Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Kepolosan Bima


__ADS_3

Reyhan menaruh kecurigaan melihat gerak-gerik nya wanita ini yang lagi hamil besar, dan ya Reyhan baru melihat wanita itu di daerah nya. Siapa sebenarnya wanita ini?' pikir batin Reyhan.


''Jadi kau ini seorang janda ?'' kembali tanya Reyhan


Calista mengangguk pelan.


''Kenapa jadi janda?'' Reyhan Seperti mengintrogasi Calista


''I-itu karena a-aku, ya ini bukan urusanmu. Kenapa mau tahu segala.'' cetus Calista untuk menutupi rasa deg-degan di hati, akibat berbohong.


Calista berbohong tentu saja iya. Karena dirinya ini wanita yang hamil tanpa Menikah, tanpa punya suami dan kejelasan tentang statusnya kini. Janda bukan, istri orang bukan. Tapi akan menjadi seorang ibu.


Namun untunglah Calista tak bejat dua kali, dirinya cukup satu bejat ketika melakukan dosa Indahnya bersama Jonathan dulu hingga menghasilkan anak.


Bibi dan Paman, juga Papi nya mereka yang masih waras tak membiarkan Calista menggugurkan kandungan atau membunuh anak yang tak berdosa.


Mami Calista kecewa hingga justru sempat menyuruh Calista anaknya menggugurkan kandungan dan mengusir hidup di luar negeri kembali.


Hal ini membuat Papi nya murka, dan bergegas menyuruh pengawal kemarin membawa Calista ke kampung sang adik, yaitu paman Calista.


''Saya ini nanya baik-baik kok jawabnya cetus judes banget cihh.'' gerutu Reyhan


''Ya sorry, tapi gue rasa Lo gak perlu ikut campur urusan gue lah.'' kukuh Calista gak mau membahas ini lagi.


''Ok Sorry juga saya udah ikut campur menanyakan hal itu. Tapi kamu ini perempuan kan ?'' ucap Reyhan


''Apa maksudmu ? Sudah jelas gue ini perempuan, apa Lo kita gue ini banci atau laki-laki gitu?'' Calista tersinggung dan marah ketika di tanyain kaya gitu oleh Reyhan tadi.


''Sukur deh kalau Anda sadar, anda ini perempuan tapi saya lihat dan baru melihat ada perempuan yang ucapannya melebihi laki-laki ya,''


''Apa , apa?''


''Ucapan, perkataan dan sikap anda ini tidak seperti perempuan Nona. Kau lebih mirip seperti laki-laki yang tak beretika.''


''Hei ... ''

__ADS_1


''Sorry saya katakan ini, tapi memang begitu adanya. Kamu ini bicara tak di saring juga begitu kasar, apa ada perempuan berkata Lo gue, Lo gue. Apa itu, sayang sekali padahal kamu Nona, kamu ini cantik bersih, saya kira sikap kelakuan kamu, sama dengan fisik kamu yang cantik ini.'' ujar Reyhan mengatakan apa adanya.


Calista kali ini dia langsung diam tak lagi menyahut perkataan Reyhan.


''Oh ya dimana rumah mu?'' tanya Reyhan


''Lurus saja dan nanti belok kiri.'' jawab Calista kini menjadi suka diam setelah di karai oleh Reyhan, mungkin Calista mulai sadar dan menjaga attitude.


''Itu berhenti di rumah warna hijau depan sana.'' Calista menyuruh Reyhan berhenti di sana, dan menunjuk pada rumah ber cat hijau.


Loh ini kan rumah nya ... ''Beneran ini rumah mu?'' kembali tanya Reyhan seolah ragu.


''Iya, kenapa memang?'' Calista heran pria di sampingnya ini seperti terkejut.


''Ahh gak ada, yaudah sana istirahat.'' ujar Reyhan


''Apa itu maksudnya ? Dia ngusir gue.'' gumam Calista jadi sebal pada Reyhan.


''Tunggu Nona, ini obat nya di bawa juga. Dan ya jangan lupa di minum, agar kamu dan anak mu itu sehat.'' ujar Reyhan.


''Thanks you, Lo udah nolongin gue ya. Dan ya sorry tadi itu gue gak sengaja membuat baju Lo basah, gue- gue lagi kacau tadi dan sumpah itu gak sengaja. Thanks Lo adalah pria yang baik.'' ucap Calista tulus. Dan ia sampai menitikkan air mata.


''Ok sama-sama, tapi saya berpesan bila nantinya bertemu kembali, saya harap rubah lah kata Lo gue ini. Gak enak di dengar nya, tapi saya berharap kita gak usah dan gak akan bertemu lagi.'' kata Reyhan


''Apa?'' Calista terkejut dia bela-belain merendahkan diri untuk meminta maaf dan berterima kasih tapi tanggapan Pria ini membuatnya ingin marah lagi.


Cepat-cepat Calista membuka pintu mobil dengan kasar, lalu turun tapi kembali ia menatap Reyhan. ''Dengarkan ini ya pria angkuh, gue juga gak berharap ketemu pria seperti Lo ini, dasar orang kampung.''


brukkkk, Calista menutup pintu mobil dengan kasar lagi.


''Ya Tuhan ada perempuan seperti ini, ihh amit-amit.'' Reyhan mengelus dadanya untuk sabar, kemudian Reyhan menatap pada rumah cat hijau ini.


Kapan Tante punya saudara seperti dia. Kenapa bisa wanita itu berada di rumah ini . batin Reyhan.


**

__ADS_1


''Ma, aku ingin bicarakan hal penting.'' ucap Bima pada Mama Ayyu.


''Ma, Suami, ini teh nya.'' Nayna datang membawa teh setra cemilan kemudian ikut bergabung dan duduk di dekat Bima.


''Makasih Nay, oh ya Bim ada apa?''


''Ma, gini aku dan Nayna sudah merencanakan untuk menikah ulang secara resmi, dua bulan ini. Kami meminta restu Mama.'' ucap Bima begitu mantap dan memegang tangan Nayna sangat erat. Menyiratkan Bima ini sangat Serius.


Mama langsung menyunggingkan senyum penuh syukur, ''Bima iya Mama sudah pasti akan sangat merestui kalian, Mama setuju dengan niat mu ini. Mama senang Bim, Mama bangga pada kalian bersua.''


''Terima kasih banyak ma.''


''Iya ma makasih, sudah merestui.'' sahut Nayna


''Oh ya, apa sudah ada tanda-tanda adiknya si kembar?'' tanya Mama membuat Nayna memerah Pipinya Seperti tomat.


''Doa kan saja ya Ma, kami lagi berproses dan ya Ma, Bima mau meminta maaf.'' ucap Bima membingungkan


''Minta maaf untuk apa Bim?'' Mama sudah cemas


''Bima ingin minta maaf gitu loh ma, karena Bima gak dari dulu ngikuti keinginan Mama untuk menikahi Nayna, Bima nyesel MA, gak dari dulu menikahi Nayna, bila ternyata Rasanya seenak ini.'' celetuk Bima


''Hah oh ya Bim, jadi kini kamu nyesel dan baru sadar yang Mama pilih ini, ternyata pas dan enak, hahaha Bima ... Bima.'' Mama langsung ngakak begitu lucu Anaknya ini jadi polos.


''Bima ih, kenapa bicara gitu pada Mama Bim ah kamu.'' Nayna mengomel dan kini tambah malu dirinya di hadapan Mama Ayyu.


''Loh kenapa sayang, aku gak salah dong aku ini mau berterima kasih pada Mama gitu.'' kata Binsar tidak peka.


''Nay kamu sudah memberikan apa hm?, pada anak Mama, sampai Bima jadi polos begini. Hahaaa.'' Mama kembali ketawa kencang.


''Ma, tidak seperti itu.'' Nayna menutup wajahnya dengan bantal sofa.


Nayna tentu malu ketika Bima sefrontal ini. Padahal dulu, Bimo kakak Bima. Tak pernah jujur akan soal itu pada siapapun, gak pernah cerita ini dan itu..Ehh tapi Bima, dia benar-benar membuat Nayna mati kutu . Malu di hadapan Mama Ayyu.


Bima malah cuek gak peka, kalau Nayna ini malu banget atas kejujuran Bima.

__ADS_1


__ADS_2