Istriku Lely

Istriku Lely
Resign


__ADS_3

Selesai memberikan surat pengunduran dirinya pada bos di dealer. ipul menuju bengkel dealer tempatnya bekerja. untuk menemui teman seperjuangannya.


"Rapi bener kamu pul. Apa mau izin tidak masuk kamu?!". tanya riki yang sedang mengerjakan motor pelangan.


"Iya pul. kamu jangan sering sekali izin libur pul. nanti kamu kena tegur oleh bos". ucap yang lain.


"Tapi kan semenjak anaknya lahir ipul tidak pernah libur rasanya. malah semakin rajin bekerja". jawab bang anto yang juga sedang mengerjakan motor pelangan.


"Oh iya. Waktu istrinya hamil kemaren ipul sering izin dan cepat pulang. aku lupa". ucap riki lagi.


Ipul mendengar ucaoan dan pertanyaan temannya. Dia duduk di bangku tempat pelangan menunggu motornya sedang di servis.


"Sekarang izin kemana pul?!". tanya yang lain.


"Tdak ada. Aku ingin resign". ucap ipul.


Hah....


Semua teman ipul kaget. mendengar ipul berhenti bekerja. Semua memandang ipul, dan menghentikan pekerjaan mereka.


"Kenapa resign?! Apa ada tempat bekerja yang baru?!". tanya teman ipul tidak percaya. ipul berhenti bekerja.


"Apa gajinya besar?!".


"Apa....".


"Bukan. Istriku sudah selesai koasnya. dia akan kembali ke kampusnya untuk tugas akhir dan ijian. Juga dia akan ambil spesialis setelah lulus ujian nanti.


Aku dan anakku akan ikut pindah ke kota P mengikuti istriku. Tidak mungkin aku libur selama istriku kuliah. makanya aku resign saja". jelas ipul


"Ooo... aku kira kamu dapat pekerjaan baru". ucap teman ipul.


"Hebat kamu pul. mau ikut dan mendampingi istrimu untuk mengejar cita-citanya.


Kamu akan senang kelak pul. istrimu dokter". ucap yang lain.


"Aaminn.. insyaallah. terima kasih do'anya". ucap ipul.

__ADS_1


Mereka berbincang sambil teman kerja ipul tetap bekerja.


"Kapan kamu pindahnya pul?!". tanya Riki disela-sela kerjanya.


"Hari rabu. karena hari senin depan isriku harus fokus dengan ujiannya.


Makanya aku hari ini mengantar surat pengunduran diri. hari ini dan besok beres-beres. dirumah. dan juga akan beres-beres disana". jawab ipul.


"Terus gaji kamu bagaimana?. kan beberapa hari lagi awal bulan". ucap yang lain.


"Sudah di selesaikan tadi, disuruh pak bos. langsung di urus bagian keuangan". ucap ipul.


"Wah bisa traktir makan siang dong". ucap teman ipul.


"Boleh. kita makan siang di warung nasi ibunya riki. Aku akan ajak istri dan anakku kesana nanti siang


Pas waktu istirahat, langsung saja kesana. kita sholat zuhur di musholla samping warung ibu riki saja". Ucap Ipul


"Ok. kami akan kesana saat jam istrahat". jawab mereka.


"Baiklah. aku tunggu nanti disana. Aku pulang dulu ya". ucap ipul.


Ipulpun pulang mengendarai motornya.


"Assalamualaikum...". ucap ipul masuk rumah seperti biasa. melalui pintu garese dengan kunci serap yang dia bawa.


Karena pintu memang selalu dikunci seperti biasa.


"Waalaikumsalam..". jawab lely yang sedang memberi baby adiva asi duduk lesehan di kasur santai tempat menonton.


"Sayang... kita nanti makan siang di warung nasi ibunya riki ya, yang ada depan. teman di bengkel tadi minta traktiran makan siang.


Abang ajak saja di warung nasi langanan kamu. Maukan kamu makan siang disana bersama teman- teman abang?". ucap ipul saat baru datang. dan duduk dekat istrinya sedang memberi asi pada anaknya.


"Boleh bang, aku juga kangen makan disana. sudah lama tidak mampir kesana". jawab lely semangat.


"Iya. Rasanya semenjak kamu lahiran kita tidak pernah makan disana". ucap ipul.

__ADS_1


"Hhmm. pukul berapa kita kesana?!". tanya lely.


"Nanti setengah dua belas saja. biar kita yang duluan datang kesana.


Sepulang makan siang saja kita beres- beres". ucap ipul sambil menganggu anaknya yang sedang menyesap asi.


Mencoba melepaskan mulut anaknya dari sumber makanannya itu. Hingga baby adiva menangis kesal. Ipul malah tertawa.


"Jangan ganggu Adiva bang . biar dia tidur sebentar. Dari tadi dia tidak ada tidur". ucap lely menepis tangan ipul yang menoel-noel *********** agar terlepas dari mulut anaknya itu.


"Nanti saja tidurnya". ucap ipul mesih menganggu anaknya.


"Baiknya sekarang bang. kan baru pukul sepuluh lewat. kalau tidak tidur sekarang, nanti dia rewel saat makan siang.


Kan kita tidak enak untuk makan bersama nanti. malah mengendong adiva yang rewel karena dia mengantuk. ucap lely.


"Hmm ok. kamu tiduran saja mengasih asinya. biar enak dan sambil istriahat". ucap ipul.


Mengarahkan istrinya untuk tiduran di kasur ruang menonton tersebut.


Lely merebahkan tubuhya saat ipul menyiapkan bantal untuk tiduran memberi asi anaknya. Ipul mengambil selimut, dan menyelimuti kaki sampai pinggang istrinya.


Dan ipul malah ikut rebahan di depan istrinya, dibelakang anaknya. ipul mendekap pinggang istrinya yang sedang menyusui itu. hingga baby adiva berada di tengah mereka.


Ipul mencium kepala istrinya sambil tersenyum. Lely membalas senyuman suaminya.


"Abang sudah selesai urusannya di bengkel?!". tanya lely.


"Sudah. abang juga sudah pamitan pada semua teman di bengkel, makanya mereka minta traktir. karena gaji abang dibayar penuh oleh bos. abang mau traktir makan siang di warung ibu riki". jelas ipul.


Ipul mengatakan kalau dia sudah memberikan surat resignnya.


Dealer bahkan memberikan surat pengalaman kerja buat ipul. Persiapan jika ipul ingin bekerja di bengkel dealer di kota P kata pak bos.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2