
Halo good morning, maaf kemarin gak update!
Karena di undang langsung oleh Nayna dan Bima ke acara empat bulanan, Reyhan pun tentu ia akan datang tapi kali ini Bima berpesan untuk tidak mengajak Calista ke acara tersebut itu.
Karena Bima tidak mau acaranya jadi berantakan lagi dengan kehadiran Calista.
''Kamu masih tidak percaya, Calista sudah berubah ?'' tanya Rey sedikit marah karena ia tidak suka Bima masih berpikiran Calista adalah wanita yang dulu. Padahal Rey meyakini perempuan itu telah berubah.
''Itu mungkin alasannya, kita gak tahu kan gimana dengan hati dia yang sebenarnya, dan ini juga untuk berjaga-jaga dari keributan apa salah?'' balass Bima
''Ya Ok ! Aku tidak akan mengajaknya, tapi berhentilah untuk berpikir begitu terus kepada dia, coba kalian dekati dia dengan ketulusan! Maka kalian akan menemukan jawaban yang sebenarnya.'' ujar Rey
''Tidak ada waktu untuk ku mengurusnya lagi.'' kata Bima mungkin dia sangat sakit hati oleh perbuatan Calista dulu
''Terserah mu saja, tapi Aku harap kamu bisa berhenti berpikir buruk lagi padanya karena aku jamin sekarang dia bukan perempuan seperti dulu lagi.'' kukuh Rey
''Rupanya Anda sudah terbuta kan cintanya dia.'' ejek Bima sambil menepuk pundak Rey beberapa kali ''Baiklah, aku gak akan lagi berpikir kekasih mu itu jahat, aku anggap dia sudah berubah, tapi tolong jangan ajak dia.'' lanjut Bima
''Iya kamu tenang saja, gak usah khawatir soal itu.''balas Rey
Karena acaranya masih beberapa hari lagi jadi Rey akan menghabiskan dulu waktunya bersama Arjuna.
''Aku buatin nasi goreng tadi, nih kamu mau cobain gak Rey ?'' Calista datang dari dapur kemudian menghampiri Rey dan menawarkan nasi goreng yang ia masak pada pria itu
Rey menoleh, ''Boleh juga.'' ucapnya
Calista pun memberikan nasi goreng pada Rey
''Hmm sepertinya enak nih wangi banget,'' belum apa-apa Rey sudah memuji masakan Calista sambil mencium aroma wangi dari nasi goreng nya
''Di coba dulu, takutnya ke asinan.'' ucap Calista sambil tersenyum
''Aku coba ya,'' Rey pun menyiapkan nasinya dan mengunyah sambil merasakan kemudian menatap Calista dengan ekspresi yang sulit wanita jabarkan
''Apa, gak enak ya?''
Rey menggeleng ''Beneran gak enak?''
Rey masih menggeleng ''Ini enak banget sayang, Rasanya pas sekali.'' ucap Rey
''Benarkah mana aku mau cobain.'' Calista spontan memakan nasi goreng buatannya dengan sendok yang tadi di pakai Reyhan
Calista pun menyuapkan makanan itu ke mulutnya tapi detik berikutnya ia memuntahkan lagi nasi nya karena rasanya aneh, sangat asin kan!
''Hoekkk, ih kamu bohong ini gak enak Rey itu seperti racun saja.'' Calista sampai berkumur
__ADS_1
''Rey, kamu muntah kan lagi gak usah di telan Rey ini tuh kaya air laut.'' tapi sayang Reyhan sudah menelan nasi goreng nya
''Nanti kamu bisa keracunan, ayo lepeh kan.'' Calista panik bukan main takutnya Rey beneran keracunan atau nanti malah sakit perut
''Hei sayang, sudah lah jangan cemas gitu gak akan kenapa-kenapa Nona ini hanya sedikit kebanyakan kasih garam nya bukan karena racun, gak akan aku keracunan. Kamu tidak usah panik gitu.'' ucap Rey menyuruh Calista tenang
''Gak Rey, ayo buang ih nanti kamu bisa sakit perut mu '' Calista masih kukuh menghawatirkan Reyhan dan juga tetap panik Sampai menarik Reyhan untuk bangun dan melepeh kan makanan tadi
Tapi bukannya bangun justru Reyhan yang menarik balik tubuh Calista sehingga jatuh di atas pangkuannya.
''Ahh Rey !'' wanita itu terkejut
''Sudah gak usah berlebihan dan panik lagi, nih lihat aku baik-baik saja gak terjadi apa-apa kan? Dengar memang makanan tadi itu ya sedikit asin tapi gak akan membuat ku sakit perut kok, itu kan makanan yang di buatkan oleh kekasih ku, gak mungkin kan dia membuat racun untukku benar begitu kan?'' ucap Rey
''Kekasih mu siapa?'' ejek Calista tapi masih di posisi duduk dalam pangkuan Reyhan
''Ya kamu dong, apa kamu gak merasa kau adalah kekasihku?'' tanya Rey
''Emm enggak tuh.'' jawab Calista tapi dengan mengulum senyum
''Baiklah kalau gak merasa, tapi mulai sekarang kamu mau gak jadi kekasih nya aku Nona bule?'' ucap Rey mantap
''Apa ini suatu menyatakan perasaan atau menembak?'' tanya Calista
Reyhan mengangguk ''Iya, bagaimana mau gak jadi kekasih aku?'' ulang Rey
''Jadi mulai saat ini kita sah sebagai kekasih sekarang ya, oh ya Minggu ini aku akan pergi.'' ucap Rey
''Pergi, mau kemana kamu emangnya?'' tanya Calista menatap pria nya
''Kemarin Nayna juga Bima kesini lalu mereka undang aku untuk hadir di acara mereka.''
''Acara apa ?''
''Empat bulanan kehamilan Nayna.''
''Oh jadi Nayna hamil.'' mendadak Calista nampak sedih
''Kenapa hm?''
''Gak.'' wanita itu menggeleng
''Jawab kenapa, kok jadi terlihat sedih gitu?''
''Aku senang akhirnya Bima punya anak dari dia, itu saja.'' Jawab Calista
__ADS_1
''Gak usah bohong sama aku, jawab deh kamu masih berharap pada Bima? Sampai sedih Bima udah punya anak?'' tebak Rey
''Bukan begitu Rey, aku jadi ingat dulu aja sih saat kami masih bersama, dia suka membahas tentang masa depan tapi ternyata takdir kami gak bersatu, ya aku sedikit menyesal dengan perbuatan ku ini, aku emang bodoh memilih percaya dengan kata-kata si Jo di banding memilih Bima. Gitu aja sih.'' jelas Calista dia merasakan lagi-lagi kebodohan hidupnya ini.
''Ooh gitu, aku sih sekarang gak akan berandai-andai tentang masa depan kita soal anak, toh jangan kan nanti sekarang ajah kita udah ada anak ini yang harus kita sayangi dan lakukan hari ini juga seterusnya bukan hanya berandai-andai.'' ucap Rey
''Anak kita? Apa maksudmu?''
''Iya Arjuna anak kita kan? Jadi aku tidak ingin seperti Bima yang membahas masa depan, tapi aku akan langsung menjalankan nya sekarang ini.'' kata Rey begitu mantap
''Oohh Rey, kau begitu so sweet.'' Calista mendekap erat tubuh Reyhan dia terharu
''Eh eh, ini kalian sedang apa? Jangan berbuat mesum di rumah Bibi ya! Ayo turun Teteh kamu itu seperti anak landak saja menempel begitu.'' tiba-tiba Bibi Mut datang dan melihat pemandangan yang so sweet namun tidak wajar karena di lakukan oleh pasangan yang belum sah, di mana Calista masih di pangkuan Reyhan mana saling berpelukan lagi.
Calista yang kaget pun dia bangun dan menyalahkan pria nya, ''Ish ini salah kamu.''
''Kok nyalahin aku sih sayang, kamu itu yang mau juga kan? kamu yang betah duduk sini.'' ejek Reyhan
''Enak aja kamu tadi yang maksa.'' Mereka malah jadi berdebat.
Bibi melihat hanya geleng-geleng kepala saja merasa bingung tadi saling peluk sekarang saling menyalahkan.
Tengah malam Calista tidak sedang tidur karena dia tengah menyusui Arjuna di dalam kamar. Namun tiba-tiba ada yang mengeruk kaca jendela kamarnya ini.
Tok
Tok
Suara ketukan itu mengagetkan si perempuan mana ini tengah malam sangat sepi.
''S-siapa itu?'' teriak Calista coba memberanikan diri untuk bertanya
Kemudian orang yang tadi mengetok kaca pun kabur ''Siapa sih kenapa ada orang iseng tengah malam gini.'' gumam Calista
Wanita itu penasaran dan ia menidurkan lagi Arjuna yang sudah tidur karena kenyang. Di buka nya sedikit tirai jendela Calista tidak menemukan ada orang di luar sana tapi ia seperti melihat ada kertas yang di tempel dalam kaca jendela kamarnya.
Dan bertuliskan.
Hei wanita ku, Aku masih mencintaimu. Dan aku menginginkan anak kita, berikan dia padaku. begjtu tulisan yang Calista baca
Wanita itu terkejut juga ketakutan hingga ia mundur perlahan dengan menutup mulutnya tak percaya.
''S-siapa orang tadi itu, kenapa menginginkan Arjuna ku?'' gumam Calista
''Rey, Aku takut.'' tapi Calista belum menceritakan sekarang pada Reyhan karena ini tengah malam.
__ADS_1
Hingga mau pagi hari, ada yang menerornya lagi dan mengatakan.
Kamu jangan pernah mengadukan soal ini kepada siapapun apalagi pada kekasih mu, saya tahu kekasih kamu akan pergi jauh kan hari ini, dan kalau sampai kamu ngadu maka siap-siap melihat jasad Pacar mu si Reyhan! . Itu ancaman kedua orang yang meneror Calista.