
Tidak terasa sudah lebih empat bulan lely dinas koasnya. Hari kerja lelypun beragam. kalau masuk pagi lely pulang pukul tiga siang.
Jika masuk jam tiga siang, pulang pukul sebelas malam. dan jika dinas malam, masuk pukul sebelas pulang jam tujuh pagi.
Lely bekerja selalu di antar jemput ipul. Kecuali masuk siang atau pulang pukul tiga siang. akan melihat situasi kerja ipul di bengkel.
Dan hari ini lely masuk siang. Masuk pukul tiga dan pulang jam sebelas malam.
"Sayang. nanti siang aku antar pergi bekerja ya. abang nanti minta izin jam setengah tiga". ucap ipul pada istrinya saat akan berangkat bekerja.
"Apa tidak merepotkan bang. Abang baru balik bekerja jam satu lewat. dan setengah tiga izin keluar lagi. nanti aku pakai ojol saja bang". ucap lely.
"Abang lihat situasi dulu nanti. kalau banyak yang servis motor, abang tidak jadi antar kamu. dan kalau bisa di tinggal, abang akan antar kamu". jawab ipul.
"Baik bang. tapi kalau tidak bisa izin jangan paksakan bang. menjemput saja nanti malam abang ke rumah sakit". ucap lely.
"Ok.. kamu sering berkabar ya. Nanti siang abang pulang untuk makan siang. kamu mau di belikan apa?!". tanya ipul.
"Tidak usah bang, aku masak saja". jawab lely.
"Ok sayang. abang berangkat ya ucap ipul mencium kening lely. dan mengecup bibir istrinya singkat.
Ipul keluar garase dan kembali menguncinya, dan tidak lupa juga mengunci pintu pagar.
Ipul memang melarang lely mengantar sampai luar garase. cukup sampai meja makan atau depan pintu garase gang terhubung dengan ruang menonton.
Seperti biasa ipul pulang untuk makan siang, dan lely sudah menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.
Selesai makan siang mereka sholat berjamaah di kamar. selesai sholat ipul rebahan sebentar di atas karpet. karena masih setengah satu lewat. dan ipul akan kembali ke tempat kerjanya pukul satu lewat sepuluh.
.
Sore itu sepulang bekerja dan mandi ipul rebahan dikarpet ruang menonton bawah dekat garase. lely yang baru selesai memasak ikut rebahan di samping ipul.
Ipul mengecup kening istrinya dan mendekapnya, lalu menarik istrinya agar tiduran di atas tubuhnya. seperti kebiasaan lely waktu masih amnesia yang suka tidur di atas tubuh ipul.
Entah siapa yang memulai, bibir mereka bertemu, dan mulai saling mengecup dan *******. Bahkan ipul yang tadi ingin tiduran malah membangunkan sesuatu di bawah sana. yang di tindih oleh sesuatu lely yang selalu ipul rindukan dan selalu diinginkan.
__ADS_1
Terhanyut ******* bibir dan tangan ipul yang suka jalan-jalan ditubuh istrinya. membalikan tubuhnya, menjadikan istriya dibawah kungkungan kedua tangannya tanpa melepas pagutan bibir mereka.
Dan tanpa komando. jari tangan ipul membuka kancing baju yang dipakai lely. bahkan tanpa diketahui pun pengait **a lely pun sudah lepas.
Tangan ipul yang sudah tahu tugas tertentu pada tubuh istrinya sangat ahli dalam bekerja.
Hingga mulut ipul sudah berpindah ke kedua puncak yang ada di tubuh istrinya bagian depan secara bergantian. dan meninggalkan tanda yang sangat indah dipandang ipul.
Jari tangan ipul yang sangat ahli juga sudah membuka penutup sesuatu yang tersimpan rapi oleh istrinya di bawah sana. juga pembungkus sesuatu yang ipul sembunyikan dari orang lain. hanya boleh dilihat dan dinikmati istrinya.
Dan....
Ah.... erangan kenikmatan dari mulut ipul dan istrinya beriringan. setelah mereka saling menyatu, serta saling berbagi keringat di sore hari yang panas. Bahkan mereka melakukan di ruang menonton. Ditempat ini mereka sering bercumbu dan melakukan cicilan membuat anak.
Semenjak lely sembuh dari amnesianya. dan sudah lebih empat bulan lely sembuh. mereka sangat menikmati kebersamaan mereka sebagai pengantin baru.
Mereka melakukan hubungan suami istri tidak terfokus malam hari saja.
Bahkan di berbagai kesempatan saat berdua di dalam rumah mereka. Mereka tidak akan merasa terganggu, karena mereka hanya berdua saja di rumah.
Dan tempat mereka sering melakukan selain di kamar. hanya di sofa ruang menonton. Baik ruang menonton di atas dekat kamar mereka. maupun di sofa ruangan menonton di bawah, dekat garase. tempat mereka sekarang.
ipul menarik selimut yang selalu ada di ruang menonton ini untuk menutupi tubuh polos mereka.
lely memeluk tubuh suaminya yang baru saja berbagi keringat, dan berbagi kehangatan. Bahkan tubuh polos suaminya masih memancarkan aroma sabun mandi dan aroma percintaan mereka. yang membuat lely selalu inginkan.
"Abang... kita sudah hampir tujuh bulan menikah. tapi aku belum hamil. Apa abang kecewa padaku?!". tanya lely menciumi dan menjilati dada suaminya yang menurutnya sangat wanggi.
"Sshhh... tidak sayang. mungkin allah memberi kesempatan untuk menikmati kebersamaan kita berdua. menikmati masa penganten baru, yang hangat ini". ucap ipul mengecup ubun-ubun istrinya. dan tangannya meremas gundukan yang ada didada istrinya.
"Ssshhh... Abanghh". erang lely.
"Kita akan terus berusaha, agar kamu segera hamil. kamu jangan pernah bosan untuk melakukan kapanpun kita menginginkannya". ucap ipul menaiki tubuh istrinya kembali. dan mengesekan junior nya yang mulai bangun ke tubuh lely yang selalu diingini junior.
"Apa abang tidak capek, kalau sering melakukannya ssh?!". tanya lely mendesah, mengapit ***ng ipul untuk memberi jalan kepada junior untuk berkunjung.
"Kalau abang capek, gantian kamu yang gerak. Ahh". ucap ipul memasukan sijunior kesarangnya, yang masi basah. dan bergerak pelan.
__ADS_1
Ipul memandang wajah istrinya yang yang terngangga, membuat lib*** ipul naik, dan ipul bergerak dengan pelan memberikan kepuasan kepada istrinya yang menunggu benih yang akan ipul tanamkan di tubuhnya.
Entah ipul masih capek karena baru beberapa menit yang lalu baru selesai nenanam benihnya. tapi gerakan pelan ipul malah membuat istrinya tidak berhenti men*****.
Bahkan gerakan pelan nan berirama. bisa fokus pada titik ke******n yang sedang di beri sentuhan yang keras dan tegas. Hingga...
"Abangh...".
"Sayangh.. bismilah... semogah jadi... aah..". erang ipul menanam benih kelahan halalnya sedalam- dalamya. sambil memandang mata istrinya penuh cinta.
"Bismilah ..". gumam lely membalas tatapan suaminya yang baru saja menanamkan bibit ke rahimya.
Setiap menanamkan bibitnya pada istrinya ipul selalu berdo'a, agar bibit yang dia semai di lahan halal istrinya menjadi penerus keluarga.
Tapi ipul tidak pernah memaksa untuk segera memiliki anak. dia akan mendukung cita-cita istrinya. dan jika diberi lebih cepatpun dia tidak akan menolak.
"Sayang. kamu jangan berfikir jauh dulu. mungkin karena kamu masih sibuk, makanya kita belum diberi titipan oleh allah.
Isya allah akan diberi jika tiba saatnya nanti. shh". ucap ipul mendorong pin***nya semakin dalam. menghantarkan ujung si jun ke pintu bagian dalam sarang, agar bibit langsung menuju tempat yang sedang menanti untuk di semai.
Si jun yang di emutś sarangnya masih melepaskan bibitnya yang terasa banyak dari biasa. bahkan masih mengalir deras.
"Masih panjang waktu untuk hamil. Nikmati saja waktu kita untuk sekarang. Dan kita berdoa saja kepada allah, agar diberi keturunan yang soleh dan soleha.. ah". ucap ipul melapaskan penyatuan mereka. Dan terasa teremas erat.
"ahhh.. ". balas lely saat pin*** mengikuti tarikan sijun ingin keluar, karena sarangnya masih ingin di huni oleh jun.
"Ah... ada apa sayang?!". ucap ipul merasa sijun seperti ditarik dan ditahan didalam sarangnya.
"Ah. hmm". lely tidak menjawab.
"Kita mandi wajib dulu ya, sudah mau magrib". ucap ipul menarik pelan sijun yang terjepit nikmat.
Lely mengangguk pasrah. Dan ipul tersenyum manja.
.
.
__ADS_1
.
🙏🙏