Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Menunggu Paman pulang


__ADS_3

Bima bangun-bangun saat matahari mulai terbit di sebelah timur sana.


Saat dia membuka matanya sontak Bima terkejut dia rupanya ketiduran di apartemen Calista kekasihnya.


''Ya Tuhan aku bisa sampai ketiduran di sini.'' gumamnya Bima setelah bangun.


Sementara itu, di rumah dua ponakannya ini padahal sedang menunggu nya sedari semalam. Bahkan Cillo yang tak pernah se takut kehilangan Bima tanpa ada yang tahu, rupanya Cillo semalaman tak tidur. Benar Cillo rela tidak tidur hanya untuk menunggu kedatangan Bima sang Paman.


Tapi sayangnya sampai waktu menunjukkan tengah malam yaitu sudah pukul dua belas siang Bima tak kunjung juga pulang, bahkan lagi tanpa ada yang mengetahui Cillo rela menunggu Bima hingga menjelang subuh.


Karena sudah sangat mengantuk akhirnya Cillo tidur dengan perasaan kecewa lantaran sang paman tidak pulang.


Sebelum mata itu terpejam, Cillo bergumam ''Paman, kau bohong. Kamu bilang akan pulang tapi nyatanya paman bohongi kami '' gumam Cillo akhirnya Cillo pun tidur saat subuh.


Kembali ke apartemen Calista.


Bima buru-buru turun dari sofa ruangan ini. Bima sedikit lega karena mungkin dia tak tidur satu kamar atau bahkan satu ranjang dengan Calista.


Walau bagaimanapun Bima ini menjunjung tinggi agama, dia tak akan melakukan hal di luar pernikahan.


Bima pun pergi keluar mencari Calista dengan tangannya mengecek ponselnya.


Banyak sekali pesan dan panggilan dari Mama Ayyu. Semakin membuat Bima cemas dan tak enak , ini untuk pertama kalinya Bima tak menepati keinginan sang ponakan.


'Cilla, Cillo . Maafkan Paman ya sayang' menyesal batin Bima.


Bima menghampiri Calista yang rupanya sedang di dapur tengah membuatkan teh juga kopi untuk Bima.


''Baby ... '' panggil Bima


''Ehh honey, kamu sudah bangun'' balas Calista menoleh dengan senyuman.


''Iya Baby, tapi kamu kenapa gak bangunkan aku.? Malah membiarkan aku tidur di tempat mu.'' tanya Bima dengan meminta jawaban Calista.


''Ya ampun, honey. Aku kan kasihan sama kamu, kamu sedang tidur nyenyak masa aku bangunin sih, gak tega lah aku. Juga sebenarnya aku mengetuk honey, jadi aku pun ikut tidur dah gak ingat buat bangunin kamu.'' balas Calista beralasan yang sebenarnya itu dia memang sengaja.


''Oh gitu ya, yasudah Baby aku ikut mandi sebentar . Lalu aku akan langsung pulang.'' ucap Bima


''Iya silahkan honey kamu bersihkan dulu badan mu, dan nanti minum dulu ya kopi yang ku buat ini.'' balas Calista


''Hmm.'' balas singkat Bima lantas pria itu pun melangkah ke kamar mandi.

__ADS_1


Kemudian beberapa saat, Bima sudah selesai mandi. Saat Calista akan menghampiri kamarnya yang Bima pakai mandi di kamarnya ini, Calista melihat sekilas Bima sedang hanya memakai handuk saja sebatas pinggang.


Kembali ide jahat muncul di kepalanya Calista. Buru-buru wanita itu memotret posisi Bima saat ini dan segera wanita itu mengirimkan foto tersebut pada nomor yang di beri nama 'Janda gatel'


[Setelah tidur panjang dengan saya, lihat Bima si gagah milik saya, baru selesai mandi.] begitu pesan yang di kirim Calista pada nomor Nayna yang dia curi di ponsel Bima semalam.


Di rumah, Nayna yang sedang memasak dia tak mendengar ada pesan masuk di ponsel nya. Juga seharian ini bahkan semalam Nayna belum mengecek ponselnya bahkan sangat jarang Nayna memainkan ponsel. Waktu Nayna ia habiskan untuk sang anak.


Kembali ke apartemen..


''Baby, aku pulang ya.'' ucap Bima berpamitan


''Oh ya baik honey, tapi kapan kamu akan membawa ku ke rumah dan mengenalkan ku sebagai istrimu?'' tanya Calista sebelum Bima pergi.


''Ya pokoknya secepatnya ya Baby, aku akan langsung bicarakan dengan Mama.'' balas Bima


''ok Baby aku tunggu ya kabar baik dari kamu, dan ingat awas kalau kamu macam-macam di belakang ku honey.'' pesan Calista


''Apa maksudmu Baby, ya sudah jelas tidak mungkin itu terjadi kau meragukan ku hm?'' Bima mendekati telinga Calista dan mencium tipis pipi kekasihnya.


Hanya itu yang bisa Bima berikan atau lakukan dengan Calista pacarnya Bima tak pernah melakukan hal lebih.


''Aku percaya kok, hanya saja di jaman sekarang ini kita harus ketat dan selalu mengingatkan pasangan kita agar tak pindah ke lain hati juga tak main-main dengan Pelakor.'' ucap Calista.


''Kabari aku kalau sudah sampai rumah '' ucap Calista sebelum Bima melajukan mobilnya


''Iya baik baby, aku pergi . Byyy''


''Dahhhhh honey.'' membalas lambaian tangan.


***


Nayna merasa bingung dan sedikit cemas karena anaknya yang laki-laki ini belum juga bangun dari tidurnya..


''Tidak biasanya ya, Cillo telat bangun begini apa dia sedang tak enak badan?'' gumam Nayna bertanya-tanya dan khawatir.


Nayna pun mempercepat memasaknya. Lalu ibu dua anak itu segera pergi melihat Cillo, sementara Cilla sudah bangun dan sedang bermain dengan Nenek Ayyu.


Ceklekkkkkkk


Pintu sudah Nayna buka.

__ADS_1


Wanita itu segera mendekati Cillo yang masih bergulung dengan selimut nya, padahal biasanya jam segini Cillo sudah sangat bersemangat bangun bahkan selalu mengajak main dengan Bima, pamannya.


''Sayang, Bang Cillo. Bangun Nak '' ucap Nayna menepuk pipi Cillo


''Emmhh Bunda masih ngantuk.'' gumam Cillo semakin menarik selimutnya.


''Ehh kok tumben Abang gini? susah bangun'' Nayna bingung


''Bun, Abang masih ngantuk.'' kekehnya


''Apa Abang sedang sakit?'' tanyanya khawatir tapi saat meraba rupanya tidak panas.


''Tidak Bunda, Abang gak sakit '' masih bisa menjawab dengan mata terpejam


''Ayah ...'' suara Cilla di bawah terdengar sangat nyaring dia memanggil Bima.


''Eh Bang, itu paman sudah pulang. Ayo bangun katanya mau main sama Paman.'' ucap Nayna.


''Gak mau bunda, sstttttt'' tiba-tiba Cillo menolak ini untuk pertama kalinya bahkan menyuruh sang Bunda mungkin untuk diam.


''Eh kenapa kok gitu, gak boleh begitu sayang itu tidak sopan, orang tua sedang bicara loh '' tegur Nayna


''Ya maaf Bunda, tapi memang Abang sedang ngantuk'' ucap Cillo meminta maaf.


Saat Nayna melihat mata Cillo yang memerah Nayna pun kaget tidak biasanya mata anaknya ini merah seperti ini .


''Bang, ini kenapa mata nya ?'' tanya Nayna meraba mata Cillo


''Em tidak kenapa kok Bunda, memang ada apa ?'' Cillo juga tidak mengerti.


''Ini loh nak. Matanya merah ''


''Ah yang benar bunda '' Cillo sedikit takut


''Iya makanya jangan tidur terlalu lama Bang.'' pesan Nayna


''Tidak terlalu lama Bun, Abang kan semalam tidur saat mau adzan.'' terang Cillo


''Apa ? saat adzan, kenapa?.''


''Ya itu Bun, Abang ingin menunggu paman pulang tapi ... Paman nya belum juga pulang dan tidak menemui Abang juga adek Cilla.'' jelas Cillo dengan perasaan dan raut wajah sedih.

__ADS_1


''Ya Tuhan Cillo, maaf Nak.'' seseorang merasa menyesal.


__ADS_2