
Hari ini, Bima rencana akan menjemput kekasihnya di bandara, kekasih Bima sudah kembali dari melanjutkan sekolahnya.
Setelah ia sukses di luar negeri sana, akhirnya pacar Bima pun pulang juga di hari ini.
''Ma, Bima nanti pulang agak sedikit malam ya.'' ucapnya pada Mama Ayyu.
''Memang kamu mau kemana dulu.'' tanya sang Mama
''Sore nanti Bima mau jemput Calista Ma.'' beritahu nya .
''Ohh pacar mu pulang juga akhirnya'' kata Mama
''Iya Ma, dia pulang sore ini, makanya Bima mau menjemputnya.'' kata Bima
''Yasudah tapi jangan pulang kemalaman Bim.'' pesan Mama
''Iya Ma, gak kok.''balas Bima.
**
''Honey ..... I Miss you, honey.'' teriak seorang wanita cantik dan putih bule lalu berlari pada seorang pria tampan yang sudah sedari tadi menunggu kedatangannya.
Gappppp
Wanita itupun langsung memeluk tubuh Bima, memelukku begitu erat seolah mencurahkan segala rindunya yang sudah lama terendam.
''Miss you to, baby ... Aku juga sama merindukan mu.'' balas si pria bagaimana tak rindu sudah lima tahun ini, mereka berpisah dari saat dulu kuliah hingga kini Calista sudah sukses menjadi desainer ternama.
Memang pacar Bima ini, memilih pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya dulu, sehingga kini wanita itu pun telah menjadi wanita sukses dan berkarir yang cemerlang.
Kini sudah saatnya lah Calista pulang dan bertemu dengan sang kekasih.
Sepulang dari kantornya, Bima langsung pergi ke Bandara tentu ia tak sabar ingin jumpa dengan sang kekasih.
''Bagaimana kabar kamu Baby? tidak macam-macam kan di sana?'' tanya Bima.
''Ihhh sayang, ya tidak dong. Memang macam-macam dengan siapa? Aku setia padamu'' jawab Calista.
''Oh ya kamu juga gimana kabar kamu, ah jangan-jangan kamu lagi honey yang macam-macam di sini ya.'' balas menuduh Bima.
''Ya tidak dong Baby, hah mungkin lah aku duakan kamu. Apa kamu tidak percaya, aku sudah mau nunggu kamu sampai selama ini hm?'' kata Bima
''Ah iya juga honey, baiklah aku sangat percaya padamu.'' Calista pun semakin memeluk erat pada lengan Bima .
Beberapa saat kemudian, kini Bima dan Calista pacarnya ini pun mereka lebih dulu makan karena Calista sudah lapar katanya.
Bima pun mengajak sang kekasih, ke restoran Jepang pavorit mereka dulu.
__ADS_1
''Kamu masih ingat tempat pavorit kita ini gak baby?'' tanya Bima
''Iya honey , aku masih ingat kok. Makasih ya honey, kamu sudah ajak aku ke sini aku rindu banget disini.'' kata Calista.
''Iya sama-sama, oh ya sama orangnya kangen juga kan?'' goda Bima.
''Ah itu mah sudah pasti, dong honey aku kangen banget sama kamu..'' balas Calista.
Bima pun tersenyum senang mendengarnya.
Sesudah pulang dari restoran, Bima pun mengantarkan Calista pulang langsung ke rumahnya. Hari belum terlalu malam sehingga Bima pun memilih
Malam harinya,
Nayna sedang mengajarkan Cillo melukis sementara adiknya ini sedang memegang botol susu. Tapi tiba-tiba Cilla menanyakan Bima.
''Bunda, mana ayah?'' tanyanya pada Nayna
''Eee ... Mungkin masih bekerja.'' jawab Nayna memang Bima sedari sore tadi dia belum pulang ke rumah dari kantornya.
''Iya Bun, Cillo juga belum lihat Paman Bun, gak biasanya kan Bun Paman pulang sampai malam.'' sahutnya Cillo anak laki-laki ini pun sama merasa penasaran kemana Bima.
''Abang, adek. Paman kalian pasti masih di kantornya, nanti juga akan pulang kok jadi tunggu ya sebenar lagi kalian nanti bisa main dengan paman mu.'' ujar Nayna memberikan pengertian pada kedua anaknya si kembar ini.
''Tapi Bunda, Cilla mau lihat Ayah, bunda ayo telepoon Ayah bunda.'' kini Cilla malah merengek minta Nayna menghubungi Bima.
''Gak mau, pokoknya Cilla ingin ayah. Ayah .... Cilla mau ayah.'' kekehnya bahkan sudah menangis guling-guling.
Dan suara tangisan Cilla terdengar oleh Mama Ayyu wanita baya itupun segera menghampiri cucunya yang menangis di kamar.
''Loh ada apa ini, Cilla. Nay?'' tanya Mama lalu menggendong Cilla.
''Ayo sini sama Nenek.'' ajaknya
''Gak mau, Cilla ingin sama Ayah.'' tolaknya Cilla.
''Kok gak mau sama Nenek hm? ayo kita main ya.'' masih coba membujuk.
''Tidak! Cilla mau Ayah Nenek.'' kekehnya.
''Nek, paman kemana memangnya?'' kini Cillo yang bertanya sambil menatap sang nenek.
''Em, itu Nak. Paman mu sedang ada urusan dulu, nanti juga akan pulang. Tapi sekarang ayo main sama Nenek, kita nontim film kartun Cinderella. Mau kan.''
Cilla kukuh dia tidak mau, Cilla menggeleng menolak di ajak nonton.
''Nek, Cilla mau Ayah gak mau nonton, Bunda ayo telepoon Ayah bunda.!'' kembali merengek pada Nayna.
__ADS_1
Lalu Nayna menatap ibu mertuanya.
''Coba saja Nay, kamu telpon Bima.'' suruh Mama
''Tapi Ma, Bima pasti sedang sibuk.''
''Kamu coba saja Nay, barangkali dia sedang tidak sibuk sekarang daripada Cilla nangis kaya gini.'' usul nya Mama.
''Nay takut ma, Bima marah.'' Nayna tidak mau mengganggu Bima.
''Yasudah biar Mama yang menghubungi nya.'' Mama menggendong Cilla dan Mama pergi ke kamarnya lalu Mama mengambil ponsel dan segera menelpon nomor Bima.
Tut...
Tut..
Cukup lama Bima mengangkat telepon Mama Ayyu hingga akhirnya, telpon sudah tersambung.
[Halo, ya Ma?] ucap suara Bima
[Halo, Ayah. Cilla ingin sama ayah kenapa Ayah belum pulang.?] suara Cilla menangi pun kini terdengar oleh Bima dan pacarnya.
''Ayah? maksudnya?'' seseorang bergumam dengan perasaan penuh curiga menatap pada Bima.
''nanti ku ceritakan Baby.'' balas Bima.
[Paman, ayo pulang. Kami rindu sama Paman.] kini bahkan Cillo pun menanyakan Bima.
[Iya Cillo, Cilla. Nanti ya paman pulang kok, sekarang kalian tidur dulu ini sudah malam. Nanti juga paman pulang kok] ucap Bima.
[Tidak mau, Cilla mau bobok sama Ayah.] suara Cilla menangis terdengar.
[Iya, ok ok. Paman akan pulang sekarang.] akhirnya putus Bima.
''Gak bisa honey, kamu kenapa sudah mau pulang.'' sekarang Calista ya yang merengek tak mau Bima pulang.
''Baby, tolong mengerti ya ponakan ku ingin aku pulang kamu dengar sendiri kan, tadi mereka nangis ingin tidur dengan aku. '' ucap Bima
''Iya, tapi kan gak perlu di turtin segala nanti mereka manja sama kamu, terus nantinya kamu jadi gak ada waktu dengan ku. Malah ngurusi ponakan kamu ''
''Gak akan lah honey, aku janji waktu ku hanya bersama mu.'' kata Bima.
''Eh tunggu dulu, tadi kenapa anak itu manggil kamu ayah ? atau jangan-jangan benar lagi itu anakmu ya? kamu bohong honey ?'' Calista memicingkan mata.
''Bukan Baby, dia itu keponakan aku Cilla . Dan dia ini kan sudah tidak punya ayah, dan mas Bimo ...''
Bima mulai menceritakan semuanya pada Calista apa yang terjadi, dan juga Bima menjelaskan kalau Cilla belum mengerti bahwa ayah kandungnya ini sudah meninggal, juga Cilla berpikirnya Bima lah ayahnya sebab Cilla hidup dengan Bima sudah sedari kecil dulu Bima lah yang selalu ada untuk Cilla dan Cillo..
__ADS_1