
Setelah mobil ayah mertua ipul keluar pagar pergi membawa ketiga buah hati ipul keacara ulang tahin cucu temannya.
Ioul menutup kembali pintu pagar dan menguncinya.
Ipul mengemasi sampah dan rerumputan yang baru di cabut. dan lely menyapu. dan nenaronya di kantong sampah.
"Sudah selesai bang. abang mandilah dulu atau makan!". ucap lely.
Saat mereka mereka mencuci tangan, setelah mengemasi peralatan goro mereka.
"Mandi dulu sayang. Gerah!". ucap ipul.
"Baik bang
biar aku siapkan airnya!". ucap lely.
"Tidak usah, kita mandi bareng saja. biar cepat selesai!". ucap ipul.
Membimbing istrinya menaiki tangga menuju kamar mereka.
Mereka mandi saling bantu, mengosok dan menyabuni.
"Sekarang sudah jarang kita mandi bareng ya sayang!". ucap ipul menyabuni punggung istrinya.
Mereka berdua duduk di bathtub yang penuh dengan busa sabun.
"Iya bang. kan kita sering mandi buru-buru. Anak-anak lebih butuh perhatian sekarang!". jawab lely.
"Hehe... jadi ingat waktu kita masih belum di karunia i anak. Dan hanya berdua saja di rumah.
Kapan dan dimana saja kita bisa nyicil.
Abang sangat suka. apalagi saat memasak di dapur.
Hmm.. sangat gila kalau kita lakukan sekarang!". ucap ipul sambil mendekap tubuh polos istri nya dari belakang.
"Ish abang. ingat! sekarang kita tidak berdua di rumah. bisa kacau kalau mereka melihat kita sedang..
Ahhh....!". desah lely saat tangan ipul mulai nakal.
"Jadi pengen melakukan siang hari sayang. semenjak kita pindak kesini. belum pernah kita olahraga ranjang siang hari!". ucap ipul.
lalu menarikbtangan istrinya, untuk berdiri di bawah shower mandi. menghidupkan shower. dan membilas tubuh mereka.
Setalah bersih dari busa sabun, membopong tubuh polos istrinya kekamar dan meletakannya di kasur dengan oelan. Ipul pun sama polos. tubuh mereka sama-sama masih basah karena belum di keringkan.
__ADS_1
Ipul mengambil selimut yang berbahan handuk.
Dan...
Ah... ah...
Suara erangan dan des..h mereka berdua seirama dengan gerak tubuh mereka yang berpacu.
Hanya pinggang ipul kebawah yang tertutupi selimut. karena gerakan pinggul ipul dan kaki lely membuat selimut tertarik kebawah.
ah..
goyangan pinggul ipul yang menekan adiknya membelah inti tubuh istrinya yang sedang melebarkan pahanya. beradu cepat, saling ...
"Sshhhh... ah... abang!". Desah lely saat adik ipul terus mengacak-acak ruang yang terasa ah... ah..
"Sebentar sayangh... shhhh.. ah.. ah...". pinggul ipul semakin cepat bergerak.
"Terima kasih sayang!". ucap ipul.
Menciumi wajah istrinya, yang sedang kelelahan.
Minggu pagi menjelang siang yang panas. Ipul dan lely olah raga ranjang dengan semangat mengelora.
Apa tidak akan jadi adik si kembar nanti!". ucap ipul saat mereka mandi lagi.
Mereka kembali mandi setelah olah raga ranjang. Dan ipul kembali membantu istrinya mandi dan mengeringkan rambut.
"Inshaa allah tidak bang.
Aku rencana mau pasang alat kontrasepsi spiral saja bang. biar aman!". ucap lely.
"Apa baik untuk kesehatan sayang!?. kenapa tidak pakai suntik atau balon saja. kan sudah lama kita pakai balon sayang.
Selama ini balon tetap aman kok!". ucap ipul.
"Tidak apa-apa pakai spiral bang. kan cuma pakai yang dua atau tiga tahun.
Kalau suntik, kan kb hormon. takutnya kalau kita mau tambah anak akan lama proses menetralkan darah.
Kalau balon. Hmmm... bagaimana ya.
Aku lebih enak tidak pakai balon bang. lebih terasa.. begitulah.. hehe!". jawab lely malu.
"Terasa apa. enak tidak pakai balon maksudnya!!". ucap ipul memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
Menempelkan perutnya ke pungung istrinya, dan mengosok- gosokan adiknya yang mulai bangun lagi.
"Ish abang!!". ucap lely geli.
Karena merasakan adik ipul sudah keras menekan pinggangnya.
"He..he...!". ipul menyengir saja.
Dia mengangkat istrinya yang sedang duduk di kursi meja rias. lalu ipul yang duduk di kursi meja rias, sambil memeluk istrinya di pangkuannya.
"Kalau abang, mau abang pakai balon atau tidak. tetap sama nikmatnya.
Kamu dan tubuh ini sangat abang ingini dan abang rindukan setiap waktu". ucap ipul menciumi wajah isyrinya yang berada dalam pelukannya.
"Abang izinkan kalau kamu mau pakai kontrasepsi tersebut, asal tidak menganggu kesehatan kamu.
Abang tidak mau kamu kamu sakit, jika rahim kamu diisi benda lain. rahim kamu hanya boleh diisi bibit abang. Anak kita!.
Tapi abang akan izinkan kamu untuk mencobanya. dengan syarat, kalau kamu tidak nyaman. segera buka saja". ucap ipul.
"Hmm... baik bang. Aku akan konsultasi dengan bang zul!". jawab lely menganggukan kepalanya.
Ipul menciumi wajah istrinya. Dia sangat bahagia, punya istri yang sudah mendampinginya hampir sepuluh tahun.
Walau istrinya seorang dokter dan usianya lebih tua darinya, tapi kebersamaan dan keterbukaan mereka. membuat mereka sangat harmonis dan bahagia.
Semua selalu di bicarakan dan didiskusikan setiap apa yang akan mereka laksanakan.
"Ayo kita makan!. abang lapar!". ucap ipul menyudahi ciumannya.
"Baik bang. tapi aku mau membereskan tempat tidur!". ucap lely.
menunjuk kasur yang seperti kapal pecah, basah dan berantakan. Karena baru bebapa menit yang lalu mereka olah raga ranjang.
"Biar abang yang membersihkan. kamu siap kan saja makan siang kita!". ucap ipul.
"Baik bang!". ucap lely.
Dia turun dari pangkuan suaminya. dan menuju dapur. untuk menghidangkan makan siang menjelang zuhur.
Ipulpun bersiap membersihkan tempat tidur yang basah dan berantakan.
.
.
__ADS_1