Istriku Lely

Istriku Lely
Saling Memaafkan


__ADS_3

Ipul dan lely saling pandang. lely menganggukan kepala. Ipul membimbing lely menuju meja tempat ibu berbincang dengan orang tua mey. dan mereka duduk berdampingan.


"Ibu ingin tahu yang sebenarnya pul. bagaimana kamu bisa-bisanya menikah duluan tanpa kabar apapun pada mey". ucap ibunya mey.


Ipul menarik nafasnya. tangannya masih mengenggam tangan lely.


"Bu. kan kemaren sudah aku katakan. kalau aku sudah putus dari mey sebelum aku menikah.


Apa ibu sudah menanyakannya pada mey?". ucap ipul memandang ibu mey.


"Mey tidak dirumah". jawabnya ketus.


"Apa ibu sudah bertanya pada ayah Mey?. apa ayah sudah menjelaskan kenapa aku dan mey putus?!


Tapi itu sudah tidak ada gunanya lagi. karena aku sudah menikah, dan aku menyayangi istriku.". ucap ipul memandang ayahnya mey. sambil memegang tangan lely.


Ayah mey melihat ipul yang sedang memandangnya. lalu menarik nafasnya pelan.


"Ini antara kamu dan mey. kenapa ayah yang harus menjawab?!". tegas ibunya mey.


"Tapi ayah mengetahui alasannya bu. Aku hanya mengikuti keinginan beliau. Dan itu sudah aku laksanakan.


Dan tentang aku yang menikah, tidak ada hubunganya dengan mey. karena aku dan mey memang sudah putus sebelum aku menerima perjodohan dari orang tuaku". jelas ipul.


"Tapi mey tidak pernah bicarakan kalau kalian putus, bahkan mey juga tidak ada membicarakan kalian yang sedang ada masalah!". ibunya mey menjawab ketus.


"Mungkin mey belum sempat cerita. dan itu bisa ibu tanya ke mey nanti".jawab ipul.


"Apa kamu memang selingkuh dibelakang mey. makanya kamu menikah tanpa sepengetahuan mey!". cercanya.


"Ibu..!". sangah ayah mey.


"Aku sudah bilang, aku menerima perjodohan setelah putus dari mey. Bahkan mey tahu kalau aku akan menikah, dan istriku tidak ada hubungannya saat aku putus dengan mey. karena kami belum pernah bertemu". ucap ipul tegas.


"Bahkan sebelum aku putus pun aku sudah bilang pada mey. kalau kami tidak mungkin bersama. karena kami berbeda. seperti yang ayah mey bilang padaku dan kedua orang tuaku.


Makanya aku menerima saat ibu menjodohkan aku dengan anak temannya. karena aku tidak ingin mey berlarut-larut menungguku, aku telah memutuskan mey dan mey tidak terima". tambah ipul.


Ibu dan lely hanya mendengar saja. ibu tadi juga ikut disalahkan ibunya mey, yang mengatakan menjodoh kan ipul saat masih pacaran dengan mey.


sedangkan lely diam, tidak tahu permasalahannya. Ipul terus mengenggan jemari lely. itu nampak jelas oleh orang tua meydina.

__ADS_1


"Aku cuma ingin kejelasan pul. aku...".


"Ibu tanya langsung pada ayah". potong ipul sambil menunjuk ayahnya mey.


Ayah mey melihat ipul yang sedang memandangnya. lalu menarik nafasnya pelan dan melepasnya kasar.


"Aku tahu. mungkin tindakan ku waktu itu salah. Aku tidak tahu, akan begini jadinya. maaf membuat kamu dan keluargamu tidak nyaman". ucapnya pelan.


"Apa yang ayah katakan. kenapa minta maaf?!". tanya bu Bet heran memandang suaminya.


"Bu.. kita bicara di rumah saja. kita akan mencari mey dulu". ucap ayah meydina.


"Ibu ingin tahu yang sebenarnya yah. ibu tidak ingin terjadi kesalah pahaman. dan ibu ingin jawaban sekarang". jawabnya tegas.


Ayah meydina diam, tidak menjawab pertanyaan istrinya. cuma melihat saja.


"Jawab yah.. apa sebenarnya yang terjadi". tanya ibunya mey.


"Bu, sebaiknya bicara dirumah saja". ucap ayah mey akhirnya, setelah diam beberapa saat.


"Sebaiknya begitu bu, lebih baik bicarakan dengan mey. Biar tidak ada lagi kesalah pahaman. dan semoga ibi dan mey iklas. karena saya sudah punya istri. yang sangat aku sayangi". ucap ipul sambil merangkul lely.


"Ibu mau ayah menjawab dekat ipul, karena ingin tahu dari kedua belah pihak. dan tidak ada rahasia atau bicara lain lagi". tegas ibu mey memotong ucapan ipul yang akan berdiri.


Ayah mey menarik nafas pelan. dan menghembuskan pelan.


"Bu.. waktu itu ayah cuma ingin memotivasi ipul untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan dari pada bekerja di bengkel. Ayah hanya merasa pekerjaan ipul yang hanya mekanik di dealer tidak bisa diandalkan untuk berumah tangga.


Makanya, ayah bilang pada ipul kalau ipul tidak cocok untuk jadi menantu jika hanya jadi pekerja di bengkel. dan...".


"Ayah..... !, jadi semua berawal dari ayah!!. ayah yang membuat..., ah tidak ibu sangka, ayah berfikiran sempit dan berjiwa kecil. menilai dan merendahkan pekerjaan seseorang!!..". teriak ibu mey berdiri, sambil melotot pada suaminya.


"Ayah minta maaf". ucap ayah mey.


"Ayah... ibu tidak menyangka. ternyata ayah yang jahat". ucap ibu mey menangis.


"Aku minta maaf.. aku Juga minta maaf pada ipul, dan juga pada Rahma. karena sudah mendatangi warungmu waktu itu secara tidak baik". ucap ayah mey pada ibu ipul.


Semua hanya diam, hanya suara tangis pelan ibu mey yang terdengar.


"Maafkan aku". gumam ayah mey lagi.

__ADS_1


"Kami sudah memaafkannya. akupun juga minta maaf, karena waktu itu memarahi kamu, karena kamu sangat merendahkan anakku. tapi aku sudah memaafkanmu". jawab ibu ipul.


"Kami yang seharusnya minta maaf. aku tidak tahu masalahnya, bahkan aku yang memarahi ipul dan mengangab ipul yang jahat pada mey.


Aku malu, karena telah salah paham pada ipul dan istrinya". ucap ibu mey di sela tangisnya.


"Aku sudah memaafkan ibu, ayah dan mey. juga maafkan atas sikapku selama ini. karena pernah mengecewakan kalian". icap ipul.


"Terima kasih pul. aku mendo'a kan semoga kalian menjadi keluarga sekinah mawaddah warohmah.


Ibu minta maaf, juga pada istrimu pul. siapa nama istrimu pul?!". tanya ibu mey.


"Aamiin.. nama istriku Lely bu". jawab ipul.


"Lely.. maafkan ibu ya, yang sudah salah duga pada kalian. ibu sungguh minta maaf!". ucap ibu mey.


"Sama-sama bu, aku juga minta maaf". jawab lely.


"Semoga dengan kejadian kemaren menjadi persaudaraan kita tidak rengang. dan silaturahmi tetap terjalin". ucap ibu ipul bijak.


"Aamiin....."


"Sampaikan salam dan maaf kami pada mey. semoga mey ikhlas, dan semoga mey mendapatkan jodoh segera". ucap ibu ipul pada irang tua mey.


"Aamiin...semoga.. terimakasih rahma". ucap ayah mey.


Setelah kesalah pahaman terselesaikan, semua saling memaafkan dan saling mengerti.


Terdengar azan ashar di mesjid, orang tua mey mohon izin untuk pulang.


"Ibu, ibu sholat ashar dulu, biar aku yang jaga warung menjelang sani datang.


Biasa Sani datang mengantikan ibu untuk sholat ashar. sebab setelah sholat ashar ibu akan membuat gulai untuk lontong sayur jualan besok. Sementara untuk supnya memang sudah di rebus tadi, dan setelah agak empuk akan direbus dengan api kecil selama dua jam lebih dengan bumbu dan rempah.


Sup jualan ibu biasa bikin sup daging dan sekali-sekali bikin sup buntut.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2