Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Masih di perjalanan


__ADS_3

Selamat pagi gengs ...


🥀🥀


Reyhan masih percaya kalau Calista ini seorang janda, karena Reyhan belum pernah melihat ada Pria datang menjenguk anaknya Calista.


Pernah suatu hari Reyhan karena penasaran dia pun bertanya, ''Nona, maaf sebelumnya tapi saya penasaran apa ayah dari anak mu ini sudah menjenguk Arjuna?'' tanya Reyna Tempo hari


Calista diam sejenak tapi menjawab juga, ''B-belum.'' ucapnya gugup


''Kenapa? Oh maksudku, apa tidak ingin ketemu dan apa hubungan kalian ini tidak akur? Maaf aku tanyakan ini.''


''Gak apa kok, i-iya kami hubungan nya memang tidak akur, dan sebenarnya dia berada di tempat jauh jadi tidak bisa menjenguk Arjuna.''


''Oh begitu, tapi sudah kau beritahukan nya pada mantan mu itu kan?''


''Eh i-iya sudah, tolong jangan lagi bahas hal itu.'' pinta Calista


''Oh ya baiklah, Sorry.''


''Its Ok.''


Dari sejak itu Reyhan tak pernah lagi bertanya tentang kehidupan Calista, karena memang ini bukan urusannya.


Dan Reyhan masih percaya kalau Calista benar-benar janda, juga Bibi dan Mamang Sena tidak pernah mengatakan status Calista di depan orang lain.


Tentu karena ini untuk menutupi aib Calista yang tak punya suami juga bukan Janda.


**


Hari ini Bibi Sri mengajak Reyhan selaku bos nya di tempat Bibi bekerja dengan Nayna dulu.


''Bi, saya boleh tidak mengajak teman saya ke tempat acara pernikahan neng Nayna.'' ucap Reyhan walaupun dia bos nya tapi ini tidak ada urusannya dengan pekerjaan jadi Reyhan ingin meminta ijinnya dulu dari Bibi Sri.


''Oh ya boleh atuh Mas bos iya boleh gak apa-apa di bawa saja mas, eh tapi teman nya ini laki-laki atau perempuan Mas ?'' tanya Bibi belum tahu yang di ajak Reyhan itu teman laki-laki apa perempuan nya.


''Perempuan Bi.'' jawabnya sambil tersenyum misterius


''Perempuan Bos, hmm itu pasti teman spesial iya kan?'' bibi menggoda Reyhan


''Ah bibi bisa saja, gak ada kaya gitu bi.'' Reyhan malu-malu.


''Mas kenapa malu-malu, gak apa-apa atuh mas kalaupun iya mas bawa calon Bibi mah justru akan senang mas.''


''Doa kan saja bi, ah iya tapi dia itu janda bi dan akan bawa Anaknya bareng Aku ke kota, karena anaknya ini mendadak sakit ketika aku bilang akan pergi,''


''Oh Janda mas, apa ini karena mas gak dapat Nayna ponakan Bibi, eh mas jadi suka lagi dengan janda lain mas?'' celetuk bibi


''Ya ampun bi, gak begitu. Eh tapi apa kelihatan ya Bi? Aku belum melupakan Nayna ?'' ucap Reyhan


''Hahaaaa gak kok mas, biarkan saja mau janda mau gadis yang penting itu perempuan baik-baik bukan istri orang Mas, Bibi mah dukung selalu mas.'' bibi menyemangati Reyhan


''Tapi Bi, Papi gak suka aku dengan Janda. Papi gak restui.'' pernah dulu Reyhan meminta ijin ingin menikahi seorang Janda dan ayahnya yaitu si juragan Teh tidak mengijinkan dan langsung menunjukkan penolakan nya.


Reyhan pun jadi sedih, karena akan susah menikahi janda ini.


''Mas jangan putus asa, Bibi yakin kok nantinya akan di mudahkan kalau niat nya Mas bos ini tulus dan benar-benar. Mas tunjukkan kalau yang mas pilih ini yang terbaik, ayo semangat ya mas!''


''Iya bi, makasih ya bi.'' memang Reyhan sangat dekat dengan Bibi Sri ini.


**

__ADS_1


''Sudah siap?'' Reyhan menghampiri Calista yang masih memasukkan barang yang akan di bawa.


''Iya udah ini tinggal segini lagi kok.'' jawab Calista


''Hei Arjuna, sudah wangi ya si tampan ini. Duh lucu sekali kamu sih Juna.'' Reyhan mencubit kecil pipi Arjuna yang di respon dengan tersenyum oleh bayi mau Tiga Bulan ini.


''Mau kemana hm? Sudah wangi begini, oh ya Juna gak akan di bawa Kok, Juna di sini saja ya biar Mama mu yang Om ajak, Juna mah di rumah saja sama Tante mu si Sani ya, Om mau ajak Mama mu saja.'' Reyhan sengaja


Tiba-tiba Baby Arjuna merespon dengan bibir yang mau menangis, ''Oooowkkk ooekk.'' akhirnya Arjuna menangis juga


''Kamu apa apaan sih, malah bikin dia nangis ya, gak lihat apa ini aku lagi beres-beres. Apa gak bisa diam saja.'' seorang ibu itu pun mengomel karena Reyhan dengan sengaja membuat anaknya ini menangis


Dengan cepat Calista mengangkat Anaknya dan mencoba menenangkan. Tapi Arjuna masih menangis dan anak itu menatap TERUS pada Reyhan.


''Ya maaf akhirnya kira gak akan nangis kaya gitu.'' Reyhan coba mendekati tapi Calista menatap Reyhan dengan meminta pria itu berhenti, ''Apa sih aku gak akan ngomong apa-apa lagi, mau nenangin dia.'' kata Reyhan


''Ah gak perlu, aku gak percaya padamu.''


''Cetus amat sih Neng,''


''A, Teh, kalian jadi pergi.'' bibi Mut datang dan bertanya.


''Iya bi jadi .'' jawab Reyhan


''A, aku ingin ikut .'' tiba-tiba Sani datang dan menyahut lalu katanya ingin ikut


''Ya udah ayo mau ikut mah.'' kata Reyhan


''Beneran A?''


''Iya agar ada yang jagain si Juna.'' ucap Reyhan


''Hih ke kota aku teh ingin jalan-jalan A lain ngasih si Juna.'' Sani memanyunkan bibirnya.


''Bu, boleh ya.''


''Gak boleh San, ingat ujian mu.'' jawab Bibi Mut ibunya Sani


''Ah ibu.'' Sani langsung cemberut


''Lain kali saja atuh San, nanti kita jalan-jalan sesudah kamu selesai sekolah mu San ya.'' bujuk Bibi Mut


''Yaudah deh.'' Sani setengah kesal, dan Sani menatap Reyhan tanda meminta dukungan


''Bi, gak apa-apa atuh si Sani ikut saja kasihan itu.'' Reyhan ikut membujuk


''Iya Bibi teh ngerti A, tapi kan sekolah gak bisa di tinggal apalagi ini mau ujian ya gak bisa pergi jalan-jalan A.'' jawab Bibi dengan menjelaskan.


''Baiklah iya aku gak ikut.''


''Maaf kan Ibu nya Sani,''


''Bu jangan minta maaf Kitu ah, teu nanaon atuh Bu. Sani yang salah mah Bu.''


Reyhan dan Calista pun berpamitan akan pergi sekarang. ''Bi Aa sama si Nona pergi nya.'' Pamit Reyhan


''Bi, kami pergi.''


''Iya hati-hati nya .''


''Sayang jangan rewel nanti di jalan ya.'' bibi menciumi Arjuna yang di bawa pergi.

__ADS_1


''Dadahhh Juna.''


''Dahh onty.'' Calista melambaikan tangan nya Juna yang tertawa riang saat menaiki mobil tentu karena bersama Reyhan.


''Kita ke rumah bibi Sri dulu ya.''


''Siapa itu bibi Sri ?'' Calista belum tahu kalau sebenarnya mereka akan berangkat juga dengan bibi Sri


''Itu pekerja di kebun teh nya Papa.'' jawab Reyhan


''Oh ikut juga ya?'' Calista masih bingung


''Iya ikut dong, kan dia Bibi nya teman aku yang akan menikah ini.''


''Oh.''


Mobil sudah sampai di halaman rumah bibi Sri .


Tid


Tid


Bibi pun keluar dari rumah kemudian menghampiri mobil Reyhan.


''Bi udah siap ayo.'' ajak Reyhan


''Iya sudah, ayo mas.'' bibi pun masuk ke mobil Reyhan


Bibi melihat ada seorang wanita bule cantik di mobil anak majikannya ini, berserta satu anak kecil.


''Mas ini kah calon yang di bicarakan ?' ucap bibi


''Bi, ssssttt. Iya ini teman.''


''Hm teman nih.'' bibi menggoda lagi


''Oh ya Bi, acara pernikahan nya di adakan malam hari iya kan?''


''Iya mas malam ini.''


''Bibi mau langsung ke hotel itu apa mau ikut dulu ke apartemen saya ?'' ucap Reyhan kebetulan Reyhan ini memiliki apartemen di kota Nayna dan Bima berada


''Kayaknya bibi ingin ikut sama mas bos deh, bibi ingin bermain dengan adek bayi, boleh kan neng?''


''Eh i-iya tentu boleh kok Bu.''


''Panggil saja Bibi.''


''Em iya Bi.''


''Mas, nanti bagaimana perasaan nya mas saat melihat Nayna bersanding sama orang lain di pelaminan mas?'' tanya Bibi


''Ah gak gimana gimana atuh Bi, sudah ikhlas Koo saya, toh mungkin kami gak berjodoh Bi.''


''Sykur atuh mas kalau begitu mah.''


''S-siapa itu Nayna ?'' Calista berbisik di telinga Reyhan menanyakan siapa yang baru saja di omongin oleh Reyhan dan bibi.


''Nayna itu yang akan menikah hari ini teman aku yang akan kita datangi nanti.'' Jawab Reyhan


Deg

__ADS_1


A-apa maksudnya Nayna yang itu ...?


Nayna yang dulu dia benci karena dekat dengan Bima. Tiba-tiba ada yang aneh dengan hati Calista.


__ADS_2