
Pulang pulang sudah berubah status dan juga sudah sah menjadi suami istri, ini memang patut di acungi jempol Pak RT setempat.
Bisa menyatukan mereka secara instan, padahal Mama Ayyu yang berusaha keras sedari dulu malah tetap gagal menyatukan keduanya. Namun oleh pak RT dan pak Lurah, Mama Ayyu acungin jempol Segede mungkin ...
''Kalian ini dari mana? Mama cari-cari loh di luar di dalam rumah, kalian gak ada kemana?'' tanya Mama begitu mereka sampai di rumah
''Ma ... '' tak kuat Nayna segera memeluk Mama Ayyu
''Nay, sayang ada apa ini?'' Mama kebingungan
''Kami sudah menikah ma.'' Bima bersuara
''A-apa? Jangan bercanda kamu Bim?'' tegur Mama
''Ini serius ma, kita memang sudah menikah.'' Bima menunjukkan mimik wajah serius .
Jadi tadi yang di bilang si Tia itu benar, Bima dan Nayna di bawa oleh pak RT dan mereka ... menikah juga. batin Mama
''Yasudah mari masuk.'' Mama mengajak mereka ke dalam rumah, lalu meminta bibi Tia ambil minum untuk Nayna agar tenang.
''Coba ceritakan bagaimana itu awalnya?'' di sini Mama kesiangan info.
''Ya seperti biasa ma, mbak Nay lagi bantu aku berjalan dan entah dari mana tiba-tiba Pak RT dan ibu-ibu tetangga pada datang, lalu seolah menggerebek kami. Dan akhirnya kami menikah dadakan di kelurahan ma.'' Bima yang menjelaskan karena Nayna kesusahan untuk bicara hanya bisa menangis dan menangis
''Ma, aku tidak seperti itu. Aku gak berbuat macam-macam kok ma, ta-tapi mereka me-menganggap aku seperti itu.'' Nayna belum bisa terima, ya walaupun ini demi kebaikan nya merawat Bima tapi 'menikah pernikahan' itu bukan suatu permainan. Dan mestinya di lakukan oleh pasangan yang saling mencintai .
''Mama ngerti maksud mu Nayna, kau belum mencintai Bima kan? Tapi nak, dengarkan ini. Kau ingat Calista?'' Nayna mengangguk ''Semua melihat dia mencintaiku Bima, anakkku. Tapi ternyata semuanya salah dia wanita itu meninggal Bima, yang artinya terlihat cinta belum tentu setia dan tulus di aslinya. Dan untuk kalian, jangan pernah anggap pernikahan ini main-main, walaupun Kalian masih siri, tapi di mata Tuhan telah sah. Belajar lah menerima kenyataan dan keadaan saat ini. Kita tak ada yang tahu dengan takdir Tuhan, kita hanya mampu menjalaninya dengan ikhlas Ya Mama tahu kau sulit kan menerima, tapi niat kan lah dalam diri kalian, menikah ini karena Tuhan.'' Mama memberikan nasihat panjang lebar dan menyuruh pasangan baru ini untuk tidak mempermainkan pernikahan.
Walaupun masih berat tapi Nayna mengangguk juga, ''Baik ma, doa kan Nay ma. Agar Nay dapat menjalani nya .'' ucap Nayna memeluk Mama Ayyu
''Iya iya Nak tentu Mama doa kan kamu.'' balas Mama tapi ketika menatap Bima Mama langsung tersenyum sumringah dan mengacungkan jempol nya.
''Astaga Mama ... '' Bima berdecak tak percaya dengan tanpa suara
***
''Lebih baik kau sholat, dari pada kau merenung terus seperti itu .'' ucapan dan kedatangan Bima mengejutkan Nayna.
''Ya kamu benar, aku harus istikharah.'' balas Nayna
''Tapi Mbak tunggu.'' ucap Bima menyuruh Nayna untuk duduk kembali.
''Ada apa, katanya nyuruh sholat?'' ujar Nayna
''Aku mau bilang ini dulu mbak, aku lihat kamu kok rasanya berat sekali menerima kenyataan pernikahan ini, dan aku merasa kau keberatan menikah dengan ku Mbak? Apa karena ... Aku ini cacat? Sehingga kau begitu?'' Bima sedikit sensitif sehingga menanyakan tuduhan itu.
__ADS_1
''Astaghfirullah tidak Bim, bukan seperti itu tidak.'' cepat Nayna menggeleng lalu menunduk menatap lantai yang ia pijak, kemudian Nayna memberanikan menatap Bima ''Maafkan aku Bim, bukan seperti itu. Aku- aku hanya masih perlu waktu menerima nya Bim, ini kan terlalu cepat dan kenapa harus dalam keadaan di grebek gitu Bim.. Sumpah ini bukan karena dirimu bukan.'' ujar Nayna dengan tegas.
''Oh kalau bukan, berarti mulai detik ini jangan sedih-sedih lagi. Jangan pernah tunjukkan kesedihan di hadapan ku. Aku gak suka melihat nya, berbahagia lah bila benar ini bukan karena aku C
cacat. Ayo tunjukkan padaku, dan bukan kah kau tahu apa yang di suruh dan di katakan seorang suami harus istrinya patuhi?'' ucap Bima begitu menohok
Uhhuuukkk, suami , di patuhi ... ?
''Baiklah iya Bim.'' ujar Nayna
''Bagus silahkan katanya ingin istikharah, dan jangan lupa, sematkan selalu aku dalam doa Mu, Nayna.'' pinta Bima berbisik tepat di ubun-ubun kepala Nayna. Lalu kemudian berlalu pergi dengan kursi roda nya. Belum ke tahap mencium penciuman ya kan masih grogi. aaahhayyy!!
''Hmm apa itu dia, Kok nampak manis sekali ya, aduhh Bima kamu buat aku sesak, kehabisan nafas. Sadar Nay, sadar!
Tapi iya Bim, kamu selalu ada di dalam doa ku kok Bim.''
''Tuhan ... Semoga aku bisa menjalani ini.'' Nayna pun melanjutkan dengan shalat, untuk mendekatkan diri dan ketenangan hati nya .
**
Mereka sedang makan malam.
''Bunda, mu ayah.'' pinta si kecil Cilla
''Bunda Abang mu, tempe Bun.'' pinta Cillo
Kebetulan Mama masih di kamar, katanya sebenar lagi menyusul.
''Ayo makan yang banyak Nak, agar kuat dan sehat.'' ujar Bima sambil menunjukkan otot tangan nya.
''Ayah ayah, itu apa ayah?'' tanya Cilla ketika melihat ada otot kekar di tangan Bima yang Cilla belum tahu itu apa.
''Oh ini, ini namanya otot sayang. Kamu akan seperti ini kalau kamu rajin makan dan sehat selalu olahraga Cilla.'' jelas Bima
'Tapi Om, Bunda dak ada cepelti itu?'' sahut Cillo belum pernah melihatnya di tubuh Nayna
Nayna jadi bergidik ngeriii, bila dia mempunyai otot besar kekar kaya Bima. Dia kan perempuan.
Bima jadi tertawa, ''Hahaaaa, iya juga Bunda mu gak ada ya, memang sih ini pantas nya untuk laki-laki seperti mu bang.'' ucap Bima meralat
''Apa adek dak boleh ayah?''
''Ya boleh sih, tapi kan nanti gak akan indah di pandang oleh suami mu nanti.'' balas Bima tapi tatapannya menatap ke arah Nayna
''Suami itu apa, istli apa?'' Cilla belum tahu artinya
__ADS_1
''Sstttt, kamu masih kecil nanti juga tahu.'' tegur Nayna dan menghentikan perdebatan ini.
''Suami istri itu, kayak Ayah dan Bunda mu. sayang ''
''Bim , sudah ah jangan di teruskan, mereka masih kecil mana mungkin mengerti.'' kata Nayna
''Oya deh,.''
''Ayo makan lagi.''
''Baik bunda ... '' serentak di kembar menjawab
''Bun, tolong ambilkan Ayah sayur itu!'' ucap Bima begitu menusuk di telinga Nayna
Nayna langsung diam di tempat .
''Bunda, ambilkan Ayah sayur nya!'' kembali ulang Bima
Sekuat tenaga Nayna menghentikan rasa ingin menangis nya. ''I-iya ini.'' jawabnya pelan dengan menunduk
''Ada apa kenapa?''
Nayna menggeleng ''Hm ti-tidak ada Bim.''
''Kok Bim sih,''
''E-eh kenapa?''
''Panggil ayah!'' Bima menegaskan
''A-apa harus.''
''Iya mulai detik ini, semua panggil ayah ok!''
''ayah.'' ucap Cillo
''Ayah yeyyyy.'' ujar Cilla senang
''Ayah.' Nayna tersenyum sendiri.
Harusnya ini adalah malam pengantin Mereka yang indah penuh sentuhan, penuh perhatian, kenyamanan, kehangatan. Tapi semua itu belum dapat terjadi.
Malah yang ada keributan yang datang Koo bisa?
''Honey Bima ... Honey dimana kamu honey ...?''
__ADS_1
''Honey ....''
''Honey ... Kamu dimana?''. suara orang itu memenuhi rumah kediaman Mama Ayyu.