Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Bima tak ijinkan Nayna pergi sendiri.


__ADS_3

Nayna tengah menyiapkan keperluan Bima untuk pergi ke perusahaan pagi ini, setelah sekian lama nya Bima hanya berdiam di rumah tak melakukan pekerjaan di kantor ataupun luar kantor.


Tapi walaupun Bima tak pergi ke kantor, tapi tetap dalam rumah Bima selalu mengecek dan memeriksa pemasukan ataupun pengeluaran.


Bima percaya pada sekertaris nya, tapi Bima juga harus teliti. Karena takut saja ada kecurangan di dalam perusahaan Bima tidak akan lengah.


Nayna membantu memasangkan dasi untuk Bima. Bima langsung menahan tubuh Nayna hingga kini mereka saling merapat.


Mata keduanya bertemu dan mengunci.


''Aku pergi dulu ya, kamu baik-baik di rumah bersama Mama dan juga si kembar. Kamu jangan macem-macem.'' ujar Bima


''Aku gak akan macem-macem lah, mau macem-macem dengan siapa? Yang ada itu kamu mungkin nanti di kantor akan macem-macem dan awas saja bila itu terjadi.'' balas Nayna tidak mau di salahkan.


''Ya aku juga gak mungkin macem-macem Bun, aku akan setia padamu. Oh ya, seperti nya hari ini aku akan lembur Bun. Akan pulang malam.'' ucap Bima


''Kok pulang malem sih Bim ?''


''Iya kan aku harus lembur dulu, ada yang perlu aku cek. Kenapa memangnya, kau gak mau ku tinggal lama ya?'' goda Bima


''E-eh itu Bim, kamu kan baru masuk masa sudah lembur saja sih, aku nanti khawatir padamu.'' ucap Nayna


''Kenapa sih, gak langsung bilang saja kamu gak mau di tinggal lama.'' Bima semakin mendekatkan Nayna pada tubuhnya hingga sial, si Otong kembali berdiri dengan tegak ingin masuk lagi. Apalagi ketika merasakan buah dada yang kenyal ini.


Oh Bim, kau harus bekerja dulu. Tunggu malam nanti. bisik nya.


''Ini sudah siang Bim.'' Nayna mengalihkan pembicaraan


''Iya baiklah, yaudah aku berangkat sekarang ya sayang. Hati-hati di rumah.'' Bima mencium kening Nayna tapi tak tahan bibir itu pun ia cium lagi dan lagi .


''Euhhh bim!''


Bima menggandeng tangan Nayna lalu menuruni tangga, ''Ayah ... Ayah mu mana ?'' Cilla segera bertanya ketika melihat Bima siap dengan pakaian kantor nya


Bima membawa Cilla dan menggendong nya. ''Ayah akan pergi dulu.''


''Mu mana Ayah ?'' Cilla menunjukkan ekspresi takut di tinggal, seperti dulu BIMA yang kembali ke kota dari rumah Bibi Ria.


''Ayah akan ke kantor sayang, mau bekerja untuk kita untuk jajan dan jalan-jalan nanti kamu sama Abang.'' jawab Bima


''Asikkk jalan-jalan ayah ?'' Cilla kini dia senang


''Iya benar Nak, nanti kita jalan-jalan. Makanya sekarang ayah harus bekerja dulu. Kamu baik-baik di rumah ya jaga Nenek dan Bunda !'' ujar Bima


''Abang juga ya Yah ?''


''Iya Abang mu juga, dan ya Abang. Abang harus jaga adek mu ya.''


''Iya Pa- eh Ayah.'' Cillo masih kaku belum terbiasa.


''Ma, aku berangkat dulu .'' Bima berpamitan pada Mama Ayyu


''Iya sayang hati-hati, jangan terlalu bekerja keras dulu Bim. Ingat kamu ini baru sembuh, biarkan sekertaris mu itu yang mengerjakan !'' pesan Mama

__ADS_1


''Baik ma, aku ngerti.''


Bima di antar Nayna menuju mobilnya.


''Nay, aku pergi.''


''Iya.'' tapi Nayna masih menahan tangan Bima seolah ragu untuk melepaskan.


''Aku janji, setelah selesai dengan pekerjaan ku . Aku langsung pulang ya.''


''Janji ya , jangan malam-malam.'' Nayna manja


''Iya uhh, kamu gemesin deh. Iya gak akan lama-lama sayang. Lagian Sepertinya aku akan cepat merindukan mu. Aku jadi ingin cepat-cepat pulang.'' padahal berangkat saja belum Bim ... Bim.


Cuppp


Bima mencium kening Nayna dengan khidmat.


''Sudah ah malu ada Mama dan anak-anak.'' Nayna grogi


''Byy sayang, anak-anak dahhh!''


''Dahhhh ayah !'' mereka saling melambaikan tangan.


***


Nayna dapat kabar kalau bibi jatuh sakit.


[Halo.] ada suara pria yang terdengar di balik telpon tapi memakai ponsel bibi Ria.


[Halo ini siapa? Bukan nya ini ponselnya bibi ya?] Nayna keheranan


[Iya benar neng cantik. Ini nomornya bibi, dan apa kamu ini benar si neng cantik ?] tanya pria itu


[Iya benar ini saya, dan apa i-ini bos Rey ?] tebak Nayna


[Kenapa panggil bos!] Rey nampak marah tak terima


[E-eh iya maaf mas Rey.] Nayna meralat


[Begini neng cantik, saya mau katakan ini Bibi jatuh sakit neng.]


Deg!


[Apa mas, bibi sakit ? Sakit apa mas, dan sekarang gimana kondisi bibi?] Nayna panik cemas sampai dia berjalan mondar-mandir ke kiri dan kanan .


[Bibi terkena gagal ginjal neng., sekarang kondisi bibi sudah cukup stabil. Tapi bibi berpesan katanya beliau ingin bertemu dengan kamu neng cantik.] jelas nya Reyhan.


[Ya Allah Bi, maafkan Nay bi.] Nayna jadi sedih


[Saya coba bicarakan dulu dengan keluarga sini ya mas, oh ya mas tolong jaga dulu bibi saya ya mas Rey, Nay mohon mas!] pinta Nayna


[Iya baiklah neng cantik, tentu saya akan jaga pegawai saya, dan kamu tenang saja ya neng cantik gak usah khawatir, juga saya tunggu kedatangan mu juga si kembar, iya saya jadi rindu juga pada mereka dan padamu.] bisa-bisanya saat seperti ini, Reyhan menggoda Nayna. Reyhan belum tahu kalau sebenarnya Nayna sudah menikah lagi dengan Bima.

__ADS_1


[Hehee mas, iya insyaallah segera kesana mas, dan Nay berterima kasih banyak mas.] hanya itu jawaban Nayna.


[Sama-sama neng cantik .]


Tut panggilan terputus...


Nayna lebih dulu membicarakan hal ini kabar kesakitan bibi nya .


''Ma, Nay tadi dapat kabar kalau bibi di sana sedang sakit ma.''


''Bibi mu sakit apa Nay ?'' Mama Ayyu ikut cemas


''Katanya terkena penyakit gagak ginjal ma, ma Nay boleh pergi jenguk bibi kan ma?'' ijinnya.


''Astaghfurullah nay, yang benar bibi mu sakit itu?'' Nayna mengangguk, ''Iya begini Nay, Mama akan mengijinkan kamu Nay, tapi saat ini Mama tak punya hak lagi Nayna, sebab kini kamu sudah jadi milik nya Bima. Maka ijinlah juga pada suami mu.'' ucap Mama mengingatkan dan menyuruh Nayna meminta ijin Bima.


''Baik ma iya nanti Nay akan minta ijin dari Bima.''


Tapi sayang sekali, nomor nya Bima susah di hubungi bahkan tadi sempat aktif namun Bima gak menjawab telpon dari Nayna.


'Bim, kamu lagi apa sih, kok Aku Telpon malah gak di angkat lalu sekarang gak aktif lagi ponsel mu.'' Nayna mengomel sendiri Nayna mencemaskan Bima dan juga kondisi bibi.


Saat waktu menunjukkan sudah jam sembilan malam baru lah Bima nomornya aktif dan balik mengubungi Nayna.


[Halo sayang .]


[Kenapa ] Nayna jutek


[Tadi kamu telpon aku gak aku angkat maaf ya,, aku lagi Mitting Bun. Jadi gak bisa angkat telpon mu.] Bima menjelaskan


[Beneran lagi Mitting bukan lagi yang lain? Yang gak mau ku ganggu hm?]


[Bukan seperti itu, ini serius aku lagi gak bisa angkat telpon sayang, jangan menuduh kata gitu ah. Oh ya ada apa tadi telpon Sampai berkali-kali, hmm kamu rindu ya.]


[Bukan, tapi aku ingin meminta ijin , aku ingin jenguk bibi. Bibi lagi sakit Bim.]


[Sakit apa?]


[Sakit ginjal Bim, aku ingin kesana.]


[Ok nanti besok kita kesana sama-sama bareng aku!] putus Bima tidak akan membiarkan Nayna pergi tanpa nya.


[Kamu akan ikut bim?]


[Iya lah Nay, aku harus ikut. Aku gak akan biarkan kamu pergi tanpa aku, awas saja kalau kamu berani pergi tanpa ijin ku.]


[Iya gak akan kok, lagian ini sudah malam. Aku takut.]


[Sekarang saja bilang takut, tapi dulu kamu pergi dari rumah dengan bawa si kembar lagi.] sindir Bima mengingatkan pada waktu lalu ketika Nayna keluar dari rumah.


[Ya itu karena aku terpaksa pergi dan untuk apa aku tinggal, sementara kamu gak ada nahan untuk aku tidak pergi kan?] balas menyudutkan Bima


[Iya maaf kan aku sayang, aku bersalah.] Bima sadar dia mengakui dengan perbuatannya dulu.

__ADS_1


__ADS_2