Tadi ibu ipul datang membawakan makan siang. dan mereka makan siang bersama di lantai atas. Ayah dan ibu ipul pulang setelah mereka makan siang bersama. karena ipul sudah datang untuk menyusun peralatan toko barunya.


Tiga mesin berjejer di dinding sebelah kiri. Hanya tujuh komputer di susun di sebelah kanan. lima lagi ipul simpan dulu. kalau ramai toko fotocopynya akan di pakai bila perlu.


Etalase kecil berada di depan dan dua etalase di tengan, membelah di tengah toko. untung ruko ini ruko baru. hingga lebarnya mungkin lima meter. dan panjang lebih sepuluh meter.


beda dengan toko lama, yang lebar tokonya empat meter. Jadi walau hanya satu pintu bisa terlihat lapang.


Rak pajangan di letakan di bagian belakang. terpaksa dua lapis. dan untung lagi rukonya panjang.


Semua barang sudah tesusun sesuai arahan ipul. juga lemari dan tempat tidur sudah dibawa ke lantai dua.


Lely juga sudah membentangkan karpet tebal dan kasur santai. hingga ketiga anaknya bermain di atas kasur santai.


Menjelang ashar semua sudah selesai. ipul dan kely sangat puas dengan susunan di toko barunya.


Ipul membayar keempat orang yang membantu ipul menata tokonya. mereka juga yang membantu ipul menaro lima koper keatas mobil ipul. hingga mobil ipul penuh , dan terpaksa kursinya dilipat.


Padahal mobil ipul berbodi besar. mobil paj*** yang terkenal besar.


"Bagaimana sayang?!". tanya ipul pada istrinya.


Mereka tinggal berdua menyusun atk ke rak dan etalase yang masih berada di dalam kardus.


"Bagus bang. mudah-mudahan usahanya lancar seperti toko kemaren".ucap lely.


"Aaminn..". jawab ipul.


"Anak-anak dimana?!". tanya ipul. karena tidak mendengar suara ketiga anaknya.


"Mereka tertidur. sehabis sholat ashar tadi diajak rebahan langsung tidur mereka!". jawab lely.


"Selimut kan sudah dibawa keatas!". tanya ipul.


"Sudah bang. semua peralatan di bawa keatas. cuma koper saja yang di taro di mobil". jawab lely.


"Biar saja disini dulu. mana tahu dibutuhkan di sini.


Oh ya. televisi?!".


"Keduanya di atas". jawab lely.

__ADS_1


Sedang sibuk mereka menyusun atk dan perangkat toko. tiba-tiba datang mobil yang katanya akan memasang terali di tangga.


Ipul dan lely kaget. padahal mereka baru berencana untuk memesannya. ternyata kata orang itu, ayah lely sudah memesan toko ini di kontrak. dan hari ini baru selesai. dan akan langsung di pasang.


Sementara pekerja memasang terali, lely keatas menenani anak mereka. jaga-jaga kalau nereka terbangun karena bunyi mesin bir pekerja.


"Assalamualaikum....


Sibuk ya pul?!". tanya ayah dan ibu mertua ipul datang.


"Waalaikummussalam..


Sedikit yah". jawab ipul menyalami ayah dan ibu mertuanya.


Ipul menghentikan pekerjaanya menyusun atk di etalase.


"Baru pulang kerja yah?!". tanya ipul.


Karena ayah mertua masih memakai pakaian kerja.


"Iya. tadi jemput ibu di Apotik. langsung kesini!". jawab ayah mertua.


"Lely dan anak-anak dimana pul?!". tanya ibu mertua.


"Oo.. itu juga hampir selesai!". ucap ayah.


Yang memang pekerja terali sudah hampir selesai memasang terali di tangga.


Sebab mesinnya sedah mati. dan seorang pekerja sedang sibuk mengemasi perkakas mereka.


"Sudah selesai pak. bisa bapak cek teralinya terlebih dahulu!". ucap pekerja terali.


Ayah mertua ipul menceknya. dan dia merasa puas.


"Hmm. sudah pas. terima kasih pak. berapa ongkos pasangnya pak?!". tanya ayah mertua.


"Oh tidak ada pak. semua sudah masuk dengan pembayaran kemaren. kata bos kami sudah lunas pak!". jawab pekerja.


"Baiklah. terima kasih. minum dulu pak". ucap ayah mertua menyuruh pekerja untuk minum.


Karena tadi sudah di letakan air mineral kemasan dan gorengan di atas etalase. dekat tangga.


"Terima kasih pak!". ucap mereka.

__ADS_1


Setelah pekerja keluar toko. ibu mertua langsung menuju lantai atas. karena mendengar suara cucunya sedang tertawa.


Ipul dan Ayah mertua beres-beres di toko.


Sampai menjelang magrib ipul dan lely terus menyusun, memasukan semua peralatan atk dan pajangan.


"Selesai. apa masih ada yang akan di beli bang?!". tanya lely.


"Saat ini cukup. karena semua barang sudah abang pesan lebih minggu lalu". ucap ipul.


"Ipul, lely. tutup saja pintu depan sebentar. sudah hampir magrib!". ucap ibu lely.


"Baik bu!". ucap lely dan ipul.


Maka ipul mengunci mobil dan menutup roling toko. diluar belu terlalu gelap. tapi sudah hampir pukul enam.


Setelah menurup roling toko dan memasang kunci pengaman. ipul dan lely naik ke lantai atas.


Semua sudah duduk santai sambil menonton televisi. ternyata ayah sudah memasang televisi walau belum di gantung.


"Tadi ibu beli nasi bungkus di dekat apotik ibu. kita makan sekarang atau siap magrib?!". tanya ibu.


"Siap sholat magrib saja bu. azan magrib sebentar lagi kok!". ucap ayah.


"Baiklah. sebaiknya berwudhu bergantian. pas azan selesai langsung sholat. berjamaah saja!". ucap ibu.


"Mukena cuma satu bu!. masih dalam kardus. tapi kardusnya yang mana aku lupa". ucap lely melihat banyak tumpukan kardus di sudut ruangan.


"Ya sudah, bergantian saja sholatnya". ucap ibu.


Tidak berapa lama terdengar azan magrib. ayah, ibu dan ipul sholat berjamaah. sementara lely gantian. karena mukenanya cuma satu.


Selesai lely sholat. Semua makan malam dengan nasi bungkus yang di beli ibu tadi.


Agak dingin sih, sudah satu jam belinya. Tapi tidak mengurangi nikmatnya makan malam bersama.


Untuk anakpun ibu beli satu bungkus, nasi putih dan lauk ayam bumbu saja, tambah mentimun iris.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2