Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Siapa yang datang itu?


__ADS_3

Malam itu Reyhan datang ke rumah Bibi Mut dengan membawa paper bag di tangannya entah apa yang pria itu bawa.


''Bi, Nona dimana'' tanya Rey ketika Bibi membuka pintu yang sudah terkunci karena hari sudah malam


''Mungkin di kamarnya A.'' jawab bibi menebak


''Oh yaudah aku ijin temui dia ya Bi.'' ucap Rey


''Ah biasanya juga kamu masuk-masuk saja A, gak suka minta ijin dulu hari ini kenapa.'' bibi pun mengejek Rayhan sang keponakan


''Hehehe Bibi ah, Aa jadi malu.'' kata Rey


Tok


Tok


Beberapa kali Rey mengetuk pintu namun belum juga di buka bahkan panggilannya juga tak di sahut-i Calista.


''Kok gak buka pintunya juga ya, apa sudah tidur ?'' tebak Rey dengan berbicara sendiri


Rey pun memilih membuka pintu dan ia menengokan kepalanya ke dalam tapi di lihatnya kamar nampak sepi dan tidak ada kekasihnya rupanya di dalam kamar ini.


''Loh ternyata orangnya gak ada didalam, pantas lah gak nyahut dari tadi.'' gerutu Rey dia bagai orang aneh mungkin tadi memanggil orang yang jelas-jelas tidak ada.


''Bi, nona gak ada di kamarnya.'' ucap Rey memberitahu


''Gak ada A, kemana atuh si Teteh nya? Ooh iya A mungkin di belakang rumah, eh tapi A bawa apa itu?.'' tebak bibi lagi dan menanyakan yang dibawa Reyhan bibi jadi penasaran


''Ini surprise untuk dia bi.'' jawab Rey


''Lagi apa dia malam-malam di belakang.'' gumam Rey dengan melanjutkan berjalan menemui Calista di belakang rumah seperti yang Bibi sebutkan.


Dan ternyata benar, di sana seorang wanita tengah duduk di ayunan tapi Rey samar-samar mendengar Calista tengah mengoceh bahkan ada mengumpati dirinya.


Rey pun dia tertawa tanpa suara dia sadar kalau dia hari ini memang sengaja gak menghubungi Calista ataupun menanyakan wanitanya dan Juna, ini semua Rey lakukan karena dia memang benar-benar sibuk mengurus sesuatu hal dan juga ini nanti akan menjadi surprise untuk Calista juga.


Rey pun semakin mendekati Calista, kemudian dia mengulurkan bunga mawar merah kehadapan Calista dari arah belakang karena posisi Calista memunggunginya.


''Untuk mu, honey.'' ucap Rey dengan setengah berbisik


Tapi wanitanya masih diam, dan Rey tahu itu kenapa.


Rey tak berhenti disitu kemudian ia memberikan lagi sesuatu ke hadapan sang pacar, ''Sayang, Will you marry me ?'' ujarnya dan memberikan cincin cantik.


mulut Calista langsung menganga lebar ketika melihat dua barang yang Rey berikan untuknya ini.


''Nona, Will you marry me ?'' ulang Rey ia kini meminta jawaban sang wanita


Calista tak berpikir dua kali ia cepat menganggukkan kepalanya kemudian berkata '' Yes, I want to marry you .'' jawab Calista dengan suara lantang nya


''You seriously?'' tanya Rey


''Ya!'' sahut Calista


''Oh, thanks you honey!'' teriak Rey dan langsung membawa wanita nya itu dalam gendongannya lalu ia memutarkan tubuh Calista.


''Aaaa Rey !'' pekik Calista terkejut

__ADS_1


**


''Aku kan masih marah padamu, awas ah kau menjauh sana.'' cetus Calista menyuruh Rey pergi


''Ckkk, dasar wanita nyuruh pergi tapi sama cincin nya di pakai.' ejek Rey sambil mencebik-kan bibir


''Yaudah nih , bawa lagi kalau gak mau aku pakai.'' seru Calista pura-pura akan melepaskan cincin itu


''Jangan dong, itu untukmu sayang, pakai lah selamanya Ok !'' balas Rey


''Yaudah, gak aku lepas kalau gitu.'' ucap Calista begitu pelan sambil mengusap-usap cincin nya dia memang gak mau sebenarnya melepaskan berlian ini lagi, bukan karena harga nya tapi ini adalah momen penting dan berharga untuknya, sebelumnya Calista tidak memikirkan bisa mendapatkan ini semua, karena Calista dulunya adalah wanita karier dan banyak uang bukan masalah besar dia ingin memiliki berlian seperti itu, ia bisa membeli apapun juga saat dulu.


Tapi yang menjadikan berharga adalah momen ini, momen dimana Calista belum pernah mendapatkannya dari siapapun. Bahkan dari Bima aja dulu ia tidak pernah mendapatkannya, karena dua-duanya bukan orang yang menurut dan tipe seperti itu, Calista dan Bima dulu.


''Nona, kau masih marah padaku?'' tany Rey membawa tangan Calista kemudian ia genggam erat


''Menurut mu?'' jawab Calista singkat


''Iya sih kelihatan masih marah, apa karena kamu terlalu merindukan ku?'' celetuk Rey


Calista pun langsung menatap sebal, ''Jangan ke pedean deh.''


''Gak kepedean, kayaknya benar kan?''


''Gak ada seperti itu, udahlah kalau gak mau jelaskan kamu kemana dua hari ini, mending pulang sana.''


''Kok nyuruh pulang sih, beneran nih gak kangen.?''


''Rey!'' pekik Calista


''Ngurus apa?''


''Aku lagi ngurusin beberapa hal di KUA.''


''Di KUA, mau ngapain?'' Calista menatap Rey


''Untuk ngurusin daftar pernikahan kita, apa lagi.'' jawab Rey


''Rey, jadi ini kamu serius akan nikahin aku?'' tanya Calista ia merasa ini seperti mimpi apakah cinta mereka akan segera bersatu selamanya dalam ikatan yang sah.


Rey mengangguk ''Beneran dong, kenapa nanya gitu apa kamu anggap lamaran ku tadi itu hanya bercanda?'' seru Rey


''Bukan gitu Rey, aku senang kok aku sangat bahagia tapi bagaimana Papi mu?'' tanya Calista jadi sedih bukankah papi Rey ini masih tak menyukai nya lalu bagaimana bisa Rey merencanakan pernikahan secepat ini


''Nona , kalau soal itu kamu tenang saja itu akan jadi urusan ku, kamu hanya tinggal persiapkan dirimu satu Minggu lagi kita menikah.'' ujar Rey dengan meminta kekasihnya tak perlu cemas soal orang tua Reyhan


''A-apa satu Minggu lagi?'' pekik Calista tidak menyangka akan benar-benar secepat ini


''Huum, kau siap kan?'' tanya Rey


''Siap, siap apa?'' tanya balik Calista karena melihat wajah Rey yang mencurigakan


''Ya itu dong sayang, setelah menikah apa? Dan siapkan dirimu saat hari H, gitu.'' ujar Rey


Calista pun balas dengan cebikkan bibir.


**

__ADS_1


''Bibi, paman, aku kesini karena ada yang ingin ku bicarakan hal penting.'' ujar Rey meminta semua berkumpul di malam ini dan mulai berbicara


''Ada apa Rey ?'' tanya Paman Sam


''Iya A, kenapa jangan buat Bibi cemas ah.'' timpal Bibi


''Bi, paman, aku mau minta ijin Bibi dan Paman kalau malam ini aku melamar Nona, dan aku serius dengan hubungan ini, aku ingin menikahi nya. Maka dari itu aku meminta restu kalian.'' ucap Rey mantap dah tangannya sambil menggenggam tangan Calista yang menunduk malu-malu


''Kamu serius A ?'' tanya Bibi


''Serius Bi, bahkan sangat serius dan aku juga ingin bicarakan pada Bibi dan Paman kalau pernikahan ini akan secepatnya dilakukan.'' kata Rey


''Itu bagus Reyhan, Paman senang sekali mendengarnya nak, paman setuju bila kamu akan melakukan pernikahan dengan ponakan Paman secepatnya, ini akan mengurangi dosa dari hal-hal yang tidak diinginkan walaupun paman percaya kamu tidak akan merusak Calista, lalu kapan pernikahan nya di laksanakan ?'' tanya paman


''Satu Minggu ini paman, Aku akan menikahinya.'' jawab Rey memberitahu


''Satu Minggu ini A, kamu teh akan menikahi Teteh,? sebentar lagi dong A.'' Sani menyahut


''Iya benar San, emang sengaja Aa percepatan karena bukannya hari yang baik tidak boleh di lama-lama.'' jawab Rey


''Kamu benar Rey.'' timpal Paman


''Jadi Bi, paman, apa kalian merestui ku menikahi Nona ?'' tanya Rey ingin memastikan lagi agar dia semakin semangat bila sudah mendapatkan restu


''Tentu A, kami sangat setuju dan Bibi juga paman mu merestui kalian, Aa, Teteh.'' ujar Bibi


''Iya Bibi mu benar, paman merestui kalian. Reyhan terima kasih sudah menyayangi Calista dan Juna, terima kasih banyak Rey mau berumah tangga bersama ponakan Paman.'' ucap Paman sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Reyhan


''Sama-sama Paman, Rey juga mau berterima kasih pada paman dan bibi, selama ini mau mengajak Nona tinggal disini, jadi Aku bisa kenal kan sama dia ini juga berkat bibi dan paman.'' ucap Rey


''A Rey, bisa aja sih Aa ngomongnya itu kok ada benarnya, iya kalau Teteh gak tinggal disini mungkin kalian gak akan menikah ya.'' seru Sani jadi terkekeh sendiri


''Kenapa tidak Sani, kalau jodoh dimana pun juga pasti akan bertemu.'' sahut Bibi, ibu Sani


''Iya benar yang Bibi katakan, nanti juga gak ada yang tau kan dimana dan siapa jodoh mu Sani, mungkin kau berjodoh dengan si anak Mami itu San.'' timpal Rey dan ia sengaja menyebutkan si pria yang Sani benci, yaitu tetangga nya yang seumuran Sani tapi sikapnya sangat anak Mami, sudah besar apa-apa Mami, sehingga Sani membenci pria itu .


''Apa sih Aa Rey, sstttt udah jangan lagi bahas ORAng gila itu ya, ihhh aku gak suka.'' gerutu Sani bahkan sampai bergidik ngeriii dan Sani melototi Rey agar tutup mulut.


''Siapa itu Rey, pria siapa? Kok aku gak tau.'' tanya Calista penasaran


Rey menatap Sani yang lagi melotot nya kemudian Rey tersenyum puas pada Sani, berhasil membuat adiknya ini kesal.


''Gak ada sayang bukan siapa-siapa,''


''Main rahasiaan nih?''


''Gak ada Teh, itu si Aa hanya membual.'' ucap Sani


''Hahaaa, lucu ya adik kuu ini,'' Rey tertawa terbahak


**


''Saya terima nikahnya dan Kawinnya Calista Amadea dengan mas kawin sebesar 16 karat dan uang sebesar 162023 puluh ribu rupiah di bayar tunai.'' ucap Reyhan dengan lantang


''Bagaimana para saksi, sah?'' ucap penghulu


''Tunggu dulu!'' teriak seseorang dengan suara yang menggema

__ADS_1


__ADS_2