Istriku Lely

Istriku Lely
Permintaan Adiva


__ADS_3

"Kok lama di dapurnya bang?!". tanya lely pada ipul.


"tidak lama kok!". ucap ipul menyusun piring di karpet tempat makan.


Lely sedang menyusui sikembar. tadi sedang meyusui Rayhan. dan sekarang menyusui raysa.


kak ve, kakak ipar membantu menyiapkan hidangan makan malam. dia membuka rantang tempat lauk yang dia bawa.


"Apa sudah tidur raysa sayang?!. kalau sudah abang pindah ke box. kita makan sama-sama!". ucap ipul.


"Iya bang!". ucal lely.


Ipul mengambil putrinya untuk di pindah ke box bayi. Lely memasang kancing bajunya yang baru selesai memberi asi kedua bayi kembarnya dan ikut bergabung untuk makan malam.


Abang zul dan istrinya sering mampir. sekedar untuk main dengan si kembar.


Menjelang pukul sembilan, abang zul pamit pulang. karena...


"Abang balik dulu ya". ucap bang zul pamit.


"Iya bang. hati-hati!". jawab lely.


Ipul mengantar kebawah, sekalian menutup toko. karena tadi dia mendengar pintu roling sudah di tutup.


"Aku akan langsung praktekan mulai malam ini. tidak mau kalah dari kamu!". bisik bang zul saat menuruni tangga.


Istrinya terlebih dahulu menuruni tangga.


"Semangat bang. aku do'akan semoga berhasil. biar adiva dan si kembar punya sepupu!". jawab ipul.

__ADS_1


"Aaminn..". jawab bang zul.


"Semangat!!". ucap ipul mengepalkan tangannya.


"Apa yang semangat?!". tanya kak ve melihat mereka.


"Sepupu untuk Adiva dan sikembar!". ucap bang zul.


Kak ve hanya diam memandang mereka.


Setelah abang zul dan istrinya pergi, ipul menutup terali teras toko yang menjadi garase mobilnya. kemudian membantu karyawan toko menutup toko.


Jefri memberikan catatan keuangan hari ini beserta uangnya. Laporan keuangan memang tiap hari di berikan.


Semua karyawan pulang ipul mengunci terali dan roling ruko dari dalam. Tidak lupa memeriksa colokan listrik, jika masih ada yang terpasang. Dan mematikan lampu toko, dan menghidupkan lampu yang dekat tangga saja.


.


Adiva sangat senang mempunyai adek bayi. dia paling heboh memangil ayah juga bundanya jika adek kembarnya menangis.


Ipul sebagai suami dan ayah siaga, selalu gesit dan cekatan saat membantu istrinya menjaga bayi.


Ipul mengerjakan rutinitas rumah tangga dan menjaga anaknya dipagi hari. juga membantu di toko. semua ipul kerjakan dengan senang dan bersemangat.


Orang tua lely datang dua minggu sekali. karena mereka juga bekerja.


Box Bayi rayhan dan Raysa di bawa ke kamar ipul dan lely kalau malam. dan kalau siang hari di kamar Adiva. karena permintaan adiva.


Sebenarnya adiva ingin adek kembar tidur dengannya. tapi ipul belum mengizinkannya. Karena ipul tidak ingin Adiva terganggu tidurnya di tengah malam. Sebab si kembar sering terbangun malam.

__ADS_1


"Adek bayi tidur di kamar adiva saja!". ucap adiva saat ipul mendorong box bayi kekamarnya.


"Nanti kalau adek bayi bangun bagaimana?!". tanya ipul.


"Adiva pangil bunda untuk nen kan!". ucapnya.


Ipul dan lely saling pandang. Ragu untuk meletakan si kembar di kamar Adiva, walau di dalam box yang berbentuk ayunan.


"Baik sayang. bunda juga akan tidur di kamar adiva!". putus lely.


"Bunda tidur sama ayah saja!". elaknya.


"Tapi adek bayi masih kecil sayang. harus di temani bunda!". ucap ipul.


"Nanti Ai pangil bunda jika adek menangis". ucapnya.


"Hmm baik sayang. tapi pintu kamarnya jangan di tutup ya. biar nanti kalau adeknya menangis bunda kangsung masuk". ucap ipul mengalah.


Walaupun kamar adiva tidak pernah dikunci, karena kuncinya tidak di pasang di sana.


"Bang...!". panggil lely.


"Biar kan saja sayang. kita tidur diluar di depan televisi saja. biar aman!". ucap ipul.


Maka, mulai malam itu, si kembar tidur di kamar adiva. dan terpaksa ipul dan lely tidur di luar, depan televisi..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2