
Memang Calista sudah menaruh curiga kepada pria yang bibi sebutkan adalah supir travel yang akan membawa Calista ke kota pamannya lagi itu, dari awal melihatnya yang hanya diam dan tak bersuara membuat Calista bertanya-tanya ada apakah dengan supirnya ini.
Tapi Calista tidak menanyakan nya pada bibi, karena takut terdengar oleh orangtuanya langsung. Juga karena Calista tak mempermasalahkan hal ini, mungkin beda orang beda pula kepribadian nya.
Namun ketika di perjalanan, tiba-tiba Calista mendengar suara Reyhan dan rupanya kecurigaan nya ini terjawab lah, kalau sebenarnya yang sedari tadi mengemudi memakai topi dan jaket itu adalah Reyhan.
''Nona kamu kenapa tega tidak memberitahu ku, kalau kamu akan pulang hari ini?'' tanya suara yang memang itu Reyhan.
''Maaf Rey, aku gak mau merepotkan mu.'' jawab Calista dan memang wanita itu sengaja karena dia ingin Reyhan fokus pada hidupnya juga hubungannya dengan wanita yang di pilih orangtuanya Reyhan.
''Jangan pernah mengatakan itu lagi, kamu dan Juna tidak pernah merepotkan ku. Karena ini aku yang mau Nona!'' tegas Reyhan menatap Calista dari balik kaca spion
''Tapi kan Rey, bukannya kamu lagi sibuk dan akan menikah ?'' celetuk Calista Sebenarnya dia malu juga mengatakan ini, tapi bibirnya tak bisa di ajak kompromi hingga berbicara seperti itu juga.
''Apa menikah? Hahaaa!'' Reyhan langsung ngakak
''Ish kook malah ketawa gitu sih, Aku serius ya!'' Calista kesal
''Ya siapa itu yang mengatakan aku akan menikah? Tidak ada!'' tegas Rey
''Loh bukannya dia akan menikah iya kan Bi? Rey udah di jodohkan bukan?'' bertanya pada Bibi
''Iya Teh, katanya sih begitu si Aa di jodohkan.'' balas bibi
''Bi, kenapa harus memberitahu si neng bule atuh Bi, biar ini jadi rahasia keluarga saja.'' ujar Rey
''Eh, begitu ya A maafkan Bibi atuh A. Bibi gak tahu kalau ini harus di rahasiakan, Sani juga kemarin yang bilang, ya kan Teh?'' kini Bibi menatap Calista
''Iya, Sani yang memberitahu ku. Eh tapi kenapa harus di rahasiakan segala dariku Rey ? Kamu keberatan aku mengetahui nya Rey ?'' tebak Calista salah menanggapi
''Oh bukan seperti itu sih Neng, ya kamu gak apa tahu juga .Hanya aku yang keberatan kamu tahu Neng.''
''Ya kenapa ?''
''Karena Aku gak ingin kamu tahu, lalu seperti ini Neng kamu jauhi aku.'' jelas Rey mengatakan ketakutannya.
''Cih, siapa m yang jauhi kamu. Jangan kepedean!'' Calista mengejek
''Benar gak akan jauhi aku? Walaupun aku sudah punya istri ?'' balas mengejek Calista
''Ya kalau gitu sih, kita harus jauh dong Rey.'' balas Calista
''Kenapa ? Apa karena kamu tidak mau melihat ku dengan wanita lain ?'' goda Rey
''Cih aku bilang jangan kepedean ah!'' Calista membuang muka
''Hahaa, kelihatan sekali kamu neng bule.'' Reyhan terkekeh
''Aapaan sih !''
''Begini ya Neng, Bibi aku ingin menjelaskan sesuatu nih, semuanya !''
''Ada apa A?''
''Apa?''
Reyhan pun menghentikan laju kendaraan dulu agar fokus berbicara.
Reyhan berbalik menatap belakang.
''Bi, Nona. Aku tidak jadi menikah dengan pilihan papi.'' ucap Rey mantap
''Kenapa gak jadi A?'
''Iya kenapa ?'' sahut Calista cepat seperti penasaran sekali.
''Ya Karena aku tidak suka di jodohkan, dan juga aku tak suka dengan perempuan itu Bi, Nona.'' jawab Rey
__ADS_1
''Lalu Papi mu gimana ?'' maksudnya Papi Rey, adik kandung Bibi.
''Ya, aku sudah dari awal bilang dengan penolakan ku ini Bi, tapi gitu lah Papi masih kukuh ingin aku menikah dengan wanita itu, dan aku juga sudah mengatakan semuanya kalau aku menolak perjodohan ini pada Anisa.'' jelas Rey
''Siapa itu Anisa ?'' segera tanya Calista sedikit tinggi nada bicaranya.
Rey tersenyum melihat reaksi Calista, '' Anisa, Dia perempuan yang dijodohkan papi dengan ku itu.''
''Cih, kenapa selalu di sebutkan Terus namanya.'' gerutu Calista pelan
''Kenapa ? Gak suka aku sebut namanya Anisa ?'' Rey sengaja
''Apaan, terserah mu!'' cetus Calista
**
''A, makasih ya udah jemput kami.'' ucap Bibi
Kini mereka semua sudah sampai di rumahnya Bibi Mut.
''Iya Bi, sama-sama .'' balas Rey
Sementara Calista lagi memasukkan barang nya dan barang Arjuna di kamar.
''A, bibi akan merestui hubungan kalian.'' ucap Bibi Masih mengobrol dengan Reyhan.
''Hubungan ku sama siapa bi?'' Rey memastikan takutnya dengan Anisa lagi.
''Ya dengan si Teteh Calista atuh A, memang mau dengan siapa lagi.'' ada nada ejekan yang bibi ucapkan
''Ah Bibi, iya terima kasih Bi..Andai Papi juga sebaik dan seperti Bibi.'' ada nada sedih terdengar saat Rey berbicara
''Sabar nya A..Bibi yakin si akang nantinya juga akan menerima hubungan kalian kok..Bibi tahu akang itu baik, tapi mungkin butuh waktu dulu.'' bibi menyemangati Reyhan ponakannya dan mendukung Reyhan dengan Calista.
Ya Tuhan, benarkah Reyhan ingin dengan ku? Benarkah dia menginginkan hubungan ini, sampai mau menentang Papi nya, yang tak menyukai ku. Reyhan rela berkorban untuk kami, tapi aku. Justru aku malah ingin menghindar dan menjauhinya, bukan sama-sama berjuang. Rey, bila kamu ingin bersama ku dan Juna. Maka ayo kita sama-sama berjuang Rey. batin Calista yang tak sengaja mendengar pembicaraan Rey dan Bibi.
Di lain tempat, seorang wanita muda datang ke kediaman orang tua Reyhan.
''Om .... Om!'' suara wanita itu berteriak bagai di dalam hutan saja, padahal sedang berada di dalam rumah.
''Kenapa harus berteriak-teriak begitu ya Anisa ?'' tegur Mami Rey datang menghampiri wanita muda ini
''Maaf Tante, tapi Om ada kan? Aku ingin bicarakan soal A Reyhan.'' ujarnya mengatakan tujuannya datang.
''Iya ada, lalu mau apa ? Dan kenapa harus teriak lalu ada apa dengan Rey ?''
''Aku ingin mengadu pada Om, kalau A Rey, tadi siang dia menolak perjodohan ini. Apa Tante tahu itu tidak ? Dan apa Om tahu ?'' ucap Anisa
''Apa? Reyhan bilang dia membatalkan perjodohan kalian ?'' suara Papi Rey menyahut
''Om, iya tadi saat aku datang ke kantor. Rey malah menolak ku, menolak makanan yang aku buat Om ! Dan parahnya tadi itu dia bilang dia akan membatalkan pernikahan kami. Oh ya Om, dia bilang ini karena dia punya pacar Om ! Katanya si Aa singgel Om?'' Anisa meluapkan emosinya pada Papi Rey
''Kurang ajar sekali anak itu rupanya sudah berani membatalkan pernikahan. Kamu tenang saja ya pokoknya ini urusan Om, biar Om yang akan memberikan pelajaran padanya.'' kata Papi Rey Sudah menahan marah
''Iya Om ! Aku ingin kami tetap menikah pokoknya ya Om, awas saja kalau kami tidak menikah aku gak akan terima itu Om ! Aku Akan merasa terhina dengan ini, aku akan menurut kalian dan akan menjebloskan kalian ke penjara. Atas penipuan dan penghinaan ini!'' Anisa dia mengancam Papi Rey
''Eh Neng Anisa, ya tidak bisa seperti itu dong. Kami ini tidak ada melakukan menipu apa-apa dan tak menipu ku. Jadi jangan berlebihan.'' ucapnya Mami Rey keberatan dengan ancaman Anisa
''Saya tidak mau tahu ya Tante. Pokoknya kalau pernikahan ini gak terjadi, ya siap-siap aja Om Tante dan Rey, masuk kedalam penjara !'' Anisa sudah kehilangan akal nya.
''Astaghfirullah Neng Anisa, Tante tidak nyangka Neng bisa kaya gitu ya?'' bahkan mami Rey jadi terkejut dengan aksinya Anisa. Wanita yang kemarin-kemarin lembut kini berubah drastis.
''Ini karena anaknya Tante, yang bermain-main dengan ku.'' Anisa tersenyum miring pada Mami Rey
''Ira sudah diam, jangan ikut campur. Yang harus kamu lakukan adalah bujuk anakmu itu, ini karena kamu terlalu memanjakan anak itu, beginilah sekarang akibatnya.'' Papi menyalahkan Mami Rey
''Kalian berdua itu sama-sama manusia tak punya hati.'' umpat Mami
__ADS_1
''IRa, jaga bicaramu !''
Dalam keadaan marah, Papi Rey mendatangi rumah sang kakak, dengan tujuan ingin memarahi Reyhan.
Sudah marah dengan kedatangan Anisa yang datang dengan marahnya, kini bertambah kesal ketika mendapatkan kabar bahwa Reyhan lagi-lagi sedang bersama wanita tak jelas itu alias Calista.
Papi Rey, semakin berjalan cepat.
Dorrr
Dorrr
''Mut, buka pintunya !'' teriak Papi tak sabaran
''Bu, itu ada Mamang.'' ucap Sani memberitahu
''Kenapa marah-marah itu Mamang mu, Sani.'' lalu bibi Mut berjalan membuka pintu.
Ceklek
pintu sudah di buka kuncinya dan segera di dorong oleh Papi Rey.
''Mana anak sialan itu ?'' tanya Papi marah wajahnya begitu garang
''Rizki. Ada apa ini? Kenapa datang langsung marah ?'' tanya bibi masih sabar
''Di mana si Rey, anak sialann yang tidak tahu diri dan sudah membuat malu. Di mana dia? Oh apa sedang bersama wanita murahan itu.'' Papi semakin garang
''Rey lagi makan Ki, kamu gak usah marah-marah dan buat keributan gini.'' tegur Bibi
''Jangan ikut campur, dan jangan bela wanita itu.''
''Tapi dia keponakan ku juga Ki.'' balas Bibi
''Maka ajarin keponakan mu itu, untuk jauhi Reyhan, karena dia sudah ku jodohkan dan tidak pantas untuk anakku Reyhan !'' ucap Papi jelas terlihat menolak Calista
''Papi cukup!''
''Papi yang harusnya tidak ikut campur urusan perasaan Rey Pi. Karena yang akan menjalani ini semua adalah aku Pi. Aku bukan papi!''
''Dan aku tidak bisa Pi, hidup dengan perempuan yang tak aku cintai Pi.''
''Oh lalu maksudnya siapa wanita yang kamu cintai Reyhan hah? Dia!'' Papi menunjuk Calista dengan sangat tajam
Rey pun menatap Calista, lalu menatap Papi nya lagi. ''Iya benar, AKU MEMANG MENCINTAINYA, DAB DIALAH WANITA YANG AKU PILIH.'' jawab Rey mantap
''Sampai kapanpun Papi gak akan pernah merestui nya Reyhan!'' penolakan Papi
''Dan aku akan tetap memilihnya Pi.'' ujar Rey tidak gentar
''Sekarang Papi tanya kamu, kamu memilih wanita ini atau karir dan kekayaan Rey, dan Menikah dengan Anisa?'' papi memberikan dua pilihan
Reyhan diam beberapa saat.
Lalu kembali menatap Calista yang menunduk mungkin takut dengan jawaban Reyhan. Lalu Rey menatap Arjuna yang lagi tersenyum padanya.
''Pi, aku putuskan untuk yang terakhir kalinya pada Papi..Aku tegaskan ini , dan ini Jawaban terakhir Rey! Aku Reyhan Ester Dean. Aku memilih .....?!''
''Reyhan!''
Dan
Plakkkk !
Suara tamparan terdengar menggema di ruangan ini.
''Rey !'' Calista menjerit
__ADS_1
''Rizki!'' teriak Bibi