Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Bertemu kembali.


__ADS_3

Reyhan menatap wanita yang berada di samping Sani. Saudara sepupunya ini. Dan entah kenapa Reyhan Seperti tidak asing dan pernah melihat wanita cantik bule itu.


Pun juga sama dengan Calista, wanita cantik yang lagi hamil tua ini, dia saat mendengar ada suara Pria yang baru datang dan merasa seperti pernah mendengar nya.


''A, dari mana?'' tanya Sani


''Ooh ini San, Aa baru pulang dari kandang bebek.'' jawabnya dan tatapan Reyhan teralihkan dari menatap wanita itu.


''Oh gitu A.''


''Iya, kamu kesini ada apa? Tumben nih main, biasanya sok sibuk kamu.'' ejek Reyhan pada Sani


''Hhee iya A, memang beneran sibuk kok A..Dan ya ini Sani teh ingin ngajak Aa ke perkebunan teh A. Ingin minta di temani jalan-jalan A, mau ya?'' Sani menjelaskan kedatangan kesini.


''Biasanya juga pergi ya pergi saja kan San, tumben ingin bareng Aa.'' ujar Reyhan


''A, kali-kali ini gak apa-apa atuh.'' balas Sani


''Ya udah deh, tunggu ya Aa mandi dulu ini bau bulu ayam.'' jawab Reyhan kemudian dia akan berlalu pergi ke kamar nya mungkin.


''Iya A, jangan lama.''


''Iya gak kok.''


Calista terus menatap dan mengingat-ingat siapa sebenarnya pria ini. Lalu detik kemudian Calista sangat kaget ketika dia ingat.


Ooh dia, dia ini kan Pria songong dan dekit di pasar waktu itu, ah iya dia pria yang sama. Tapi kenapa ada di sini ya, lagi apa nih orang dan kenapa bisa kenal sama si Sani segala. kini Calista sudah ingat kalau Pria itu sama dengan pria yang tempo hari bersamanya membawanya ke dokter.


''San, neng cantik ini di minum dulu silahkan.'' bibi Mut datang dari arah dapur dengan membawa nampan berisi air teh dan camilan.


''Makasih Bi, tong perlu repot-repot Bi.''


''Ah teu repot-repot atuh Sani, air minum ini saja kok.'' balas Bibi


''Saya minum Bu, terima kasih.''


''Iya neng, eh iya neng ini sudah menikah kan dan ini sekarang lagi hamil berapa bulan?'' tanya bibi Mut.


Pas sekali ketika bertanya, Calista ini sedang minum sehingga mengakibatkan Calista terdesak minumannya. Ia kaget dengan pertanyaan wanita baya ini. ''Uhukkk uhukk''


''Ya ampun Teh hati-hati atuh.''


''Iya neng, pelan-pelan minum nya .''

__ADS_1


''I-iya maaf.'' Calista gugup


Calista pun menengokan kepalanya pada arah ruangan yang tadi di lewati Pria itu. Sial nya Calista malah melihat lagi sosok pria yang belum benar-benar pergi.


Tatapan keduanya saling pandang untuk beberapa saat.


Wanita ini, dia itu kan yang kemarin Aku temui di pasar, yang dengan sengaja menendang botol hingga mengenai ku, oh iya dia, si wanita sombong. Huh sedang apa di sini, apa dia datang bareng si Sani? Eh tunggu, dia ini kan yang ngaku tinggal di rumah nya si Om Sena. Jadi benar dia datang bareng Sani , tapi siapanya si om ya, ah biar nanti ku tanyakan pada Sani. lalu Reyhan masuk kedalam dan meninggalkan Calista yang masih menatap nya tadi.


''Si Teteh Calista punya punya suami kok Bi, tapi ya gitu katanya bekerja di luar negeri, jadi sekarang lagi gak ada dan Tinggal di sini bareng Sani di rumah bi.'' Sani yang menjelaskan tentang Calista.


''Oh begitu, kenapa milih tinggal di perkebunan kayak gini neng?'' sedikit aneh saja tiba-tiba kedatangan seorang wanita yang lagi hamil dan sebelumnya tidak pernah.


''Oh i-itu Bu, karena aku bosan di kota ingin tahu daerah nya sini, juga ingin ketemu Paman Sena''


''Oh iya iya benar juga.''


**


Kini mereka tiga orang itu sudah sampai di perkebunan.


Dari saat pergi tadi hanya Sani lah yang banyak bicara, sementara Reyhan dan juga Calista selalu diam.


''A, kenalkan ini Teteh nya Sani. Anak nya Om Remon.'' ucap Sani memperkenalkan Calista pada Reyhan


''Oh.'' Jawaban singkat yang di berikan Reyhan


Judes amat nih cowok, so kegantengan Lo. .


batin Calista


''Aduhh Duhh.'' tiba-tiba Sani meringis dan memegang perutnya


''Eh kenapa kamu Sani?'' Reyhan panik


''San ada apa''


''A, Teh. Ini Sepertinya Aku kebelet,aduh aww ingin ke kamar mandi segera maaf ya.'' Sani langsung ngacir meninggalkan Reyhan dan Calista kini.


''Hmm.'' Reyhan berdehem kemudian menatap Calista, ''Kamu ini perempuan yang kemarin kan?'' ucap Reyhan masih menatap penuh selidik


''Eee ... Siapa ya, bukan kok dan Sepertinya kita gak pernah bertemu.'' Calista mengelak


''Gak perlu mengelak seperti itu, sudah jelas ini kamu sama dengan wanita yang kemarin tempo hari iya kan. Yang sudah marah-marah padahal kamu yang salah, udah di tolong ya malah sombong.'' sindir Reyhan

__ADS_1


''Apaan sih, itu bukan Aku dan kenapa di bahas lagi.'' ucap Calista


''Bukan apa-apa sih, hanya mengingatkan untuk wanita sombong ini, apa sekarang masih sombong.''


''Gak ada seperti itu, siapa yang sombong dan jangan sok kenal ya.''


''Baiklah, tapi aku ingin tanya satu hal dulu.'' ujar Reyhan


Duh Calista jadi deg-degan, Apa akan menanyakan Ayah dari Anaknya ini. batin Calista


''Ya karena aku ini sepupunya Sani, Kenapa tanya-tanya?''


''Gak ada, hanya ingin tahu saja.''


''Kamu sendiri siapanya Sani? Apa pacarnya?'' celetuk Calista menebak.


''Hah pacar, hahahaa kamu ini apa gak bisa nebak lebih baik lagi. Masa aku di sebut pacar bocah ingusan seperti si Sani yang masih sekolah, gak bukan. Dan aku ini sepupunya Sani juga, Anaknya ibu-ibu yang tadi ada di rumah itu ibu aku.'' jelas Reyhan


''Oh jadi kamu ini sepupu Sani juga.''


''Ya sama seperti mu.''


''Lalu dulu saat itu saat kamu antar aku pulang kok gak cerita apa-apa kamu, gak ada bilang kamu tahu dengan si pemilik rumah nya?'' ucap Calista


''Oh jadi kamu berharap aku bicara banyak lagi dengan kamu saat itu begitu?''


''Jangan kepedean kau dan ngeselin banget ya kamu sumpah, biasa saja dong ngomong nya., bisa kan .''


''Dih ini juga udah biasa kok, kamu saja yang terlalu baperr nona.''


''Nyesel sih aku udah minta jalan-jalan sama si Sani.'' gumam Calista tapi masih di dengar oleh Reyhan.


''Kemana lagi tuh si Sani, lama bener ke kamar mandi doang.'' omelnya celingukan mencari keberadaan Sani.


''Kamu gak Capek Nona?''


''Gak.''


''Mengomel Mulu dari tadi, ayo sebaiknya kita istirahat dulu di sana .' ajak Reyhan.


''Aduh perut ku, ahh Awww.''


''Eh Nona kenapa.''

__ADS_1


''Ahhh sakit, tolong.'' Calista tak sadar dia memegang pundak Reyhan dengan sedikit menekan akibat menahan sakit nya ini.


''Aww ahhh sakit, perut ku emmhhh sakit.'' Calista merasakan seperti ada yang keluar dari jalan rahim.


__ADS_2