Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Siapa yang menemui Andinie


__ADS_3

Setelah mendapatkan uang pinjaman dari Bos nya, Andinie tidak langsung pergi ke rumah sakit karena operasi nya juga bisa dilakukan besok hari di tambah hari ini rasanya wanita itu nampak kelelahan.


Andinie pun memutuskan untuk ke rumah sakit besok pagi saja, hari ini dia butuh istirahat.


Saat ia sedang memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuh juga pikiran yang sedang gundah karena Ibunya tengah sakit, tiba-tiba pintu rumah di gedor dari luar dengan cukup keras.


Dorr


Dor


Dorr


''Astaga siapa itu?'' pekik Andinie kaget


''Andinie buka pintunya,''


''Cepat buka, bapak mau masuk Andinie.''


''Bapak.'' ucap Andinie pelan


''Heh anak sialan cepat kau buka ini pintu, lagi apa sih ayo buka.'' rupanya orang itu adalah Bapak nya Andinie memaksa ingin masuk kedalam rumah.


''Bapak mau apa dia kesini lagi.'' Andinie pun nampak kesal dan tak mengharapkan pria itu datang


Ceklek pintu ia buka dengan terpaksa karena tak mau membuat keributan dengan tetangga.


''Heh kamu ngapain aja, lama bener kamu buka pintu awas minggir.'' bentak bapak Andinie selalu marah-marah bisanya.


''Bapak mau apa lagi kesini?'' ucap Andinie


bapak nya langsung berbalik dengan menatap sengit ''Berani sekali kamu bicara kaya gitu ya sama bapak, jangan lupa ini masih rumah ku.'' balas bapak nya lantas masuk


''Ooh jadi bapak masih punya pikiran ini rumah bapak, bukan nya bapak sudah punya rumah mewah milik wanita itu? Lalu kenapa sekarang harus kesini lagi.'' pekik Andinie sangat marah pada bapaknya yang berselingkuh dengan daun muda sehingga ibunya sakit sakit-an.

__ADS_1


''Andinie, anak kurang ajar kamu. Berhenti ikut campur urusan bapak, yang harus kau lakukan sekarang adalah cepat buatkan bapak kopi Bapak sedang pusing.'' dengan seenaknya bapaknya menyuruh Andinie


''Sedang pusing bapak ini baru pulang, lalu saat senang bapak lupa pada kami bahkan bapak tak ingat dengan ibu, hikkks tega sekali.'' Andinie tak kuasa menahan tangisnya ia menjerit meluapkan emosi nya.


''Diam, kamu tidak perlu banyak bicara. Ibu mu saja yang tak becus dasar tak berguna.'' bahkan bapaknya ini menghardik ibunya yang selama ini selalu melakukan yang terbaik.


''Kalau begitu cepat pergi dari sini, kalau menurut bapak ibu tidak berguna jadi bapak tidak usah kesini lagi, tinggalkan kami .'' pekik Andinie sakit hati dengan perlakuan bapaknya.


''Berani kamu usir bapak hah? Siapa kamu, ini rumah ku bebas aku mau kesini atau tidak juga jangan ngatur kamu sama orang tua.'' bapaknya balas marah


''Pak, bapak pergi saja aku ingin istirahat, dan bapak bahkan tak menanyakan ibu pak, ibu sakit.'' jerit Andinie


''Ibu mu sakit, yaudah mau apa lagi memang wanita itu tidak berguna kan biasanya sakit sakit-an, oh ya Dinie bapak butuh uang kamu pasti ada kan.'' tiba-tiba tanya bapak Andieni


''Uang?'' ulang Andinie semakin emosi


''Ya, kalau kamu ingin bapak pergi cepat kasih bapak uang ayo.'' dengan tak tahu malunya bapak Andinie ini meminta uang setelah membuat hati anaknya terluka.


''Pak, aku ini anakmu aku bukan mesin uang, yang sewaktu-waktu bisa bapak minta dengan mudah, juga aku Rida punya uang dan kalaupun punya aku tidak Sudi berikan untuk bapak yang tukang judi, lebih baik aku gunakan untuk pengobatan ibu, Pak tolong Bapak pergi.'' Andinie meminta dengan baik sekarang


''Bapak mau kemana, stop Pak aku gak punya uang benaran Pak, berhenti ku bilang.'' Andinie mencegah bapaknya untuk masuk ke dalam kamar.


''Jangan halangi bapak Andinie dan jangan pelit kamu sama orang tua, dasar anak durhaka kamu.'' hardiknya tak berperasaan


''Tidak pak, jangan.'' jerit Andinie saat bapaknya akan membuka lemari


''Hah, ini kamu ada uang banyak, dasar anak kurang ajar tukang bohong kamu.'' bapak melotot tajam lalu dia melihat pada isi uang tersebut sehingga membuat senyum nya merekah jahat.


''Banyak sekali ini uang, hmm .... Cocok ini untuk modal judi.'' ucap bapak Andinie


''Jangan Pak, kembalikan uangnya ini untuk pengobatan biaya Ibu pak, kembalikan padaku.'' Andinie berusaha merebut uang itu lagi


''Tidak akan ini harus jadi uang bapak, kamu tinggal cari lagi saja. Awas minggir kamu.'' Andinie di dorong dan bapaknya mencoba membawa kabur uang itu.

__ADS_1


''Stop Pak, aku bilang itu untuk pengobatan ibu, jangan kejam seperti ini pak, ibu butuh uang itu.''


Tapi bapaknya tak menggubris perkataan Andinie permohonan anaknya ini padahal sudah jelas mengatakan itu uang untuk pengobatan istrinya tapi hati bapak Andinie ini sudah keras melebihi batu.


''Jangan bawa kabur uang itu.''


Saat bapaknya akan keluar membawa uang tersebut Andinie pun mencari cara bagaimana pun acaranya ia harus bisa merebut uang itu kembali.


Terpaksa Andinie harus melakukan ini, dia berdiri lalu mengambil pot bunga dan ia lemparkan pada kepala bapaknya.


Brruuukkk


''Ahhhk.'' pekik bapak Andinie terkejut


''Kau anak kurang ajar apa yang kau lakukan hah? Kau membuatku berdarah.'' bentak bapaknya sambil meraba kepala belakangnya yang terluka


Saat keadaan pria yang sayangnya ayah kandung Andinie ini lemah, Andinie pun tak tinggal diam dia cepat-cepat mengambil paksa uang nya lagi dan buru-buru Andinie berlari kabur meninggalkan bapaknya kini yang terluka dengan meminta Andinie tak membawa uang itu.


Andinie berlari sekuat tenaga dia harus pergi jauh dari bapaknya yang tak punya hati itu, sesekali dia menengok ke belakang takutnya bapaknya mengejar dia.


''Hahh .... Hah ... Ya Tuhan, kenapa aku harus mempunyai bapak kandung seperti itu, sangat kejam tak berperasaan.''


''Ooh syukurlah Ibu, uang ini bisa ku bawa dari bapak Bu.'' ucapnya lagi dengan nafas terengah-engah akibat ia berlari.


''Khmmm.''


Saat sedang menyenderkan tubuhnya di tembok dan bersembunyi dari bapaknya Andinie justru dikejutkan dengan kehadiran seseorang secara mendadak.


''Aaaa.'' pekik Andinie takut itu bapaknya lagi


''Hey kamu kenapa?''


''Hah?'' Kenapa bisa bertemu dengan keadaan seperti ini. batin wanita itu tak menyangka ketika melihat wajah orang tersebut.

__ADS_1


Dan siapakah orang itu?!


__ADS_2