Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Ada yang melihat Nayna bersama bos muda


__ADS_3

Benar saja yang di katakan oleh bibi, kalau Nayna akan mendapatkan saingan berat di tempat kerja. Seperti sekarang saat Nayna mulai berada di kebun bersama yang lainnya. Ada banyak perempuan muda yang menatap Nayna dengan bisik-bisik membicarakan Nayna.


''Eh itu rupanya dia masih muda dan lihat kulit nya mulus sekali.'' bisik perempuan satu


''Iya benar dia sepertinya dari kota, dan kita harus semakin gencar mendekati bos muda. Karena kita ada saingan baru.'' sahut perempuan dua


''Kamu benar kita tak boleh kalah darinya. Jangan biarkan dia bisa bebas mendekati wanita itu.'' tambah yang lain


''Ya ya benar .''


''Kau benar.'' dan mereka melanjutkan lagi pekerjan


Tapi niat Nayna berada di sini itu untuk bekerja bukan untuk mencari laki-laki, ataupun dekat-dekat pemilik kebun ini. Dia murni ingin dapat penghasilan.


Walaupun Nayna baru bekerja di sini dan baru satu hari, tapi dia sudah bisa melakukannya dengan sangat baik. Tak terasa hari sudah siang dan kini waktunya dia pulang.


Memang hari pertama rasanya agak melelahkan namun Nayna cukup senang karena ibu-ibu yang lain baik-baik semua padanya tidak ada yang judes dan seperti yang sebelumnya Nayna pikirkan . Di sini semuanya ramah akur dan gotong royong. Ya, tapi ada beberapa anak muda nampaknya seperti tak suka padanya.


'Mungkin mereka itu yang bibi ceritakan, para gadis yang menyukai dan mengejar bos muda.


Sebelum pulang ada yang mengajak Nayna berbincang dulu yaitu ibu-ibu tadi.


''Dek, tadi siapa namamu?'' tanya ibu itu


''Aku Nayna, Bu.'' jawabnya sambil tersenyum


''Oh iya Nayna, maklum Nak. Ibu ini sudah mau tua jadi gampang lupa.'' kekehnya


Nayna pun ikut terkekeh dan hanya tersenyum, ''Ibu ini masih muda kok Bu.'' goda Nayna

__ADS_1


''Ahh kamu bisa saja.'' ibu itu tersipu


''Eh ya Nayna, dengar-dengar kamu ini keponakan nya si Sri, ya?'' tanya ibu lain


''Hm benar Bu, aku keponakan bibi.''


''Ibu kayak baru melihat kamu Nak, apa sebelumnya kau tinggal disini atau tidak?'' tanya si ibu


''Sebelum nya aku tidak tinggal di sini Bu, aku tinggal di kota xx dan baru-baru ini aku pindah. Lalu aku ingin bekerja dengan bibi, ya di sini.'' jawab Nayna menjelaskan.


''Ohh begitu ya, pantesan aku baru melihat mu Nak.'' ucapnya ibu yang bertanya tadi


''Iya bu.'' balas Nayna


Kemudian hari sudah sangat siang dan Nayna pun berpamitan karena setelah ini bibi yang akan bekerja si shift sore nya .


''Bu, saya pulang duluan ya.'' pamit Nayna dia sudah ingin pergi sementara ibu ibu yang lain tengah menunggu jemputan mereka dan ada yang masih ingin di sana dulu.


Saat Nayna sedang berjalan di pinggir jalan raya, ada mobil berhenti di depan nya.


Hingga membuat Nayna sedikit kaget dengan kedatangan mobil itu.


''Siapa itu?'' gumam Nayna sambil melihat mobil yang berhenti mendadak.


Tak lama keluar lah seorang laki-laki yang tadi pagi bertemu dengan Nayna.


''Hai, neng. Kamu sudah mau pulang ya?'' tiba-tiba orang itu menghampiri Nayna dan bertanya seperti itu tapi ada yang membuat kuping Nayna geli karena baru pertama ini ada yang memanggilnya dengan sebutan neng sangat lucu sekali.


''Iya Tuan, eh-h Mas.'' ralat Nayna lupa

__ADS_1


''Boleh saya anterin pulang, emm ... Begini rumah kita satu arah loh, jadi gak apa-apa kamu bisa bareng dengan saya,.'' ucapnya menawarkan


''Oh apa benar begitu, tapi maaf Mas aku tidak bisa. Aku akan pulang sendiri.'' tolak Nayna halus


''Kok tidak mau, kenapa? Ayo ikut saja.'' kekehnya


''Terima kasih Mas, tapi maaf ya aku tidak bisa. Maaf.'' ucap Nayna


''Yasudah baiklah tidak apa. Tapi boleh aku tanya satu hal?'' ucapnya


''Soal apa ya Mas?'' tanya balik Nayna


''Ini soal pekerjaan kok, bukan soal yang lain ya kisal kehidupan mu bukan. Kau tenang saja.'' ujarnya dengan tertawa kecil


''Eh-h iya mas'' Nayna jadi malu ketahuan sudah beranggapan seperti itu


''Neng, gimana kamu betah bekerja di kebun yang panas-panasan begitu?'' entah kenapa Reyhan ini menjadi perhatian dengan rela menanya hal itu pada Nayna


''Alhamdulillah betah kok mas, semuanya ramah dan baik padaku. Juga aku sudah mulai bisa memetik daun nya mas.'' beritahu Nayna


''Ya syukurlah, kalau neng betah dan merasa nyaman ya takutnya bila neng gak betah, bisa pindah di bagian pemasaran neng.'' tawar Reyhan


''Tidak mas, aku di kebun saja. Terima kasih sebelumnya.'' Nayna mengangguk hormat.


Di sebelah sana, tanpa mereka sadari ada yang melihat mereka berdua mengobrol di pinggir jalan dan orang itu menduga-duga yang buruuk pada Nayna.


Itu seperti wanita janda dua anak yang kemarin kan, ngapain dia di kota ini. aahh mungkin tuh janda sudah pergi dan sadar diri bahwa dia itu tidak pantas lagi tinggal bersama keluarga calon Calista.


Baguslah dia sadar, tapi siapa laki-laki itu. Kenapa mereka nampak akrab. Tapi ya, memang sih gak aneh lagi, karena ini sudah membuktikan bahwa dia adalah wanita gatel, baru saja jauh dari Bima calon Calista eh sekarang sudah menggaet pria lain yang pastinya kaya raya juga itu. Lihat saja mobilnya saya bagus begitu. Dasar janda Mura han.'

__ADS_1


Ucap seseorang yang melihat Nayna dengan Reyhan dan dia tak membuang momen ini. Orang itu memfoto Nayna sedang bersama pria asing dan langsung mengirimkan foto tersebut pada Calista.


__ADS_2