
Setelah makan siang bersama. baik orang tua dan saudara ipul. juga yang membantu ayah tadi.
Semua mengemasi peralatan dan perlengkapan, yang digunakan saat panen ikan dan makan siang.
Karena panen ikan sudah selesai, yang di sambung setelah makan siang tadi dan sholat zuhur. semua yang membatu pun juga sudah pulang. juga mobil yang membawa ikan sudah berangkat.
Tinggalah ayah, ibu, saudara ipul besarta istri dan anak-anaknya. untuk beres-beres. Antopun juga ikut membantu.
Menjelang ashar mereka pulang kerumah, tentu dengan kebahagiaan yang tidak akan terlupakan.
kebersamaan.
Sampai malam.mereka berkumpul dengan bercerita yang tidak ada habisnya.
Mereka masih menginap di rumah ibu.
Pagi harinya ipul, lely dan ketiga buah hatinya berangkat dari rumah ibu, untuk melaksanakan pekerjaan rutinitasnya.
Mengantar adiva sekolah, membuka toko sambil menjaga si kembar karena belum sekolah. Juga akan mengantarkan lely untuk bekerja di rumah sakit daerah, sebagai dokter bedah.
Begitulah rutinitas ipul setiap hari. Dia sangat menikmati kegiatannya yang selalu mendekatkan keluarga kecilnya.
Dia sangat bersyukur atas kebahagiaan dan kenikmatan yangballah swt berikan kepada keluarga kecilnya.
Mempunyai istri yang sholehah dan baik. mengargai ipul suami yang awalnya tidak dia kenal,dan juga usianya lebih kecil darinya.
Tapi lely sangat senang dan bangga debgan perhatian dan tanggung jawab suaminya itu kepada keluarga kecilnya.
__ADS_1
Ipul juga sangat senang sudah mempunyai tiga buah hatinya yang gantebg dan cantik, juga cerdas. mereka sangat pengertian dan tidak rewel.
Dari bayi didampingi ipul dan lely tanpa ada bantuan dari pengasuh. Bahkan ipul yang membantu keperluan istri dan ketiga buah hatinya.
Sehingga mereka sangat dekat dengan orang tuanya.
Kudua orang tua ipul juga sangat mendukung semua yang ipul lakukan. walau awalnya mereka sedikit takut. Anaknya yang hanya seorang montir dan belum genap berusia dua puluh dua tahun, harus menikah.
Tapi keraguan mereka terobati, dengan iklas dan senangnya ipul menerima pernikahan itu. hingga keluarga kecil itu bahagia.
Kedua mertua dan kedua abang ipar ipul juga sangat perhatian. Mereka tidak begitu lepas tangan setelah anak dan adik perempuan mereka menikah.
Tapi mendukung dan memberikan peluang untuk ipul berusaha, agar ipul tidak hanya jadi bapak rumah tangga.
Walau bisa saja begitu. karena istrinya mempunyai warisan yang tidak sedikit uang yang di terima tiap bulannya. Berupa hasil sewa kontrakan dan hasil panen kebun serta sawah bagian istrinya.
menekuni pekerjaannya. Walau kadang lebih banyak mengawasi saja dan sedikit bantu-bantu. karena ipul lebih memperhatikan kebutuhan ketiga buah hatinya, dan kepada istri tercinta. Lely.
"Sayang. Apa kamu tidak ingin punya bayi lagi?!". tanya ipul.
Saat ini mereka baru saja selesai olah raga malam.
Kegiatan suami istri yang rutin mereka laksanakan. membuat mereja semakin mesra seperti pengantin baru yang selalu menunggu datangnya malam.
Walau adiva dan di kembar sudah besar. Tapi memiliki anak lagi masih ada keinginan ipul dan lely.
"Hehe... tahun depan Sikembar masuk tk, tentu abang semakin sibuk tiap pagi.
__ADS_1
Apalagi mereka juga sudah hampir lima tahun. dan butuh oenjagaqn ekstra!". ucap lely memeluk suaminya.
Mereka masih polos di bawah selimut tebal.
"Sibuk sedikit!. kan kalau mereka sudah diantar kesekolah, abang kesepian sampai menjemput mereka pulang sekolah!.
Hanya duduk dan bantu-bantu saja di toko. Kangen mengeloni bayi lagi". ucap ipul menciumi pucuk kepala istrinya.
"Hmm.. kita berdo'a saja bang. semoga kita masih di beri rezeki titipan buah hati dari allah swt!". jawab lely.
"Iya. kita harus selalu berdo'a.
Tapi kita juga harus rajin berusaha. Tiap hari, tiap malam abang akan berusaha membuat kamu hamil!". ucap ipul menaiki tubuh istrinya.
Dan
Kembali mereka melakukan olah raga malam. penuh cinta dan kasih sayang yang tidak pernah habis, semenjak pertama kali mereka mereka menikah, dan bergelar suami istri.
Hingga menghasilkan tiga buah hati yang mereka usahakan berdua, di atas dasar cinta dan kasih sayang. dan saling mengisi hari-hari mereka kedepannya.
"Terima kasih sayang.
Nurlaily Saadah. istriku tercinta!". ucap ipul.
Memeluk erat tubuh polos istrinya yang kelelahan, melayani nafsu liar ipul yang tidak ada habisnya.
TAMAT
__ADS_1