Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Melepas rindu


__ADS_3

Tiba juga ketiga wanita itu di negara orang untuk menemui kedua orangtuanya yang sudah lama tidak mereka jumpai.


''Hah ... perjalanan ini cukup melelahkan juga.'' ucap Amora ketika mereka turun dari pesawat


''Ya lumayan melelahkan.'' sahut Amira


''Adik-adik ayo kita duduk di sana dulu sambil nunggu mobil jemputan kita.'' ajak Cilla kepada dua adiknya dan menunjuk arah kursi


Lalu mereka semua pun duduk di ruang tunggu yang tersedia. ''Kalian tunggu disini dulu sebentar ya, kalau mau ke toilet sebentar.'' pamit Cilla dan mengatakan pada adiknya untuk menunggu


''Oh iya kak.''


''Ada yang mau ke toilet juga gak?'' tanya Cilla sebelum pergi tapi kedua adiknya membalas dengan gelengan, dan Cilla pun pergi sendiri.


Saat sampai di toilet samar-samar Cilla seperti mendengar suara seorang pria tapi nampak tidak asing lagi.


''Ah itu tidak mungkin, dia kan bukan pegiat ke negara ini.'' gumamnya lalu masuk dengan cepat karena adiknya sedang menunggu dia.


Ketika Cilla kembali rupanya sopir sudah ada dan tak menunggu apa-apa lagi mereka pun semuanya pergi untuk menuju apartemen Bima dan Nayna.


Sementara di apartemen saat ini, Nayna tengah merapihkan pakaian sang suami juga penampilannya karena anak-anak mereka akan segera sampai.


''Bun, Ayah tidak kelihatan pucat kan Bun?'' tanya Bima menatap Nayna


''Tidak kok Yah,.'' balas Nayna


''Iya Ayah sudah sehat kan Bun, ayah juga gak mau anak-anak sampai tahu kondisi Ayah.'' ucap Bima

__ADS_1


''Amiin ayah pasti sembuh ini kan juga demi anak-anak Yah, yaudah sekarang Ayah makan dulu ya nanti baru minum obatnya.'' beritahu Nayna


Saat wanita itu akan beranjak tapi tangannya tiba-tiba di tahan Bima, ''Yah?''


''Bun, ayah mau ngucapin terima kasih banyak pada Bunda, yang setia dengan Ayah yang mau merawat Ayah ya Bun. Padahal bisa saja Bunda cari yang lain tapi Bunda setia, pokoknya Ayah bangga bisa dapatkan istri yang pengertian seperti Bunda.'' ucap Bima tulus ia begitu bersyukur bisa memiliki Nayna.


''Tapi kenapa Ayah bilang kaya gitu? Katanya ayah senang punya aku, lalu Ayah bilang kalau aku bisa saja cari yang lain, apa itu yang Ayah mau?'' ucap Nayna ikut tersulut jadinya gara-gara ucapan Bima ini


''Eee ... ya bukan gitu juga sih Bun, ya mungkin orang lain kalau diposisi seperti kita ini mungkin istrinya sudah selingkuh Bun.''. ralat Bima


''Itu kan orang lain, dan jangan anggap Bun kaya gitu ya.'' cetus Nayna kesal saja rasanya kalau di samakan.


''Iya deh maaf Bun, Ayah salah bicara tapi intinya Ayah benar-benar berterima kasih ya Bun.'' muahhh muahhh, Bima mengecup kedua tangan Nayna.


''Samasama Ayah, Bunda ikhlas kok.''


''Bunda .... Ayah ....''


''Bun, itu Amora dan Amira Bun.'' ucap Bima senang


''Iya Yah.'' Nayna tak kalah senang


Ceklek


''Bunda .... Ayah ...''


''Sayang,'' balas Bima juga Nayna

__ADS_1


kemudian si kembar langsung berlari dan memeluk ke-dua orangtuanya bergantian,


''Assalamualaikum Bun, Ayah.'' ucap Cilla baru datang


''Waalaikumsalam Kakak, kemari nak.'' jawab Nayna sambil merentangkan tangan agar Cilla memeluknya dan meluapkan rasa rindu mereka.


''Bun kakak rindu Bunda,'' ucap Cilla dalam pelukan Nayna


''Sama kak, Bunda juga rindu kalian dan apa kabar mu hm?''


''Baik Bun, oh ya kabar Bunda, Ayah bagaimana ?''


''Kami baik Kak, dan apakah kau tidak rindu Ayah mu ini?'' sahut Bima


''Ayah, sudah pasti kakak rindu juga sama Ayah bahkan sangat rindu.'' kini gantian Cilla memeluk Bima.


Tapi saat bersentuhan kulit nya dengan Bima, Cilla merasakan aneh Bima terasa dingin. Namun wanita muda itu tidak bertanya banyak hal karena yang dia prioritas kan adalah rasa rindunya.


''Abang tidak ikut?'' tanya Nayna sambil memberikan minum untuk ketiga anak gadis nya.


''Tidak Bun, padahal kemarin kami sudah ngajak Abang untuk ikut.'' jawab Amora


''Huuh Mora benar Bun, tapi Abang nya yang bilang dia tidak bisa ikut.'' timpal Amira


''Abang sedang ada proyek penting katanya makanya tidak ikut '' sahut Cilla menjelaskan kenapa Cillo tidak ikut juga dengan mereka .


''Yasudah tidak apa Abang gak kesini apalagi sedang sibuk di perusahaan, mungkin nanti dia menyusul.'' kata Nayna memahami anak lelakinya yang sedang super sibuk itu.

__ADS_1


Lalu mereka pun melanjutkan berbincang-bincang dengan mengobrol banyak hal dan meluapkan rasa rindu lama tidak bertemu nya mereka.


__ADS_2