
Karena lely melahirkan normal, maka dia hanya dua malam di rawat di klinik.
"Kalian di rumahku saja tinggal sementara waktu!". ajak abang zul.
"Tidak usah bang, kami di toko saja tidak apa kok!". jawab lely.
"Apa nanti tidak sulit tinggal di ruko?!. Kalau di tempat abang kan abang bisa mengawasi kamu dan bayi kamu". ucap ibu lely.
Ibu dan ayah langsung berangkat pagi itu dari kota tempat tinggal ayah dan ibu ke kota temoat Kely tinggal.
"Kan abang bisa datang untuk kontrol. Saat hamilpun abang selalu datang hampir tiap hari!". jawab lely.
Ipul hanya mendengar saja, sambil berkemas. karena siang ini setelah sholat zuhur mereka akan pulang.
ibu lely dan kakak ipar duduk memeluk si kembar, mereka semua duduk di sofa ruang rawat bersama.
"Senyaman kamu saja. yang penting sikembar dan kamu sehat!". ucap ayah menengahi.
Semua mengangguk setuju.
"Sudah selesai!". tanya bang Zul.
Saat ipul membantu lely menganti jelbab instannya.
"Sudah bang!". jawab ipul.
"Ayo kita pulang!". ajak ayah lely.
Lely memasang jelbab instan yang baru, dan dibantu ipul untuk turun dari ranjang.
Ayah dan bang Zul mengambil barang yang sudah di kemas ipul. Ada satu koper sedang, dan beberapa tentengan.
Ibu dan kakak ipar yang mengendong si kembar berjalan di depan. ipul membimbing lely dibelakang ibu, dan paling terakhir abang zul dan ayah mengret koper dan menjinjing beberapa tentengan.
Mereka pulang ke toko mengunakan dua mobil, mobil bang ipul dan mobil ayah. mobil bang Zul di tinggal di klinik dulu, nanti diambil.
"Hati-hati naik tangganya!". ucap ipul membimbing istrinya.
Lely dan ipul paling terakhir baik ke lantsi atas toko. ibu dan kakak ipar terlebih dulu naik kelantai atas membawa si kembar.
Dan diiringi ayah dan bang Zul membawa barang dari rumah sakit.
Ternyata peralatan bayi untuk si kembar sudah tersusun rapi di ruang menonton. Ada dua box bayi.
__ADS_1
Sebulan yang lalu perlengkapan bayi milik adiva yang ada di rumah lama sudah mereka bawa, saat mereka berkunjung ke rumah ibu, dan rumah mereka. dan menambah satu lagi box bayi, karrna anak mereka kembar.
Tapi masih tersusun di kamar adiva dan kemaren saat ibu dan ayah datang, mereka menata semua keperluan si kembar di ruang tengah ini.
"Ayo kita makan siang bersama!". ucap kakak ipar.
Yang telah menghidangkan makan di tikar yang berada di dekat tangga.
"Iya. ayah juga sudah lapar!". icap ayah duduk di dekat makanan yang sudah terhidang.
"Ayo Zul, ipul!". panggil ibu mengikuti ayah duduk lesehan, membawa adiva dusuk di sampingnya.
"Abang suapi ya!". ucap ipul pada istrinya.
"Aku masih kenyang bang, Abang saja!". jawab lely.
Dia duduk bersimpuh dan bersandar di kasur santai, dekat box bayinya. si kembar sedang tidur didalamnya.
"Abang makan dulu ya!". ucap ipul. mengelus pucuk kepala istrinya.
Lely menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka makan siang sambil berbincang.
Abang zul tiap sore datang melihat si kembar.
"Adiva, tolong bunda sayang". panggil lely pada putri sulungnya.
Adiva sedang menjaga adikya yang sedang di box bayi.
Adiva sangat cekatan membantu bundanya jika dipanggil. dia sangat senang menjaga adik bayinya.
"Iya bunda!". jawab adiva mendekat kearah lely yang sedang menyusui si salah satu anak kembarnya.
"Ambilkan bunda tisu basah itu. adik Rayhan muntah habis nen!". ucap lely menunjuk tisu di dekat keranjang baju bayi.
"Ini bunda!". ucap adiva langsing mengambilkan tisu.
"Terima kasih sayang!". jawab lely.
"Adik reyhan kok muntah bunda!?". tanya adiva.
"Kekenyangan adiknya sayang!". ucap lely membersihkan mulut bayinya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?!". tanya ipul yang baru datang dari dapur. membawa sarapan dan menatanya.
Ipul mengambilkan nasi putih lengkap untuk lely dan adiva. ipul memang memasak nasi putih, lauk dan sayur untuk sarapan, karena lely yang belum sebulan melahirkan.
"Reyhan muntah. mungkin dia kekenyangan!". ucap lely.
"Sini abang gendong. kamu dan adiva sarapan dulu!". ucap ipul meletakan dua piring nasi di meja kecil samping lely duduk. "Adiva sarapan sama bunda ya!". tambah ipul.
"Iya ayah!". ucap
"Abang sudah sarapan?!". tanya lely.
"Sudah. abang sarapan sambil menyiapkan tadi!". jawab ipul.
Ipul memang sarapan atau makan lebih dulu dari istrinya. karena dia akan bergantian menjaga sikembar.
Dia akan menjaga sikembar saat istrinya makan. agar makan istrinya tidak terganggu.
ipul mengendong bayi nya, dan membuka pintu teras ruko. agar masuk sinar matahari lagsung.
Rutinitas ipul setiap pagi selesai dia sholat subuh membantu istrinya mandi. karena lely baru dua minggu melahirkan.
Apalagi sekarang kedua ibu sudah pulang ke kota tempat tinggal mereka.
Adiva mandi biasanya beriringan dengan lely. dia mandi di kamar mandi dekat tangga.
Ipul membantu adiva untuk mandi setelah membantu istrinya memasang gurita ibu melahirkan, sementara lely memasang baju.
Selesai berpakaian, ipul langsung memberi lely segelas susu untuk ibu menyusui dan roti. Dan duduk di kasur santai depan televisi.
Sementara lely minum susu, ipul memandikan sikembar bergantian. Yang dulu selesai mandi, akan langsung disusui lely hingga kenyang.
Yang pertama minum asi yang kedua mandi. dan gantian yang kedua minum asi yang pertama di letakan dalam box.
Sementara lely memberi asi yang kedua, ipul memasak sayur untuk sarapan lely. Biasa nasi dimasak malam di magic com dan lauk sudah di masak sore. hanya sayur yang dimasak pagi.
Pukul tujuh kurang semua sudah selesai mandi dan sarapan. lalu ipul bersiap untuk membuka toko, karena toko buka pukul tujuh, dan karyawan toko akan datang pukul tujuh kurang.
.
.
.
__ADS_1