
Maaf bestiiiiiiy othor baru bisa update sekarang, dari kemarin Sebenarnya badan othor sudah gak enak, yah akhirnya hari ini aku tepar, ini aku usahakan untuk update.
Semoga terkesan di hati kalian, happy reading 💖💖
🥀🥀
Nayna, Bima dan Reyhan duduk bertiga di salah satu kursi yang tersedia di rumah bibi ini .
''Neng cantik, si kembar mana ? Kok tidak kelihatan ?'' tanya Rey
''Em itu anu mas bos, Cilla dan Cillo gak bisa ikut kesini. Ya kami datang hanya berdua saja.'' jawab Nayna
''Ohh gitu, tadinya ku kira akan di ajak juga. Saya ingin bertemu dengan mereka neng cantik.'' kata Rey
''Tunggu dulu, tapi disini saya terpaksa harus mengatakan ini. Saya merasa aneh dengan anda, kenapa memanggil istri saya ini selalu neng cantik, neng cantik. Dia ini punya nama loh ya! Dan namanya adalah Nayna!'' ucap Bima dengan menekan saat menyebut nama Nayna.
''Memang kenapa kamu melarang, toh Nayna saja merasa baik-baik tak masalah saya menyebutnya begitu. Dan ya ini suka-suka saya.''
''Oh tidak bisa begitu sekarang, apa kau tuli ? Saya sudah katakan dia ini istri saya ! Saya gak suka Anda menyebutnya seperti itu.'' tegas Bima
Reyhan langsung diam dalam sekejap, dia tentu shock. ''Apa istri ? Bagaimana bisa ?'' kata Rey
''Benar Mas, ini suami saya sekarang.'' tambah Nayna
''Kenapa begitu neng cantik, kau menikah tanpa mengundang ku, oh bahkan mengundang bibi mu. Ini sungguh keterlaluan neng cantik, kau seperti bukan dulu Nayna yang ku kenal.'' ujar Rey menyudutkan
''Tidak mas Rey bukan seperti itu kok, sebenarnya ada satu hal sehingga membuat kami harus menikah.'' Nayna ingin meluruskan pikirannya Rey.
''Sudah ngapain sih, kamu gak perlu jelaskan padanya.'' kata Bima
''Tidak Bim, aku gak mau di sebut yang aneh-aneh karena Menikah dadakan.'' balas Nayna
''Hmm baiklah, saya percaya padamu kok neng cantik, mungkin tadi saya terlalu dan masih terkejut saja ketika mendengar kamu Menikah dengan orang lain, bukan maksud saya mau menuduh mu.'' ucap Reyhan mencoba memahami.
''Memang kenapa bila Nayna Menikah dengan ku, dia pantas mendapatkan ku, ohh apa kau bermimpi bisa menikahi nya hah?'' ucap Bima
''Bim.'' tegur Nayna dengan menggeleng agar Bima tak membuat keributan.
__ADS_1
''Anda benar, Sebenarnya Nayna saya menaruh hati padamu. Tapi sayang kau sudah duluan bersamanya.'' Reyhan mengaku juga
Nayna kini yang kaget Reyhan berkata jujur juga, Nayna pikir mungkin Rey mantan bos nya bekerja ini hanya iseng saja, tapi kini Nayna dapat melihat kesungguhan Reyhan.
''Maaf kan saya mas, saya sudah menikah dengan Bima. Dia pilihan saya, dan mungkin dia ini jodoh saya. Maaf bila membuat perasaan mu tak enak.'' ucap Nayna memberikan pengertian untuk Reyhan.
''Tak apa neng cantik, saya mengerti. Dan saya juga akan berusaha untuk bisa melupakan mu secara perlahan, yaudah selamat untuk kalian.'' Reyhan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Nayna ingin menyahut tapi Bima langsung menahan hingga hanya Bima lah yang bersalaman dengan Reyhan.
''Sorry Bro, kalian ini bukan muhrim.'' ucap Bima
''Ya kau benar.'' untung lah Reyhan ini bukan tipe Pria yang tersinggung Rey mencoba melapangkan dada nya menerima semua ini.
Tenang Reyhan, nanti OTHOR akan carikan perempuan lain untuk mu.
Beberapa saat kemudian, Bima ijin ke toilet tapi sebelum pergi Bima berpesan. ''Aku ke toilet sebentar ya, jangan macam-macam dengan nya ingat!'' begitu ucap Bima
''Iya aku ngerti kok Bim.''
''Yaaudah aku ke dalam dulu, muahhhh.'' bahkan Bima tak segan memamerkan kemesraan nya di hadapan Reyhan .
''Tidak apa. Kalian pantas karena sudah menikah.'' ucap Reyhan
''Tuh dia saja gak masalah.'' kemudian Bima pergi.
''Mas, terima kasih ya sudah menemani bibi saat aku gak ada.'' ucap Nayna tulus
''Iya sama-sama neng cantik, saya juga merasa ini sudah menjadi tugas saya tanggung jawab saya karena bibi adalah pegawai di kebun tempat saya.'' balas Reyhan
''Iya mas.''
''Kalian apa sudah lama menikah?''
''Baru dua bulan ini mas.''
''Ohh masih baru ternyata, neng cantik saya katakan saya sebenarnya berharap bisa mendapatkan jodoh Seperti dirimu ini . Yang lemah lembut dan juga begitu keibuan, bahkan rasanya saya ingin mencari janda juga neng cantik.'' celetuk Rey begitu lucu untuk Nayna, katanya ingin dapat Janda beranak juga seperti Bima.
__ADS_1
''Ah Mas Rey ini bisa saja, aku gak merasa lemah lembut mas, dan ya mungkin aku keibuan karena kan aku sudah punya anak mas hehe.'' sahut Nayna
''Iya pokoknya saya ingin mencari yang seperti mu, yang sudah memiliki anak jadi saya ingin seperti suami mu. Mendapatkan paket komplit begitu neng cantik.'' kukuh Reyhan ingin yang seperti Nayna
''Mas ini bisa saja, tapi kan yang masih gadis masih lajang tak memiliki anak itu masih banyak kok maaz kenapa harus mencari yang telah memiliki anak.'' balas Nayna mungkin Reyhan terlalu berlebihan dia ini masih banyak kekurangan nya .
''Ya itu memang benar, yang kamu katakan barusan ini benar. Hanya entahlah saya jadi iri pada suamimu, jadi sekarang saya juga ingin mendapatkan paket komplit begitu loh.'' ucap Reyhan
''Tapi sayang sekali, yang seperti Nayna ini tidak akan ada lagi di dunia ini. Hanya ada satu Nayna, yaitu Nayna ku! Gak akan ada Nayna yang kedua, atau seperti Nayna Isteri sabar ku, Nayna yang kedua ke-tiga gak akan ada! Kau boleh saja menginginkan atau mencari paket komplit seperti ku, tapi jangan terlalu berharap bisa mendapatkan yang asli seperti Nayna. Karena wanita seperti istriku ini hanya ada satu, tak akan ada duanya!'' Bima menyahut perkataan Reyhan setelah kembali dari toilet dan sama tentu juga Bima memuji Nayna, semakin membuat Reyhan kepanasan dan semakin iri .
''Ya kau benar, memang tidak akan ada duanya seperti Nayna ini. Tapi setidaknya saya ingin mencari sisi baiknya bila mendapatkan calon istri. Ya agak mirip mirip lah, misal punya anak dan baik.'' ujar Reyhan.
''Sudah ah, kenapa jadi membahas ku lagi. Begini saja mending sekarang aku buatkan makanan kalian pasti lapar kan, mas Rey, Anda belum makan kan?'' Nayna mengalihkan perdebatan ini
''Itu sa--''
''Dia pasti sudah makan sayang, aku ini yang lapar ayo buatkan makan makanan untuk ku Bun.'' potong Bima
''Siapa bilang saya sudah makan, belum juga kok neng cantik, saya minta juga ya.'' Reyhan memelas
Cepat Nayna menepuk pundak Bima, ''Ini hanya makanan bukan yang lain,'' ucap Nayna menahan Bima yang akan berdebat lagi.
''Baiklah kali ini saya berikan masakan istriku untuk mu, tapi jangan besar kepala dulu kamu. Ini semua anggap tanda terima kasih saya, karena sudah mau menolong bibi Nayna.'' ujar Bima
''Iya iya saya paham, oh ya neng cantik suami kamu ini posesif sekali tak hanya itu dia juga pelit, tapi ini bagus sih neng cantik, kamu harus bersyukur itu artinya dia memang tulus dan menyayangi mu dengan sungguh-sungguh.'' ucap Reyhan kini dengan mimik wajah serius nya.
''Iya mas.''
''Ya iya lah saya ini memang bersungguh-sungguh pada istri saya, Anda pikir saya hanya bermain-main.'' balas Bima.
''Sudah berhenti dulu berdebat! Aku akan segera memasak dan ku harap saat sedang masak, jangan lagi berdebat ok!'' Nayna melerai
''Iya ok.''
''Baiklah sayang, cepetan Bun, aku udah lapar.''
''Siap laksanakan.''
__ADS_1
Nayna tadi sudah melihat kondisi bibi, tapi bibi masih tidur karena efek dari obat yang bibi minum. Dan setelah makan nanti Nayna akan menemui bibi lagi lalu akan mengajak bicara bibi. Dan mungkin akan memberitahu perihal dirinya yang sudah menikah dengan Bima, adik iparnya.