Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Papi Calista dan Rey geram


__ADS_3

Bibi Mut teringat pada Reyhan maka Bibi segera menghubungi Reyhan.


Tut ...


[Halo bi.] ucap Rey


[H-halo Rey, Rey Calista Rey, A-arjuna d-dia hilang Rey.] Bibi tidak bisa menyembunyikan rasa cemas nya


[Bi ada apa? Kenapa terdengar suara bibi begitu panik, apa yang terjadi bi ayo bicara pelan-pelan.] tanya Rey dan meminta bibi menjelaskan dengan pelan


[Rey, Juna di culik Rey dan ini Teteh Calista dia pingsan.] bibi mengatakan semuanya yang terjadi di rumah


[Apa bi, bagaimana bisa Arjuna.] saat mendengar kabar yang bibi beritahukan tubuh Reyhan langsung lemas seketika bahkan ponsel saja sampai jatuh


Reyhan terduduk lemas.


''Mas Rey kenapa ? Apa terjadi sesuatu ?'' Bibi Sri yang di dekat Rey ikut khawatir


''Bi, ada yang menculik Arjuna.'' jawab Rey dengan lirih


''Ya Tuhan kenapa bisa.'' bibi ikut shock


''Bi, aku harus pulang sekarang aku khawatir pada Juna.'' Reyhan dalam keadaan panik ia pun akan pergi


''TUnggu kau mau kemana ?'' Bima dan Nayna menghampiri Reyhan yang jelas sangat terlihat panik itu.


''Arjuna sekarang dia hilang dan Calista dia jatuh pingsan, aku harus pergi.'' ucap Rey


Dan rupanya ada yang mendengar saat tadi Reyhan menyebutkan nama Calista,


''Apa yang disebutkan pria ini adalah Calista putriku ?'' tiba-tiba pria baya tadi menyahut dan bertanya siapa Calista


''Iya Om benar, dia Calista.'' jawab Bima


''Kenapa dengan putriku, apa yang terjadi.?'' rupanya Papi Calista ikut dalam acaranya Bima karena Bima mengundang beberapa rekan bisnis nya.


''Anak nya Calista katanya ada yang membawa pergi Om.'' dan Bima ikut menjelaskan


Papi Calista shock ''Siapa yang berani membawa cucu ku pergi, akan ku beri dia pelajaran.'' pekik Papi Calista marah besar


''Jadi Anda Ayah nya Nona Calista ?' tanya Rey menatap Pria baya yang baru ia lihat dan memang tidak pernah Reyhan melihat ada keluarga Calista menjenguk


''Ya saya Papi nya, kau siapa? Kenapa bisa tahu dengan putriku ?'' tanya balik papi Calista


''Saya kekasih Calista.'' jawab Rey

__ADS_1


''Benarkah? Kau serius dengan putriku atau hanya --''


''Ya saya sangat serius dengan nya, bahkan saya menyayangi dia dan Arjuna. Dan saya harus pergi mencari keberadaan Arjuna.'' Rey pun beranjak kemudian berpamitan pada Nayna


''Hati-hati mas Rey, dan semoga tidak terjadi sesuatu pada Juna Semoga juga cepat di ketemukan Arjun nya.'' ucap Nayna ikut prihatin karena dia juga memiliki anak dan pastinya tidak sanggup bila mengalami hal serupa.


''Iya Neng makasih.''


''Tunggu, ayo ikut dengan saya. Kita cari sama-sama cucu ku.'' ajak Papi Calista mengejar Rey


Kini Reyhan sudah berada di mobil dengan Papi kekasihnya.


''Hmm maaf Om, apa Om ini beneran Papi Nona ?'' tanya Rey nampak ragu


''Iya benar, kenapa bertanya seperti itu apa karena saya tidak pernah menemui putri saya jadi kamu beranggapan saaya ini orang asing anak muda?'' kata Papi Calista dengan terkekeh


''Oh maaf Om sebelumnya, tapi itu memang benar karena selama ini saya tidak pernah melihat Om datang ke rumah nya Bibi.'' ucap Rey mengatakan yang sebenarnya juga yang ia pikirkan


''Soal itu, sebenarnya saya sengaja.''


''Sengaja kenapa?'' Rey bingung


''Karena saya ingin Putri saya itu berubah bisa menjadi mandiri dan ya jadi manusia lebih baik lagi bisa menghargai orang menghargai hidup ini bahwa dalam hidup kita tidak akan selalu senang-senang harus bisa hidup dalam kesusahan agar menjadi manusia yang berguna..Apa anak muda Sebelumnya sudah tahu atau tidak tentang Putri saya?''.tanya Pipinya Calista menatap Rey


Reyhan pun mengangguk, ''Saya sedikit tahu tentang dia, Calista adalah wanita yang sombong dan jutek dia memang tidak bisa bersikap ramah tapi itu dulu, dan Calista yang saya kenal sekarang dia adalah ibu yang baik, juga wanita yang sangat tangguh.'' ucap Rey dan papi Calista melihat ada raut bahagia ketika pemuda ini menceritakan tentang putrinya.


''Akan sangat panjang Om, kalau di ceritakan dari awal, tapi sekarang saya melihat Calista yang mandiri om.'' jawab Rey dengan tersenyum


Papi Calista manggut-manggut dengan ikut tersenyum, ''Dan sepertinya ini karena seseorang.'' ucap Papi


''Seseorang Om, oh iya mungkin ini karena Paman Sam juga Bibi Mut dan juga Om.'' kata Rey


''Kau mengenal paman dan bibi Calista juga rupanya? Apa kamu tinggal di kota B?'' tanya Papi


''Benar Om, saya memang tinggal di kota itu dan sebenarnya saya ini adalah ponakannya Bibi Mut juga om.'' kata Rey


''Apa jadi kamu ini keponakan nya Mut? Apa kau anaknya si Rizky?'' Tiba-tiba papi menebak


''Iya benar Om, kenapa bisa tahu ya?'' ucap Rey


''Tahu dong, karena kita ini juga satu keluarga, saya ini adalah Kakak ipar si Mut sudah pasti saya kenal dengan adik adiknya.'' jelas Papi


''Oh benar juga iya pasti kenal.'' kini Rey mulai mengerti


''Tapi anak muda, menurut saya yang membuat anak saya berubah baik itu karena kamu.'' tiba-tiba ucap Papi

__ADS_1


''Ah tidak Om, kenapa karena saya mungkin ini juga karena Nona sendiri yang mulai bisa beradaptasi juga dia sudah bisa berpikir jernih mana yang benar dan salah.'' sahut Rey mengira yang di ucapkan Papi Calista sedikit berlebihan


''Gak anak muda, saya bisa lihat kamu itu juga pria baik kamu sangat bertanggung jawab Sepertinya.'' kata Papi


''Om , terkadang yang kita lihat itu tidak seperti kenyataan nya Om.'' ucap Rey dengan bercanda


''Iya tapi bagi saya, karena kamu Juga anak saya ini bisa berubah, maka dari itu saya sangat berterima kasih kepada kamu anak muda.'' ucap Papi Calista serius


''Om tidak perlu berterima kasih karena saya tulus menyayangi Arjuna.''


''Pada ibunya sayang juga tidak?'' goda papi


Rey malu-malu tapi mengangguk juga, ''Sayang Om, eh tapi boleh kan Om?''


''Boleh apa?''


''Saya menyayangi Calista juga Juna?''


''Boleh, sangat boleh tapi kamu serius kan?''


''Sangat serius Om.'' jawab Rey mantap


''Terima kasih anak muda, untuk Ketulusan mu.''


''Hehe iya Om.''


Dan hati juga perasaan Reyhan sudah bulat ia melabuhkan nya pada Calista.


Papi Calista melihat anak muda di samping nya ini terlihat begitu besar rasa sayang nya pada Calista dan cucunya.


[Halo Bi, gimana disana?] Rey khawatir dan selalu menanyakan kabar


[Masih sama A, tapi Bibi curiga pada seseorang A.] ucap Bibi


[Hah curiga bagaimana bi?]


[Ini ada pesan dari seseorang untuk si Teteh Calista A. Tapi sebaiknya nanti lihat saja langsung.] ucap Bibi panik sehingga kesusahan untuk menjelaskan


[Oh baik bi, tunggu aku sebentar lagi juga sampai.]


[Iya A, cepetan ya bibi takut .]


[Hm iya Bi.]


''Kurang ajar Jonathan, kamu sudah berani bermain-main dengan saya, dan membawa pergi cucu saya menjauhkan cucu ku dari ibunya. Lihat apa yang akan saya lakukan padamu.'' teriak Papi Calista geram ketika sudah sampai kemudian melihat kondisi Calista apalagi saat membaca pesan-pesan yang di kirim seseorang yang pasti bisa di tebak itu adalah Jonathan.

__ADS_1


Rey dia juga geram dan mengepalkan tangannya kuat dengan rahang mengeras, Rey rasanya ingin menghajar habis-habisan pria keparat itu sudah berani membawa Arjuna yang masih kecil.


__ADS_2