
Benar saja. Malamnya abang zul datang ketoko ipul dan lely. Toko pun sudah tutup selepas magrib tadi.
"Jadi rencana kalian bagaimana dengan toko ini?!". tanya bang Zul pada ipul dan lely.
"Rencana ku bilang sama lely, ruko ini di kontakan saja bang. dan semua barang toko di bawa ke kota B. aku mau buka usaha seperti ini di sana". hawab ipul.
"Boleh juga. Atau kitadi cari saja yang akan mengelola toko ini. kan jadi ada tambahan belanja bulanan kalian!". usul bang zul.
"Akan sulit rasanya bang. kalau kita cari yang mau bertanggung jawab toko. tentu akan rutin survey atau memeriksa toko kesini.
Sementara kita di kota sebelah. Tapi Kalau abang mau mengawasi toko juga bagus. itu kalau abang tidak sibuk!". ucap ipul.
"Benar juga. Abang juga sedikit sibuk. akan sulit surve toko kedepannya.
Sekarang abang praktek penuh dari pagi. karena selain di rumah sakit dan praktek di rumah. abang juga harus berjaga untuk dua klinik. jadi harus stendbay setiap waktu dibutuhkan". jawab bang zul.
"Jadi menurutku. kita kontrakan saja toko kosong. kita tidak akan terbagi fikiran ke toko yang di kelola orang lain!.
Bukan tidak percaya. cuma mau tenang saja, dengan mereka selagi lely sibuk". ucap ipul menunjuk ketiga anaknya.
"Bagaimana kalau kita jual saja tokonya?!". ucap bang zul.
"Aku kurang setuju kalau di jual bang.
Beberapa tahun kedepan, adiva dan si kembar pasti akan kuliah. jika nanti dia ingin kuliah di kampus yang sama dengan bundanya, kita bisa menjadikan tempat ini sebagai usahanya sambil kuliah.
Kan banyak para mahasiswa i yang kerja paruh waktu. jadi adiva bisa buka peluang kerja sambil kuliah!". usul ipul menerangkan niatnya.
"Ok. abang setuju itu. kita kontrakan saja. benar juga rencana ipul. Kalian bisa tenang di kota B. tidak memikirkan usaha disini. cukup memikirkan sewa toko yang kalian terima dan kelola!". ucap bang zul menyetujui usul ipul.
Lely hanya mendengar suami dan abangnya betdiskusi.
"Bagaimana dengan karyawan kamu. apa mereka sudah tahu?!". tanya bang Zul.
"Belum bang. rencana aku akan kasih pesangon lima belas juta perorang. agar mereka bisa buka usaha!". ucap ipul.
"setuju!".
Maka, keputusan toko akan di kontrakan. dan karyawan akan di beri pesangon.
"Abang. kalau kita pindah kembali kekota B. dimana rencana abang buka toko?!". tanya lely. Saat mereka akan tidur.
"Di jalan depan perumahan. kan disana dekat dengan sma, smp. juga ada kampus kesehatan. juga tidak jauh dari rumah kita!". ucap ipul.
__ADS_1
"Boleh juga. Bagaimana kalau kita buka di rumah ibu saja. kan jalan depan rumah ibu jalan utama samping perumahan.
jalan ke kampus kesehatan juga!". usul lely.
"Kita diskusi dulu dengan ayah dan ibu. mana tahu ayah atau ibu ada usul tempat!". ucap ipul memeluk istrinya.
Lely hanya menganguk, sambil masuk kedalam dekapan suaminya. Sambil mengigit dada ipul dengan bibirnya.
Ipul biasa tidur hanya memakai singlet, kadang tanpa baju. seperti saat ini, ipul bertelanjang dada. hingga kulit ipul langsung tersentuh wajah istrinya.
Bibir dan lidah lely malah usil menjilati dan menyesap dada ipul yang tanpa baju.
"Sayanghh". ucap ipul.
Melihat ipul yang kegelian. lely semakin menjadi.
"Haha... ha.. ". tawa lely saat bulu halus sekujur tubuh suaminya berdiri.
"Abang harus diam saja. aku yang memegang peranan malam ini!". ucap lely memberi tantangan pada suaminya.
"Ahhh.. aku pasti kalah sshhh". desah ipul saat lidah istrinya menjelajahi leher mulusnya.
Bagaimana tidak, selama lebih lima tahun, ipul berkutat jadi orang toko. tentu jarang terkena sinar matahari.
"Kulit abang seperti kulit wanita. mulus, tidak ada nodanya!". ucap lely menjelajahi kulit tubuh suaminya dengan lidahnya.
Sshhh... desah ipul.
Lely yang tadi miring mendekap ipul, sudah berada di atas tubuh suaminya itu. membangunkan..
Ah...
Desah ipul saat permainan mulut nakal istrinya menyedot pusaka kebangaannya, hingga ipul tidak tahan untuk pelepasannya.
"Abang kalah!". ucap lely tersenyum manja.
"Kamu curang. abang tidak boleh bergerak sedikitpun. mana tahan abang!". jawab ipul.
yang hanya boleh tidur telentang saat istrinya beraksi. Hanya tangannya saja meremas seprai menahan gejolak bawah perutnya yang susah payah di tahan untuk meledak.
Tapi...
pertahanan ipul jebol juga. Membuat istrinya tersenyum menang. sambil membersihkan banjir lokal ciptaan ipul yang berserakan di atas perut ipul dengan tisu.
__ADS_1
Setelah semua bersih dan kering. lely mengambil sesuatu dibawah kasur yang digelar dilantai.
"Waktunya abang beraksi!". ucap lely.
Memasangkan balon pengaman yang selalu tersedia di bawah kasur. agar mudan menjangkau saat mereka olah raga malam. Setiap malam bermandi keringat.
Lalu mematikan lampu utama, dan menganti dengan lampu tidur yang ada di samping kasur.
"Kamu curang sayang. tadi kamu beraksi dalam keadaan terang!". ucap ipul.
Lalu menaiki tubuh istrinya yang hanya memakai dalaman saja. sementara tubuhnya sudah polos, akibat ulah istrinya tadi.
Hingga....
******* pasangan halal yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu memenuhi ruangan kamar yang hanya di terangi lampu tidur.
Sama seperti istrinya tadi, lidah dam mulutnya juga bergerak nakal. membuat istrinya berkali-kali mendesah dan basah.
"Itu belum menu utama sayang!". ucap ipul memersihkan inti istrinya yang sudah tiga kali banjir. karena bibir nakal ipul.
"Hah.. hah... abang hebat. aku suka!". jawab lely ngos ngosan.
"Lagi sayang!!". ucap ipul membenamkan wajahnya pada....
"Ah... ah... ". desah lely saat intinya kembali di...
Banjir lokal lagi.
Setelah beberapa kali wajah ipul bertualang di hutan amazon istrinya, menikmati banjir lokal.
Ipulpun menikmati menu utama yang selalu disantap setiap malam.
Ahhhhhh....
Hingga banjir dari kedua telaga tumpah juga. telaga dalam lely sudah kembali banjir. sementara telaga panjang ipul banjirnya sudah di tampung wadah tipis nan lentur.
"Terima kasih sayang!".
Ucapan ipul kepada istrinya, setiap selesai menikmati malam panas mereka..
.
.
__ADS_1