Istriku Lely

Istriku Lely
Menjaga toko.


__ADS_3

Malam pertama mereka menginap di ruko ini. masih agak canggung. Mereka masih merasa asing dengan suasana kamar dan ruangan.


Tadi pukul sembilan saat toko ditutup, ipul dibantu jefri untuk menutup toko ini. ipul juga memasukan mobilnya ke ruko sebelah, yang kata bang zul untuk sementara jadi garase mobil dulu.


Jika toko ramai dan berkembang, toko bisa di perbesar ke sebelah.


Suasana ruko yang ditepi jalan juga membuat mata mereka engan untuk terpejam. Suara kendaraan yang lalu lalang merupakan hal yang baru bagi mereka.


Mereka yang biasa tinggal diperumahan tentu tidak ada mendengar bisingnya suara kendaraan.


Beda dengan sekarang. Mereka tinggal di jalan besar, tentu saja berbagai bunyi knalpot kendaraan yang lalu lalang.


"Belum tidur?!". tanya ipul pada istrinya yang masih berguling kekiri kekanan.


Ipul melihat jam didinding, sudah hampir pukul dua belas malam.


Untung baby adiva tidur di box bayinya di kamar sebelah.


"Tidak bisa tidur bang. mungkin suasana baru. juga ada suara kendaraan yang lewat. tambah bikin susah tidur". ucap lely.


"Ya beginilah kalau tinggal dekat jalan raya. dua puluh empat jam selalu ada kendaraan yang lewat". ucap ipul menarik istrinya kedalam pelukannya dan mengelus kepala istrinya itu.


"Apa acnya di tambah dinginnya. biar bisa tidur kalau dingin?!". tanya ipul.


Kamar mereka memang di pasang ac oleh bang zul. karena kota P ini panas suhunya.


Karena kota p berada di tepi pantai dan juga ibukota provinsi yang padat penduduk.


"Tidak usah bang. nanti masuk angin kalau kedinginan. naikan suhunya sedikit bang. ini terlalu dingin". jawab lely.


"Atau mau abang bikin lelah dulu baru bisa tertidur". ucap ipul tersenyum nencium kening istrinya.


"Ish abang. Itu maunya abang". jawab lely mandekap suaminya.


"Maunya kita berdua sayang. Kalau tidak bisa tidur seperti sekarang". ucap ipul memulai aksinya membuat lelah istrinya, agar terlelap. Dia juga tidak bisa tidur, dan ingin lekas tidur.


Dan....


Aktifitas malam yang baru saja mereka lakukan, membuat mereka lelah dan membuat tidur mereka nyenyak hingga pagi.


.


Ipul merasa tidurnya yang nyenyak terganggu, karena bisingnya suara kendaraan yang lalu lalang.


Ipul mengelaiat untuk terjaga dari tidur nyenyaknya.


Dia melihat jam didinding. Ternyata sudah pukul lima.


"Sayang.. bangun. kita telat bangun nih! sudah pukul lima". ucap ipul membangunkan istrinya. lalu mematikan ac kamarnya.


Biasanya mereka bangun sebelum azan subuh. ini sekarang sepertinya azan sudah selesai.


"Pukul berapa bang?!". tanya lely masih memejamkan mata.

__ADS_1


"Pukul lima!. Ayo mandi bareng, biar lekas selesai!". ucap ipul menarik tubuh istrinya yang polos. Sama polos maksudnya.


Ipul memberikan kain untuk dipakai istrinya untuk basahan. Dengan segera mereka mandi besar.


Dan mereka sholat subuh berjamaah. agak telat dari biasa.


Lely pergi kedapur untuk membuat sarapan pagi untuk mereka. sementara Ipul pergi kekamar bayinya untuk melihat. ternyata baby adiva sudah bangun. dia hanya memainkan mainan yang digantung.


Ipul sengaja tidak memberi anaknya selimut saat tidur malam. mereka was-was anaknya banyak gerak, jika pakai selimut akan menutupi wajah anaknya.


Dia hanya memberi baju dan celana agak tebal. dan menutupi box bayinya dengan kain agak tebal bagian kiri dan kanan box, agar box bayinya tetap hangat.


"Anak ayah sudah bangun ya. ayo sayang, kita mandi". ucap ipul.


Ipul menyibak kelambu box bayinya dan mengangkat bayinya. Ipul meletakan baby adiva di atas kasur sebentar, biar bayinya bergerak sebentar. meregangkan tubuhnya.


Lalu dia membawa anaknya keluar kamar.


"Sayang.. air mandi adiva sudah disiapkan belum?!". tanya ipul pada istrinya.


"Sudah bang. biar aku bawa ke kamar mandi". ucap lely.


Membawa panci air panas. dan memasukan kedalam baskom. dan menambah air dingin, agar suaminya memandikan bayi mereka.


Lely membuka pintu yang ada di balkon ruko ini. terlihat kesibukan pagi sudut ibukota provinsi. tempat mereka tinggal sekatang.


Dulu waktu masih kuliah sebelum kecelakaan itu lely sudah biasa tinggal dikota ini, menuntut ilmu.


Mempunyai suami berondong tidak begitu buruk. bahkan pemikiran dan perhatiannya sangat dewasa. Dan sangat bertangging jawab.


"Anak ayah sudah wangi. kita ganti baju dulu". ucap ipul mengejutkan lamunan lely tadi di depan balkon ruko.


Mereka sarapan pagi sambil lesehan di karpet. selesai sarapan dan memberi baby adiva asi.


"Sayang Kamu hari ini jadi menemui dosen pembimbing mu?". tanya ipul.


"Jadi bang. pukul sepuluh aku kekampus". ucap lely.


"Abang ajak adiva berjemur dulu di balkon. aku mau menyuci sebentar". ucap lely sambil memasangkan gendongan bayi ke tubuh ipul. Dan membantu meletakan bayinya di gendongan menghadap depan.


"Baik". Ucap ipul membawa bayinya ke balkon ruko.


Dia berdiri di balkon mengendong baby adiva berjemur sambil memperhatikan kesibukan jalanan di pagi hari.


Masih pukul setengah tujuh pagi. Tentu lalu lintas ramai, aktifitas warga yang akan berangkat kesekolah atau bekerja maupun kepasar.


Lima belas menit berjemur ipul masuk kedalam. Dia ingat kalau akan memasangkan colokan mesin fotocopy ke listrik.


"Abang kemana!?". tanya lely saat lely membawa keranjang kain kotor.


"Mau colokan kabel mesin fotocopy". ucap ipul.


"Pukul berapa buka tokonya bang?!". tanya lely

__ADS_1


"Jefri bilang dia akan datang pukul tujuh. mungkin sebentar lagi dia datang.


Semalam dia bilang untuk colokan kabel mesin foto copy. Biar pas buka toko mesinnya sudah panas, dan bisa langsung digunakan". ucap ipul.


"Oo.. ".


Ipul menuruni tangga ruko, lalu masuk ke toko atk dan fotocopy. langsung memasang kabel ke colokan yang ada di belakang rak. tempat yang diberitahu jefri kemaren.


'Bang, ini colokan mesin fotocopy. dan ini colokan komputer. pagi- pagi setengah jam menjelang toko buka abang colokan yang mesin fotocopy. biar saat buka toko mesinnya sudah panas dan bisa langsung di pakai.


kadang pas buka toko ada saja mahasiswa i yang ingin fotocopy. ucap jefri kemaren.


Setelah mencolokan kabel mesin fotocopy. juga colokan untuk komputer. ipul membuka kunci roling tokonya. mungkin sebentar lagi Jefri datang.


Ipul sudah terbiasa berpakaian rapi dirumah. apalagi saat dirumah ibunya, dia juga sering membantu ibu diwarung.


Ipul membuka sedikit rolingnya, dia keluar toko masih mengendong bayinya. untuk melihat situasi luar toko.


Dan...


"Bang.. apa tokonya sudah buka?!. aku mau memprin tugas!".


Ipul bingung, apa bisa mahasiswi ini memprint.


"Oo. coba dulu dek. komputernya belum dihidupkan". ucap ipul membuka lebar roling tokonya.


Semoga saja dia bisa mengerjakannya. ipul masih belum paham tentang komputer. yang dia tahu cuma mengetik dan main game.


Ternyata bisa mengunakannya, sudah terlihat mahasiswi itu sedang mengutak atik tugasnya itu. dan mulai mencetak.


Tidak lama datanglah jefri.


"Assalamualaikum....


Masih jam tujuh bang. sudah buka saja tokonya?!". ucap jefri sambil lewat meletakan bawaanya keruang istirahatnya.


"Rencanana belum jef. tadi aku mau mengajak adiva berjemur. eh dia katanya buru-buru menyiapkan tugasnya. ya aku buka saja pintunya!. kasihan". jelas ipul yang masih mengendong putrinya.


"Sebaiknya tempat fotocopy buka pukul tujuh kurang. sebab banyak mahasiswa i yang tidak punya laptop pasti akan mengerjakan di warnet atau tempat fotocopy yang menyediakan komputer.


Dan pasti pagi-pagi sibuk mencari tempat buat tugas". jelas jefri menuju mesin fotocopy, untuk menceknya.


"Bagaimana kalau kita buka toko pukul tujuh saja. kamu sanggup tidak?!". ucap ipul.


"Sanggup bang. itu lebih baik. aku akan datang lebih cepat lagi agar toko bisa buka lebih cepat.


Abang juga harus giat belajar. agar kita bisa bekerja dengan gesit". ucap jefri.


"Siap. aku akan giat belajar". ucap ipul mrngepalkan tangannya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2