Istriku Lely

Istriku Lely
Warung Nasi Langananku Dulu


__ADS_3

Pukul setengah dua belas Ipul dan lely menuju warung nasi mak Yan, ibunya riki. warung yang berada di dekat persimpangan menuju perumahan mereka.


Warung nasi ini sangat ramai pelanggannya. selain penghuni perumahan sekitar, juga ada pelanggan seperti pekerja atau guru di sekitar.


Di sekitar kampung di sekitar memang daerah padat, ada beberapa sekolah, perkantoran hingga perumahan. Kawasan padat penduduk.


Tadi saat pulang dari dealer Ipul mampir kewarung ibu riki, untuk menyampaikan kalau mereka akan makan siang disana.


Ipul mengatakan kalau akan makan siang bersama teman kerjanya, juga membawa istri dan anaknya.


Mak yan menyangupinya dan tentu beliau sangat senang. karena Ipul juga akan mengajak lely istri dan anakkya.


Mereka tidak pernah bertemu semenjak lely melahirkan.


Waktu hamil ipul dan lely sering membeli lauk di tempat mak yan. karena warung ini memang langganan lely dan keluaraganya dari dulu.


"Assalamualaikum". ucap ipul memasuki warung nasi mak yan dengan baby adiva dalam gendongannya.


Lely mengiringi ipul membawa tas kecil kebutuhan baby adiva.


"Waalaikumsalam!!". ucap mak yan dan beberapa pekerja warung ibu riki itu.


Ipul dan lely menyalami mak Yan.


Warung nasi mak yan bisa dibilang setengah restoran. Walau sebenarnya bisa dibilang restoran.


Tapi mak yan memberi merek Warung nasi keluarga masakan mak yan. Dan pelanggan sudah familiar dengan merek warung nasi keluarga ini.


"Wah ... cantiknya anakmu pul. Sini mak mau gendong cucu mak". ucap mak Yan antusias.


Ipul memberikan baby adiva kepada mak yan.


"Semenjak anakmu lahir kita tidak pernah bertemu ya pul. Kamu apa kabarnya lely?!".


"Alhamdulillah sehat mak". ucap lely.


"Ayo mak sudah siapkan tempat untuk kalian". ucap mak yan berjalan kearah samping.


Ipul dan lely mengikuti mak yan.


disudut warung nasi mak yan memang terdapat satu lesehan panjang. Biasa dipakai untuk yang mau makan lesehan.


Mereka menaiki lesehan itu. ternyata dua meja yang ada di lesehan itu digabung menjadi meja panjang. Dan sudah disiapkan peralatan makannya.


Tinggal menata makanan saat yang lain datang.


"Mak. biasa ada tiga meja disini?". tanya ipul.

__ADS_1


"Sengaja di turunkan satu. Biar cucu mak enak bermain sambil guling- guling. Dan kalian nyaman makan". ucap mak yan.


Lalu mak yan meletakan baby Adiva di lesehan yang tidak ada mejanya. hingga baby adiva langsung bermain di tikar diatas lesehan tersebut.


"Sudah berapa bulan umur. eh, siapa nama si cantik cucu nenek nih??". ucap mak yan.


"Namanya Adiva mak. sekarang umur adiva sudah lima bulan lebih". jawab lely yang duduk dekat mak yan.


"Mak senang mendengar lely kembali melanjutkan pendidikan. semoga cita-citanya tercapai untuk menjadi dokter spesialis". ucap mak yan selonjoran di atas tikar. memandang baby adiva yang tengkurap.


"Terima kasih mak, do'anya". jawab lely.


"Mau jadi dokter spesialis apa kamu lely?!". tanya mak yan.


"Dokter bedah mak". jawab lely.


"Semoga kamu cepat lulus dokter sprsialisnya ya". do'a mak yan.


"Aamiin". jawab ipul dan lely.


"Kamu harus rajin bekerja pul. mekanik seperti kamu pasti banyak lowongan di bengkel besar. secara di kota p banyak bengkel besar". ucap mak yan.


"Aku mau buka usaha dirumah saja mak. buka warung, biar bisa menjaga adiva.


Kami tidak ingin adiva diasuh baby sitter atau tempat penitipan". jawab ipul.


Dimanapun sekarang bisa menghasilkan uang. tidak harus kepasar, kekantor. Punya usaha di rumah juga pekerjaan.


Apalagi memiliki anak yang masih bayi. Lebih bagus di asuh orang tua lansung dari pada dititipkan.


itu hanya sebentar kok. jika adiva sudah umur tiga tahun dan masuk paud, kalian bisa kembali beraktifitas untuk bekerja.


Dengan kamu buka warung dirumah. pasti akan fokus menjaga adiva. dan lely juga tenang kuliah bisa lekas lulus dan semoga cepat pula dapat pekerjaannya. kan dokter spesialis sangat dibutuhkan". ucap mak yan.


Mereka berbincang santai, sambil menunggu teman ipul untuk makan siang. karena masih belum pukul dua belas, jadi belum ada yang datang.


Tidak berapa lama mereka berbincang. Datanglah teman ipul sesama pekerja bengkel di dealer.


"Kok cuma berenam?!. yang lain mana?!". tanya ipul.


"bang yanto, mul dan asep sebentar lagi menyusul". jawab Riki.


"Ooo.. ". ucap ipul.


Pelayan warung mak yan mulai menyiapkan makanan, dan menata di meja. Riki ikut menata diatas meja.


Sementara makanan sedang dihidangkan, mereka berbincang dengan mak yan dan lely istri ipul.

__ADS_1


Teman ipul memang sudah kenal dengan lely. karena waktu hamil jika lely pulang dinas sore sering mampir di bengkel. menunggu ipul pulang bekerja.


"Nanti kalau kamu liburan kesini sering-sering mampir ke warung mak ya!". ucap mak yan pada lely.


"Insya allah mak". jawab lely.


"Sudah lengkap sepertinya, silahkan makan dulu. yang lain ntar nyusul makannya!". ucap mak yan menyuruh makan siang bersama.


"Baik mak. Ayo kita makan dulu. Sayang, ayo makan". ajak ipul.


"Iya lely. biar Adiva mak pegang". suruh mak yan.


"Baik mak. ayo". ajak lely mendekat ke meja lesehan duduk disamping ipul.


Semua teman ipul makan bersama sambil bercerita dan bercanda. teman ipul yang telatpun tidak lama juga sudah datang untuk bergabung.


Semua senang melihat ipul dan keluarga kecilnya. Apalagi bayi ipul yang suka tersenyum jika diajak bicara.


Mereka memang rekan kerja di bengkel. tapi mereka seperti saudara.


Selesai makan mereka sholat zuhur bergantian.


Dan semua teman ipul kembali ke dealer jam setengah dua kurang. karena mereka masuk pukul setengah dua.


"Sering mampir ya pul, lely". ucap mak yan saat ipul membayar semua makanan tadi.


"Ini kebanyakan Pul". ucap mak yan membagi uang yang diberikan tadi, sesuai belanja makan ipul dan teman-teman.


"Tidak apa mak, sekali-sekali. Biasa kami selalu mak kasih lebih lauk setiap beli". ucap ipul.


"Ya sudah terimakasih. Semoga rezeki kalian lancar dan sehat selalu". ucap mak yan.


"Aamiin..".


Mak yan mengiringi ipul dan lely untuk menuju mobil untuk kembali kerumah.


"Sering-sering datang ya saat libur". ucap mak yan menciumi pipi baby Adiva.


"Inshaallah mak. kami balik dulu". ucap ipul.


Mereka melambaikan tangan saat mobil keluar parkiran warung nasi mak yan. Warung langanan lely dan keluarganya dulu.


Sampai sekarang keluarga kecil lely dan ipul menjadi langanan mereka.


.


.

__ADS_1


__ADS_2