Istriku Lely

Istriku Lely
Maaf


__ADS_3

Lely dan Ipul mengurut dada mendengar cerita Andri. Mereka melihat saja kepada Andri yang sedikit salah tingkah. karena terus di perhatikan lely dan ipul.


Sedangkan Bobi geleng-geleng kepala mendengar cerita Andri. Teman Andri yang sedari tadi juga mendengar ikut geleng- geleng kepala.


"Diancam tapi menikmati! dasar kamu". ucap bobi memukul lengan Andri.


"Kucing mana yang menolak disuguhi ikan". balas Andri.


"Pantas kamu orangnya agak mesum!, sudah tidak perjaka rupanya". ucap teman Andri yang duduk di meja belakang mereka, sambil tertawa


"Ssstt... jangan keras-keras, bisa merusak pasarku". Ucap Andri pada temannya melotot.


"Biar saja tidak laku, jadi bujang lapuk saja kamu. Dasar teman tidak punya ahlak kamu. Mau saja mencelakai teman sendiri". balas Bobi.


"Aku mengaku salah, karena kecerobohanku ini aku hampir saja kehilangan teman sendiri". ucap Andri memandang lely dengan pandangan menyesal.


"Maaf saja itu tidak cukup Andri, kamu telah membuat lely mengalami banyak kerugian. Tidak hanya kuliahnya tertinggal, tapi dia juga mengalami Amnesia selama dua tahun. Apa hanya dengan maaf kamu bisa mengembalikan semua?!". ucap Bobi marah dan menatap Andri tajam.


"Apa?!. Kamu amnesia?!". tanya Andri kaget, memandang lely.


Lely mengangukkan kepala melihat kearah Andri.


"Maafkan aku lely, karena kecerobohanku kamu jadi sakit dan tertinggal koasmu". ucap andri berlutut di lutut lely dan menangis.


"Maafkan aku lely.... maafkan aku.., semua salahku.. karena kebodohanku.. maaf...". ucapnya menangis.


Semua mendengar tangis penyesalan Andri. Semua yang ada di sekitar mereka memperhatikan Andri yang berlutut dan menangis, sambil memegang tangan lely dan meletakan keningnya pada lutut lely.


Lalu andri menegakan kepalanya melihat lely. Lelypun memandang andri datar.


"Waktu kamu dirawat, aku sering melihat kamu kerumah sakit. Tapi aku tidak diizinkan orang tuamu bertemu kamu. Juga teman-teman, mereka malah mengusir ku jika aku datang.


Aku sering mencuri-curi melihat kamu, aku mampir saat aku pulang koas dari rumah sakit sebelah. Pernah di bantu oleh perawat yang bukan teman kita, ada tiga atau empat kali aku menemui kamu saat koma.


Tengah malam datang, saat orang tuamu dan teman sedang istirahat. Aku datang dan menemui kamu di ruang intensif atas bantuan perawat yang jaga".ucap Andri saat tangisannya berhenti.

__ADS_1


"Berapa lama kamu amnesianya? aku sunguh tidak tahu, karena saat aku datang untuk melihat kamu, kata perawat disana kamu di bawa oleh keluargamu ke rumah sakit yang ada dikota kamu tinggal". sambung Andri lagi.


"Dua tahun aku mengalami amnesia. Dan baru ingat beberapa hari yang lalu". jawab lely sambil menarik nafas panjang, berusaha melepaskan tangan andri yang memegang tangannya.


Tapi tidak dilepaskan andri, malah mengengam erat tangan lely. membuat ipul emosi melihatnya.


"Makanya tadi aku ke kampus untuk mendaftar lagi untuk koas. Dan aku diizinkan koas lagi, tapi dari awal koasnya". ucap lely.


"Aku sunguh minta maaf padamu, aku tidak tahu, dan aku juga tidak menyangka akan terjadi seperti itu" ucap Andri masih menagis.


"Dan aku pernah kerumah kamu tahun lalu. aku bertanya pada orang yang ada warung tidak jauh dari rumahmu, tapi mereka bilang tidak tahu tentang kamu. kata mereka tidak pernah melihat kamu di rumah atau keluar. dan mereka bilang mungkin kamu berada di luar kota.


Sebulan yang lalu aku juga mampir, tapi rumah kamu kosong bahkan kata orang di sana kamu pindah. maaf!". Sesal Andri.


Lely hanya memandang andri saja. Ipul pun sama, karena dia kesal mendengar cerita dari andri. Yang begitu tega mencelakai Istrinya. Ingin ipul memukul Andri, tapi dia tidak bisa bertindak semena-mena.


"Makanya kamu itu harus mikir dulu sebalum bertindak. Untung lely masih bisa selamat. Bagaimana kalau tidak, akan jadi penyesalan seumur hidupmu". ucap Bobi.


Andri kembali menangis berlutut di kaki lely, dia tidak bisa menahan tangisnya.


Semua melihat saja pada andri yang menangis. Diam tampa berkata-kata lagi.


Andripun kembali duduk di kursinya di samping bobi. Semua diam dengan fikiran masing- masing.


Tiba-tiba ponsel Lely berbunyi. Dan ternyata abang lely menelfonnya.


"Assalamualaikum Bang...". ucap lely mengangkat telfon dari abangnya.


"Aku di tempat makan...


"Abang mau kesini atau..


"Baik bang..". jawab lely.


Lely melihat kearah ipul

__ADS_1


"Abang... Abang Zul menunggu di parkiran, katanya kita langsung berangkat. Agar tidak terlalu malam sampai dirumah". ucap lely pada ipul.


"Baik, kita kesana". ucap ipul berdiri dari duduknya. "Maaf, kami harus balik ke kota tempat kami tinggal".


"Terima kasih ya, aku balik dulu". ucap Leli berdiri mengikuti suaminya berdiri.


Bobi dan andripun ikut bangkit dari duduk mereka.


"Lely..kamu masih maukan jadi temanku?". ucap Andri mendekati dan memegang tangan lely.


Lely menganggukkan kepalanya, sambil melepaskan pegangan tangan Andri dari tangannya.


"Terima kasih". ucap andri.


"Lely, aku dalam minggu ini ada kunjungan ke kotamu, aku akan mampir". ucap Bobi sambil menyalami Lely.


"Baik, aku tunggu". ucap lely.


"Semangat ya Pul, aku senang lely dapat suami baik dan mau manjaga Lely temanku. Samawa, dan cepat diberi lely junior dan ipul junior". ucap bobi menyalami ipul.


"Terimakasih...". ucap ipul menerima tangan Bobi.


Setelah berpamitan Ipul dan lely menuju pintu utama mall, karena abang mereka sudah menunggu disana. Mereka berjalan seperti biasa, saling berpegangan tangan.


Belanjaan lely di tenteng ipul.


Dari jauh Mey masih mengikuti Ipul dan lely, karena masih penasaran pada ipul.


'Ipul... aku masih belum bisa melupakanmu. melihat kamu bahagia dengan istrimu aku ikut senang. semoga kamu bahagia selalu' gumam mey menghapus tetesan air matanya yang mulai menetes.


.


.


.

__ADS_1


🙏🙏


baru bisa update lagi, 🙏


__ADS_2