
Bima lagi berbaring di tempat tidur sampingnya Nayna wanita yang telah sah menjadi istrinya itu. ''Bun, aku begitu bahagia sekali.'' ucap Bima terus memancarkan senyum bahagia nya
''Aku juga bahagia kok.'' balas Nayna
''Aku bersyukur Bun, kini bisa merasakan juga senangnya punya anak.'' ucap Bima
''Jadi maksudnya Cilla dan Cillo itu kamu gak seneng Yah?'' ingin saja Nayna jadi mengatakan itu
''Ya tentu aku senang dong Bun, masa tidak sih.'' ujar Bima tentu menyayangi si kembar yang tiba-tiba jadi seorang kakak.
''Tapi aku sedih Yah.'' lirih Nayna jadi menunduk sedih
''Kamu kenapa ?''
''Aku sedih, nanti kita akan bagi waktu nya si kembar dengan anak kita yah.'' Nayna mengatakan kegundahan nya.
''Tidak perlu khawatir dan cemas begitu, ada aku yang akan bantuin kamu Bun. Kita rawat anak kita sama-sama ok!'' Bima menenangkan dan memang seharusnya begitu.
''Kamu janji ya, akan selalu ada untuk anak-anak.'' pinta Nayna
''Siap Bun, tentu aku akan menepati janji ku.'' balas Bima dengan mantap
Beberapa saat kemudian, Nayna sudah istirahat dengan tertidur pulas. Padahal tadinya Bima mau meminta kuda-kudaan. Secara ini adalah malam pengantin mereka, tapi Bima sudah di tinggal tidur duluan oleh sang kekasih halal nya.
''Selamat tidur ya Istriku, aku mencintai. Muahh!'' Bima memberikan kecupan juga ucapan selamat tidur.
''Hah lumayan melelahkan juga hari ini, pantas lah dia tidur nyenyak begitu. Baiklah kadal, Lo puasa dulu malam ini ok!'' Bima berbaring lalu merenggangkan otot-otot nya dan mengajak bicara pada pusaka nya. Lalu BIMA pun ikut tidur menyusul Nayna.
**
Saat Rey dan Calista masih berbincang atau pemperdebat kan soal kebenaran Calista. Ada seseorang yang dengan sembunyi-sembunyi akan masuk ke kamar rawat inap Arjuna. Tentu tanpa sepengetahuan Calista.
''Jadi kamu bukan janda?'' tanya Rey
''Iya.'' Calista mengangguk
''Aku masih belum mengerti, kalau kau bukan janda kenapa bisa ada Juna?''
''Juna ada karena kesalahanku, dan Sebenarnya sampai detik ini Jo pria yang tadi, Ayah Juna. Dia tidak pernah bertanggung jawab terhadap ku, atas apa yang sudah dia perbuat padaku. Hikkss'' bahkan dulu saat aku meminta pertanggungjawaban dari Jo, dia tidak percaya dan malah menuduhku kalau aku mengandung anak dari Pria lain. Padahal Sudah jelaas Juna anaknya. Tapi dia kabur. Dan maaf Rey, kalau sebenarnya selama ini aku berbohong. Dengan menyebutkan aku Janda, padahal sebenarnya aku tak memiliki status yang jelas, aku hanya wanita hina.'' kini Calista memberanikan diri untuk berkata jujur kepada Reyhan.
''Apa Nona? Jadi kamu dengan pria itu tidak Menikah, dan ini karena dia tidak mau bertanggung jawab. Apa begitu nona?'' Rey ikut emosi
Calista mengangguk, ''Benar Rey, saat itu aku merasa hancur karena Jo tidak percaya dan bahkan dengan tega mengusir ku, tidak mau tanggung jawab. Hingga aku tidak punya pilihan lain, aku ingin Bima menikahi ku, dan menerima anakku. Tapi sayang saat itu Bima telah menikah dengan Nayna. Aku memang bodoh Rey, aku sudah meninggalkan Bima mengkhianatinya lalu aku meminta Bima menikahi ku, dan menyebutkan Juna anak Bima, tentu itu semakin membuat Bima membenci ku. Karena Bima adalah pria yang baik tidak seperti Jo, ya aku akui ini juga salah ku.'' kembali Calista menjelaskan semuanya.
''Kurang ajar sekali pria itu, dia tega tak mau bertanggung jawab terhadap Juna. Padahal Juna anaknya kan. Mungkin sebaiknya ku harus beri dia pelajaran.'' Reyhan sudah marah besar dan merasa ikut sakit hati bahwa ada yang tak menginginkan Juna. Padahal Rey begitu menyayangi Arjuna.
''Rey, Rey sudah tidak perlu Rey. Kamu jangan mengotori tangan mu ini.'' cegah Calista tak ingin Reyhan berbuat hal yang kalap
__ADS_1
''Tapi Nona aku tidak suka mendengarnyaa. Juna itu berharga untuk ku, tapi pria sialann itu malah begitu tega, jangan cegah aku nona.'' pekik Rey sudah begitu geram
''Tidak Rey, tidak ! Tolong tenang dulu, kita cari cara lain.''
''Kenapa Kamu mencegah ku apa karena kau masih menyukai pria itu?'' tebak Rey
''Rey! Kamu apaan sih, ini tidak ada hubungannya dengan hal sana. Kamu seenaknya saja kalau ngomong.'' omel Calista
''Ya lalu kenapa, menghalangi ku?''
''Karena aku gak mau kau kenapa-kenapa Rey, sebab aku tahu siapa si Jonathan. Dia bukan orang yang biasa Rey, dia itu seorang Mafia.'' ungkap Calista
''Masa bodoh dengan siapapun pria itu, yang pasti aku ingin menghajarnya.''
Calista pun masih berusaha menenangkan Reyhan.
Di lain tempat ...
[Bos, saya sudah sampai di ruangan anak yang bernama Arjuna.] ucap seseorang di balik telpon
[Bagus ayo bawa dia pergi ke mobil!] perintah Jo
[Baik bos.]
Tut
''Aman!'' gumamnya
Lalu ajudan itu bergegas keluar dan melangkah pergi dengan menggendong Arjuna. Tapi saat ia berbelok di belokkan si ajudan itu kaget karena bertabrakan dengan perawat.
Perawat juga kaget apalagi melihat pria yang memakai baju serba hitam, dan gerak-gerik yang mencurigakan juga menggendong seorang anak kecil.
''Mau di bawa kemana itu pasien?'' tanya perawat
''mau ku bawa pulang, kenapa?'ajudan melototi perawat
''Tidak bisa, karena masih belum dua puluh empat jam pasien di rumah sakit, dan masih harus di rawat.'' ucap perawat dengan niat memberitahu.
''Banyak Omong sekali, hah sudah awas.'' ajudan itu marah dan mendorong si perawat lalu ajudan tadi berlari kabur.
''Heii tunggu, mau di bawa kemana pasien itu. Tidak boleh di bawa pergi,'' perawat berteriak dan ikut mengejar si ajudan
Kebetulan memang lokasinya tak terlalu jauh dengan berdirinya Calista dan Rey,
''Ada suara siapa itu Rey?''
''Iya gak tahu Nona, ayo kita lihat.'' ajak Rey
__ADS_1
'' hm ayo.''
Calista dan Rey melihat ada beberapa perawat yang berlarian dengan berteriak meminta tolong lalu menyebutkan ''Tolong itu ada maling, yang membawa pasien rumah sakit.''
''Mbak Mbak tunggu, ada apa ini? Kenapa terlihat ribut?'' Rey menahan satu perawat
''Itu mas tadi katanya ada maling.'' jawabnya dengan nafas tersengal
''Maling apa maksudnya?''
''Katanya sih ada maling seorang anak pasien begitu mas Mbak.''
''Apa Mbak maling anak '' Calista kaget
''Rey, Juna!''
''Ayo kita lihat.'' Calista segera berlari
''Tenang lah nona.'' Rey ikut mengejar
Brukkkk
''Arjuna! Juna! dimana anakku?'' ketika pintu di dobrak Calista tak menemukan anaknya .
Padahal tadi masih tertidur di atas ranjang rumah sakit ini
''Juna!'' Rey ikut shock Arjuna tidak ada.
''Rey, mana Juna?'' teriak Calista dengan menangis dan menatap Rey
''Tadi dia disini kan , tidur.'' Rey kebingungan
''Tapi sekarang Juna gak ada Rey, kemana anakku. Rey mana Juna? Kamu kenapa meninggalkan dia Rey? Kenapa gak kamu jagain anakku?'' Calista menyalahkan Rey
''Sepeertinya ada orang yang membawa Arjuna.'' ucap Rey
''Apa maksudnya Rey? Tidak, Juna gak boleh pergi.'' Calista ketakutan
''Jo ... Kurang ajar!'' Calista teringat dengan Jonathan yang dia curigai
''Kamu pikir ini ulah pria itu?''
''Aku yakin ini karena dia, Rey ayo kejar Rey.''
''Iya aku akan mengejar orang-orang jahat itu, aku akan membawa kembali Arjuna. Doakan aku!'' Sebelum pergi refleks Reyhan mencium kening Calista lalu pergi untuk mengejar si orang-orang jahat itu.
Sementara kini Calista dia juga bergerak cepat, wanita itu langsung pergi ke tempat cctv rumah sakit. Calista harusnya mendapatkan bukti agar bisa menjebloskan Jonathan.
__ADS_1
Sambil berjalan Calista gemetaran, ''Juna sayang, kamu dimana Nak. Mama gak mau kehilangan mu, Mama berharap Rey bisa menemukan mu Arjuna.'' doa Calista.