Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Tidak jadi mencium, hanya menggoda


__ADS_3

Menjelang malam hari, Calista melihat wajah Reyhan yang biru-biru mungkin bekas pukulan orang jahat yang mau membawa anaknya tadi.


Calista merasa kasihan pada Reyhan karena nya pria itu jadi babak belur juga. ''Aduh aku lupa, aku belum mengucapkan terima kasih padanya.'' gumam Calista menepuk jidatnya


''Sebagai tanda terima kasih ku, mungkin aku harus mengobati luka di bibir dan pelipisnya.'' Calista pun dia meminta obat-obatan pada perawat Seperti antiseptik dan kasa juga air dan kain untuk mengompres luka biru-biru di wajah Reyhan.


Calista menghampiri Rey yang berbaring di kursi, dengan Setia menemani Arjuna. Calista sudah membawa yang dia butuhkan lalu wanita itu duduk di kursi samping Rey berbaring.


Calista mencelupkan kain itu di air lalu diperas dan perlahan dia menempelkan pelan-pelan di luka wajah Rey.


Rey merasa ada yang basah dan sedikit terasa sakit ada yang menekan di area wajahnya yang sakit. Perlahan Rey membuka mata dan yang pertama ia lihat adalah wajah cantik si Nona bule.


''Em sorry, Aku membangunkan mu.'' ucap pelan wanita itu tapi dengan bibir tersenyum


Rey menggeleng, ''Kau sedang apa Nona ?'' tanya Rey


''Ini Rey, Aku lagi bersihkan luka mu, dan aku ingin mengobati nya Rey. Itu pasti sakit kan?'' jawab Calista dan mengatakan tujuannya.


''Tidak perlu nona, aku baik-baik saja kok.'' Rey coba bangun tapi tiba-tiba dia meringis kesakitan.


''Rey , kamu kenapa ? Apa yang sakit hm?'' tanya Calista perhatian


''Dada ku, terasa sesak uhh!'' beritahu nya


''Kenapa dengan dada mu? Apa ini karena ulah si penjahat itu?'' Calista khawatir


''Mungkin iya, tapi nanti juga sembuh kok.'' Rey nampak tenang dan tidak merasa ini masalah besar.


''Gak bisa gitu Rey, kamu harus diperiksa Rey aku gak mau kamu sakit, biar aku bilang dokter aku khawatir.'' Calista panik dan dia beranjak tapi sebelum pergi, ada tangan seseorang menahan kepergiannya.


''Ada apa ? Aku mau panggil dokter.''


''Nona, tidak perlu cemas begitu. Aku baik-baik saja tidak merasa sakit lagi beneran nona.'' ucap Rey menampilkan wajah yang serius


''Benar Rey ? Gak apa biar semua jelaas Rey, aku gak mau kamu sakit.''


''Aku gak sakit nona, aku sehat begini. Mending sekarang tolong ambilkan Aku minum saja.'' pinta Rey


''Oh kamu ingin minum, yaudah tunggu aku ambilkan.'' Calista akan melangkah tapi tangannya masih di pegang Reyhan.


''Rey , tangan mu!''


''Oh ya!'' Reyhan melepaskan akhirnya


Saat Calista berjalan mengambilkan air minum, Rey melihat gesture tubuh wanita itu. Mendadak dia jadi ingat lagi dengan posisi tadi wanita itu.


''Oh tidak, ngapain Rey. Lo mikirin itu lagi, buang jauh-jauh Rey ! Fokus.'' Reyhan mengusap wajahnya kasar


''Ini Rey !'' Calista sudah datang dan memberikan minum dalam gelas


Tapi Reyhan malah melamun, Calista mengernyit heran ''Rey, ini minum nya!''


''Rey!''

__ADS_1


''Eh kenapa ada apa gunung!'' ucap Rey mengejutkan


''Hah, gunung?'' Calista semakin bingung


''Oh itu anu, bukan begitu maksudnya, aku lagi bingung.'' alibi Rey


''Bingung kenapa kamu, ini minum lah.''


''Terima kasih Nona.''


Glekk glekk ... Reyhan minum dengan cepat


**


Calista lagi mengobati luka nya wajah Reyhan.


Tangan wanita itu memberikan obat antiseptik lalu menutupnya dengan kasa. 'Kau cantik nona, apalagi di jarak sedekat ini.' batin Rey menatap intens


''Aku tahu, aku ini memang cantik ya kan. Tapi gak perlu menatap ku lama begitu, aku jadi gugup nih di tatap Seperti ini.'' ujar Calista


''Rupanya Anda sangat percaya diri sekali Nona, saya tidak sedang menatap anda.'' Rey mengelak


''Ah gak perlu mengelak begitu Tuan Reyhan, jelas aku melihat mu dari mataku kalau yang lagi ada di bola matamu itu, hanya ada aku.'' ejek Calista sambil tertawa puas.


''Oh oh, aku ketahuan ya, baiklah aku mengaku memang aku sedang melihat seorang bidadari yang nyasar ke bumi.'' balas Rey


''Cihh, bidadari ini tidak nyasar. Karena dia hidupnya di dasar bumi ini. Hahaha.'' sahut Calista


''Oh ya terima kasih kau mau mengobati luka ini.'' ucap Rey tulus , maksudnya luka yang di berikan Nayna karena menikah dengan Bima.


''Sudah jangan menangis, aku tulus melakukan nya kok. Aku akan menolong bila orang itu membutuhkan bantuan. Bahkan ku rasa ORAng lain pun sama, akan seperti yang aku lakukan. Juga karena aku memang benar-benar menyayangi anakmu Arjuna. Aku sudah Anggap dia anakku.''


''Apa anakmu?'' Calista terkejut


''Ya, kenapa boleh kan?''


Calista mengangguk cepat.


''Tapi aku sudah bohongi kamu Rey.'' Calista menatap sendu


''Berubah lah mulai dari sekarang, jangan lagi membuat kebohongan yang lainnya. Dan jadi perempuan yang baik lagi ok!'' Rey menyemangati Calista


''Baik Rey, tapi ku mohon bimbing aku agar jadi baik.'' pinta Calista


''Siap, kita sama-sama menjadi baik.''


Secara refleks Calista memeluk tubuh Reyhan tanda dia begitu berterima kasih .


Uhhhhh!.


Reyhan terkejut mendapatkan serangan dadakan dari Calista.


Oh ****, jantungku berdebar. Haduh aku harus nahan sesak ini, kenapa kau memelukku begitu erat Nona. Apalagi ini apa, kenapa buah dada mu begitu terasa. batin Rey

__ADS_1


''Terima kasih banyak Rey.'' Calista mendongak menatap Reyhan


Reyhan hanya mengangguk saja.


''Kamu kenapa sih, ayo bicara.''


''Em Sorry nona, Tolong jaga sikap ya, jangan seperti ini.'' ucap Rey sambil menunjuk tangan Calista yang masih melingkar di pinggang Rey


''Kenapa Rey, aku ini gak punya penyakit Rey.'' Calista salah menanggapi


''Oh bukan seperti itu nona maksudku,''


''Lalu apa? Kau membuatku kesal.''


''Nona, mengertilah. Aku ini pria normal, apa kau tak berpikir aku ini selalu menahan sesak dengan perlakuan mu bila begitu Nona.''


''Hah, oh iya.'' Calista membulatkan matanya dia kini sadar.


''Ih kamu nakal Rey, jadi kamu normal ?''


''Ya tentu dong, pertanyaan seperti apa itu.''


''Rey, apa sekarang itu kamu hidup.'' ah Calista jadi semakin ingin menggodanya bujang satu ini, bahkan dengan sengaja Calista kembali memeluk Reyhan semakin erat.


''Oh ****, Nona kau sengaja ya.''


''Hahaaa, Rey kamu sangat lucu.'' Calista pun dia tertawa kencang dan melepaskan pelukannya lalu akan beranjak.


''Hei mau kemana,'' Rey menarik tangan Calista hingga kembali jatuh di pangkuannya sekarang.


''Rey, kau mau apa?'' Calista kaget


''Kamu harus bertanggung jawab !'' Reyhan berbisik


Calista merinding ''Rey.'' dia mendorong tubuh Reyhan


''Kau Sudah membangunkan yang lagi tidur nona, maka tanggung jawab !''


''A-apa sih Rey !''


Reyhan tiba-tiba mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga mengikis jarak mereka.


''Rey!'' hembusan nafas Calista terasa di wajah Reyhan


Reyhan semakin mendekat dan hampir menyentuh bibir merah seksi itu, tangan Reyhan sudah menahan tengkuk Calista. Dan wanita itu refleks langsung memejamkan matanya. Reyhan merasa puas pria itu tersenyum.


Calista sudah benar-benar siap dan menunggu.


Tapi tak juga ia merasakan.


''Kau lagi apa nona, apa yang kamu pikirkan hm? Kenapa sampai menutup mata begitu? Apa kau pikir aku akan mencium mu. Sabar nona, tunggu halal.'' Reyhan berbisik


Seketika mata Calista melotot malu. ''Rey .... Sialan kamu!''

__ADS_1


''Hahhhaaaa ...'' Reyhan langsung ngacir ke kamar mandi


''Menyebalkan banget sih tuh orang, sial kamu juga Lista, kok mau di bohongi dia, ah kan aku jadi malu.'' Calista menutup wajahnya dengan kedua tangan.


__ADS_2