Istriku Lely

Istriku Lely
Akan Lahiran


__ADS_3

Kehamilan lely sudah lebih enam bulan. Pagi itu lely pulang dari koas di jemput ipul. dan langsung kerumah ibunya.


Ipul membawa mobil yang di berikan mertuanya. Semenjak lely hamil. ipul memang memakai mobil untuk mengantar jemput istrinya.


Dia tidak ingin istrinya kelelahan naik motor.


Sesampai dirumah ibunya, lely langsung disuguhi sarapan pagi oleh mertuanya.


"Makan dulu sayang!". ucap ipul membawakan bubur kacang hijau buat istrinya.


"Aku makan di dalam saja bang". ucap lely.


"Ayo". ucap ipul membawa mangkok bubur keruang makan.


"Sehabis makan kamu istirahat ya. abang mau bekerja". ucap ipul.


" Baik bang". ucap lely.


"Ojie. abang mau berangkat kerja. kamu jaga istri abang ya!". ucap ipul pada adiknya fauzi, yang sedang membuat gorengan dan cemikan untuk warung ibu.


"Baik bang". ucap fauzi.


Ini yang membuat ipul tenang meninggalkan istrinya yang hamil di rumah ibu. banyak yang menjaga.


Kalau dirumah mereka ipul agak was-was, selain hanya sendiri dirumah, juga kamar mereka diatas. akan susah istrinya turun naik untuk makan atau ke dapur.


Apalagi lely sangat suka makan. pasti akan sering turun naik tangga. membuat ipul tidak tenang.


"Abang berangkat ya. jangan mandi dulu pagi ini. tidak baik. Aasalamualaikum". ucap ipul mencium kening istrinya.


"Waalaikumudsalam". jawab lely.


Ipul pergi bekerja mengendarai motornya, lebih cepat sampai. karena pagi-pagi waktu sibuk dan ramainya jalanan kota.


Dibengkel dealer ipul bekerja seperti biasa. juga rutinitas menjemput istrinya koas berjalan lancar.


Hanya waktu istrinya pulang koas sore ipul izin sebentar menjemput istrinya. Sebab kalau pulang sore istrinya keluar pukul tiga.


ipul menjemput pukul tiga lewat dan diantar kerumahnya, karena lebih dekat. Dan sore sepulang ipul bejerja baru mereka kerumah ibu untuk menginap.


Tidak terasa kandungan lely sudah memasuki sembilan bulan. menurut perkiraan seminggu atau sepuluh hari lagi melahirkan.


Tapi lely masih belum cuti. karena saran dokter yang memeriksa di rumah sakit daerah tempat lely koas.


Seandainya mendadak melahirkan Lely kan masih masih dirumah sakit, lebih cepat tindakan.


Lagian semenjak kehamilan tujuh bulan, lely dipindah tugas menjadi dokter jaga ke ruang rawat ibu melahirkan. jadi dirasa lebih aman untuk lely.

__ADS_1


Ipulpun tetap siaga menjaga lely. kalau lely dinas malam, ipul akan tidur dimobil di parkiran rumah sakut, agar dia selalu dekat istrinya jika di perlukan.


Ini dilakukan karena hari perkiraan lahirnya semakin dekat.


Untuk persiapan lahiran ipul dan lely sudah membelinya beberapa. mereka membeli saat lely sedang libur mingguan bulan lalu.


Bahkan ibu ipul dan juga mertuanya sudah banyak membeli untuk menyambut kelahiran cucu perama mereka.


Dirumahnya, mertuanya sudah meletakan semua keperluan bayi. bahkan kamar ipul dan lely sudah diisi peralatan untuk bayi.


Dirumah orang tua ipul pun ibunya juga membelikan beberapa keperluan bayi.


.


Pagi itu Ipul mengantar istrinya bekerja kerumah sakit seperti biasa, dan dia akan kebengkel.


"Sayang. kamu ambil cuti saja mulai besok ya!. Sepertinya kamu sudah susah untuk berjalan. takutnya kamu kelelahan". ucap ipul pagi ini saat di perjalanan di atas mobil.


"Aku rasa tidak apa bang. aku tidak banyak bekerja kok. cuma visit untuk periksa kekamar ibu yang baru melahirkan.


Lagian akan jalan santai dari kamar kekamar, kan seperti menunggu lahiran bang. jalan di lorong kamar rawat inap". ucap lely.


"Tapi kan kamu jalan sendiri sayang".


"Tidak sendiri bang. kalau visit akan didampingi perawat kok. tidak oernah jalan sendiri". ucap lely menenangkan suaminya.


"Hff.. nanti kalau ada apa-apa cepat hubungi abang ya. abang khawatir kamu kelelahan". ucap ipul.


Ipul tersensum, mengambil tangan istrinya dan menciumnya.


Ipul sebenarnya sudah menyuruh istrinya untuk cuti. karena istrinya sudah lambat bergerak, tapi istrinya masih merasa nyaman untuk bekerja.


Katanya untuk gerak tubuh, biar tidak kaku. Akan lebih enak jalan dilorong rumah sakit, seperti menunggu kelahiran. ucapnya


Ipulpun pasrah, mungkin memang begitu keinginannya.


Menjelang istirahat siang, ipul bersiap-siap untuk kerumah sakit. kalau istrinya dinas pagi, ipul akan makan siang di rumah sakit bersama istrinya.


Dia sudah membawa bekalnya tadi pagi. dan meletakannya di mobil.


Bahkan di mobilnya juga sudah tersedia perlengkapan untuk lahiran. Bukan perlengkapan bayi saja, juga ada bantal dan selimut. karena ipul tidur dimobil jika istrinya dinas malam.


"Belum lahiran istrimu Pul?!". tanya pak bos saat ipul menuju parkiran mobil dealer. Karena bosnya juga akan keluar.


"Belum pak. masih menunggu jadwal. Inshaaalah". ucap ipul.


"Semoga lancar sampai lahiran. salam buat istrimu ya". ucap bos.

__ADS_1


"Aamiin..Terimakasih pak. akan aku sampai kan pada istriku". ucap ipul.


Mobil ipul bersisian parkir dengan mobil bosnya.


"Hebat kamu pul, mobil kamu sama dengan mobilku". ucap bosnya.


Karena mobil mereka sama, sama- sama P***** terbaru, hanya beda warna. punya bosnya hitam, dan yang ipul pakai putih.


"Ah bapak jangan menyindir lah. Kan bapak tahu, ini mobil mertuaku ".ucap ipul tersenyum.


Bosnya kan masih saudara jauh ayah mertuanya. tentu dia tahu bagaimana kaya dan suksesnya mertua ipul. dan tahu keadaan ipul juga, yang hanya pekerja bengkel.


"iya iya.. Alhamdulillah pul. walau punya mertua kan juga kamu bisa pakai sepuasnya. kan menantu kesayangan kamu itu". ucap bos.


"Alhamdulilkah pak. Mari pak". ucap ipul masuk kemobilnya.


"Ya silahkan". jawab bosnya.


Ipul pun keluar dari parkiran dealer menuju rumah sakit daerah, yang berada tidak jauh dari tempat bekerjanya. hanya belok kiri di perempatan lampu merah depan, tidak jauh dari dealer motor.


Sampai di rumah sakit, ipul mengabarkan pada istrinya. kalau dia sudah sampai. dan akan menuju ruang tempat istrinya berjaga.


Lalu mereka jalan berbimbingan menuju kantin, untuk makan siang. Karena mereka akan makan siang disana.


"Selamat siang dokter lely. sehat ibu dan calon bayinya?". sapa ibu kantin yang berada di kasir.


"Alhamdulillah sehat bu. Numpang makan siang ya bu". ucal lely tersenyum.


"Iya silahkan dokter. Tidak apa-apa silahkan". ucapnya.


karena tahu dokter lely selalu membawa bekal.


Pemilik dan penjaga kantin sudah hafal dan kenal dengan ipul dan dokter lely. karena mereka sering makan siang atau makan malam dikantin ini. Dan selalu bawa bekal.


Mereka tahu itu dan paham. karena ibu hamil pasti butuh makanan sehat.


Selesai makan mereka berbincang sejenak, dengan santai. karena masih ada beberapa menit lagi waktu istirahat.


"Bang... abang izin untuk tidak balik bekerja ya". ucap lely.


"Kenapa?! kamu sakit?!". ucap ipul kaget.


"Aku sudah merasa sedikit sakit di pinggang dan perut. tapi masih belum ada tanda sih. masih satu jam lebih fasenya". ucap lely mengusap perut bawahnya. dan pinggangnya bergantian.


"Kita periksa saja bagaimana?!". cemas ipul.


"Sebentar lagi lah bang, kalau sudah teratur setengah jam sakitnya". ucap lely.

__ADS_1


"Tidak sayang, kamu harus cek dulu pada dokter obgyn. mana tahu mau lahiran cepat". ucap ipul.


"kamu coba telfon dokter. mana tahu masih ada praktek". ucap ipul.


__ADS_2