Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Bibi jadi saksi malam ini .


__ADS_3

Saat Nayna sedang memasak, kini tinggal Bima duduk bersama dengan Reyhan. Mereka awalnya duduk kaku tanpa suara, alias pada dingin sikap keduanya.


Nayna sesekali melihat pada mereka yang dian tak bertegur sapa.


''Ah aku punya ide.''


''Hmm, ini aku bawakan teh hangat dan camilan untuk di makan, silahkan.'' ucap Nayna dengan memberikan yang ia buat barusan.


''Sayang kenapa dia di bagi juga ?'' sambil menyeruput teh buatan istrinya ini. Tapi dengan bibir mengomel


Hufftt,


Kan niatnya agar mereka itu pada ngobrol, tapi suaminya ini pelit dan posesif. Ya benar yang di sebut Reyhan tadi.


''Yah, jangan gitu lah gak enak, kan cuma minum saja.'' bujuk Nayna


''Terima kasih ya neng cantik, ini enak sekali.'' ujar Reyhan


''Gak perlu ganjen, di sini masih ada saya suaminya ya.'' Ucap Bima


''Sama-sama, aku mau lanjutin masak nya. Kamu ajak ngobrol dong Yah, itu mantan bos aku nya.'' suruh Nayna


''Malas.'' jawab Bima singkat dan terdengar cetus


''Maafkan ya mas bos.''


''Sudah bukan bos mu lagi sayang,''


''Aku ke dapur.''


*


''Bro, Sorry bila saya membuat mu tidak nyaman tapi saya sudah sadar kok saya ini bukan jodohnya Nayna. Saya akan merelakan nya untuk kamu. Tapi tolong jaga dia, selalu sayangi Nayna. Dia perempuan yang pantas mendapatkan nya, juga jangan pernah memarahi atau meninggalkan dia, kalau itu terjadi, saya siap menerima dia kembali.'' ucap Reyhan dengan sedikit ancaman.


''Hei, gak mungkin itu terjadi. Saya juga gak akan meninggalkan dia, atau menyakiti nya jadi buang jauh-jauh untuk bisa mendekati nya lagi.'' balas Bima dengan tegas


''Itu bagus Bro, Lo bisa percaya sama gue. Gue ini bukan lah perebut milik orang, walaupun segimana gue suka gue gak mungkin sampai merebut hak orang, tapi Bro Rasanya tak enak lah bila kita ini bermusuhan, kita ini bukan anak kecil anak SD bila bertemu selalu ribut. Ayo kita buat kesepakatan untuk tak lagi berdebat dan kita akhiri permusuhan ini.'' ucap Reyhan mengajak damai .


Bima tak ambil pusing, dia langsung menjabat tangan Reyhan, ''Baiklah gue juga minta maaf Bro, sudah kasar dan cetus sama Lo. Tapi sebenarnya tak ada niat apa-apa, hanya ya gue ingin menjaga milik gue itu saja. Ayo mulai sekarang jangan lagi berdebat, Oh apa kita sekarang berteman kita bersahabat bagaimana ? Lo mau gak?'' ajak Bima serius


''Lo Serius bro ?''


''Iya.'


''Ok bro gue mau.'' ucap Reyhan setuju.


''Siap jadi sekarang kita teman.'' mereka pun adu jotos.


Nayna yang lagi di dapur mengintip itu langsung tersenyum bahagia, dia bangga pada dua pria itu kini bisa menyelesaikan semuanya dengan cara dewasa yang kini menjadi teman.

__ADS_1


**


Setelah masak dan makan malam bersama, kini dua pasangan itu pun bersiap untuk tidur di kamar Nayna yang dulu ia tempati ketika tinggal di rumah bibi Sri.


''Suami, aku ingin ke kamar bibi dulu ya, mau lihat bibi.'' ijin Nayna sebelum bobok


''Mau ku temani ?'' Bima sudah akan bangun


cepat Nayna menahan dada Bima, ''Gak perlu lah suami, aku bisa sendiri.'' Bima masih bergeming kemudian Nayna tersenyum, ''Rey sudah pergi, gak perlu khawatir.''


muahhh, ''Aku mencintaimu.'' Bima mencium tangan Nayna, sebab Nayna peka dengan gerak-gerik Bima.


''Katanya saja udah berbaikan tapi sikap posesif nya mah masih ada.'' gumam Nayna dengan berlalu dia ke kamar bibi.


''Bi, sudah tidur ?''


''Eh kamu Nay, bibi mau tidur.''


''Bi, cepat sembuh ya.'' Nayna memeluk bibi nya yang baik ini


''Ya kamu doakan saja bibi Nay, oh iya si kembar gak ikut memangnya ? Bibi rindu dengan mereka.'' tanya bibi


''Iya bi, mereka tak ikut aku hanya berdua sama Bima kesini nya.''


'Oh yasudah tidak apa-apa.''


''Bi, Nay mau katakan sesuatu pada bibi.''


''Tidak bi, bukan begitu.Ini bi, Nay ingin bicarakan kalau sebenarnya Nay sudah menikah sama Bima bi.'' ucap Nayna


''Yang benar kamu Nay ?'' bibi terkejut


''Iya bi, sebelum Bima melangsungkan pernikahan waktu itu dia kecelakaan dan kaki nya cedera sehingga mengalami luka parah di otot kaki. Bima cukup lama untuk bisa berjalan lagi dan saat itu Nay yang merawatnya, tapi kemudian kami terlihat oleh tetangga dan pak RT, saat aku lagi bantu Bima, jadi kami di nikahkan paksa bi.'' Nayna menjelaskan semuanya pada bibi.


''Gak apa Nay, jangan di sesali mungkin memang Bima ini jodoh mu, dan sekarang urus lah Bima rumah tangga kalian, mulai terima takdir ini.'' nasehat bibi


''Iya bi, Nay akan berusaha.''


Nayna memeluk bibi, ''Kembali lah pada suami mu dia pasti sudah menunggu.'' Nayna pun mengangguk dan berlalu setelah tadi membenarkan selimut bibi.


''Sudah lihat bibi nya?'' ucap Bima


''Ya sudah, bibi juga akan tidur istirahat.''


''Bagus deh, sekarang waktunya kita istirahat juga.'' Ucap Bima lalu membawa Nayna dalam pelukannya sambil berbaring bersama.


Bima mengusap perut datar Nayna, ''Bun.''


''Iya kenapa suami ?''

__ADS_1


''Dulu, setelah berapa lama menikah kau hamil si kembar ?'' tanya Bima dia lupa bahkan tidak tahu sebab dulu Bima cuek pada Nayna.


''Gak terlalu lama sih Bim, ada lah empat bulan menikah, lalu aku hamil.'' jawabnya


''Ohh begitu, em itu kalau boleh tahu, satu hari berapa kali kalian dulu melakukannya ?'' Bima mengarah ke sana.


''Kenapa sih harus bahas ini ?'' Nayna risih


''Bukan gimana sih aku mau tahu, karena aku ingin segera ada anak dan memberikan si kembar Adik begitu loh sayang.''


''Ya kan semua tergantung Nya yang memberikan kita anak.'


''Iya kamu benar.''


*


''Ahhh Bim, pelan-hhh pelannn.'' Nayna mendesah dengan sentuhan Bima.


''Sayang coba kamu di atas kuhh.'' pinta Bima


''Ah gak mau, emmhh.'' menahan suara itu


'' Kenapa ?'' menatap wajah Nayna


''Malu.'' cicitnya


''Gak perlu malu sayang.'' Bima menciumi area gunung


''Jangan memaksa.''


''Iya a baiklah gak akan.''


''Ahhhh Bim, Awww ahh oohhh .''


''keluar kan lah sayang, panggil aku, Ohhh ayo sebut namaku.'' Bima menikmati ******* dan panggilan dari Nayna.


''Bimmm gak kuat, ahhh ingin ... ''


''Ayo kita sama-sama sayang, agar si kecebong ini jadi anak.'' Bima menghentakkan semakin cepat.


''Emmmmmhhhhh eeuuuhhh Bimm..'' Nayna sampai geleng-geleng kepala menikmati.


'Nay, tunggu aku. Kita keluarkan ini bareng.'' Bima menciumi pipi leher Nayna.


''Uhhh Bim iya, ahhh.''


Akhirnya lega juga ...


*

__ADS_1


''Ya ampun itu anak muda, Suara pada keluar. Juga ranjang terdengar berdecit lagi. Mana ini malam sepi gak ada suara, selain suara mereka itu. Semoga aja tetangga ku gak ada yang mendengar suara suara dua anak muda ini.'' ucap bibi sambil beristighfar ketika tak sengaja melewati kamar si pasutri baru anu.


__ADS_2