Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Akan hadir ke acara pernikahan Nayna dan Bima


__ADS_3

Calista tiba-tiba dia merasakan sakit di bagian perutnya, terasa mulas dan kram juga Calista merasakan ada yang keluar seperti cairan dalam jalan lahir.


''Ah sakit, tolong aku ahh.'' Calista menjerit kesakitan


''Nona kamu kenapa hm?'' Reyhan panik


''Sakitt aw.'' Calista mencengkeram bahu Reyhan dengan agak kasar


''Duh Nona kamu menyakiti saya.''


''Ih banyak bicara sekali, ayo bantu Aku ke rumah sakit, kayaknya aku- aku ingin melahirkan sekarang.'' pinta Calista menyuruh Reyhan membawa nya ke rumah sakit


''A-apa nona, kau akan melahirkan.'' tambah panik lah Reyhan


Kemudian Sani sudah kembali lagi entah dari mana, ''Eh A, ieu kunaon si Teteh A?'' tanyanya dengan cemas


''Ini San, katanya dia mau melahirkan.''


''Apa A, yaudah atuh A. Cepat di bawa ke rumah sakit segera.''


''Iya ayo kita ke rumah sakit.'' Sani dan Reyhan pun membopong tubuh Calista.


''San kamu dari mana saja sih, kamu menghilang lama balik.'' omel Calista


''Iya maaf Teh, tadi aku benar-benar sakit perut.'' jawab Sani


''Aduh ahh, aku gak bisa jalan lagi ah sakit.'' Calista menjerit lagi dan dia tidak mampu berjalan.


''A ayo atuh di bantu ieu si Teteh.''


''Bantu gimana ?''


''Ih si Aa, iya di Gendong atuh A. Sok cepat A itu keburu berojol Anaknya.'' kata Sani menjelaskan maksud ucapannya


''Hah ah i-iya, jangan dulu brojol akan susah nanti. Maaf Nona.'' Reyhan pun mengendong Calista dan cepat-cepat membawanya kembali ke mobil.


Calista tertegun menatap sosok pria tempo hari dulu, rupanya Reyhan ini cukup baik dan memiliki jiwa kemanusiaan yang amat besar.


Diam-diam Calista tersenyum tipis entah kenapa, ada rasa hangat menjalari hatinya ini.


Ternyata dia ini pria yang sangat baik, padahal aku udah begitu cetus padanya. Tapi ternyata dia masih mau menolong dan membawa ku ke rumah sakit untuk ke dua kalinya. Hey orang baik terima kasih.' ucap tulus di hati Calista merasa tersentuh dengan perlakuan Reyhan.


**


''Ahh ... sakit ... Mami aaaa .... '' jerit Calista yang berjuang melahirkan anaknya ini.


''Ayo tarik nafas dan keluarkan.'' suruh bidan


''Aahhh huh huh.''


''Tidak ahh ini sakitt sekali.''


''Ayo TERUS nyonya sekali lagi ayo.''

__ADS_1


''Huhhh huhh.''


''Ayo Teh, ayo lagi itu sudah mau keluar Teh.'' ucap Bibi Mut yang menemani Calista bersalin.


Calista hanya ditemani sang bibi juga dengan bidan aja, tidak ada Mami nya maupun keluarga lain yang menemani.


''Bi sakit bi ...''


''Ayo Teh yang kuat.'' bibi memberikan doa doa dan menyemangati Calista anak dari kakak iparnya.


''Aaaa ...''


''Ooeee oooeeekkk.'' akhirnya terdengar suara bayi menangis dan sudah keluar dari rahim sang Ibu.


''Alhamdulillah sudah selamat. Bayi nya laki-laki.'' ucap bidan


''Alhamdulillah Teh, anaknya ini laki-laki.'' beritahu bibi


Tanpa di suruh air mata jatuh dari pelupuk mata Calista, Tuhan ternyata seperti ini rasanya melahirkan. batin Calista ada rasa senang dan sedih karena tak ada yang menemani nya di saat seperti ini.


Dua bulan kemudian ...


Kini Reyhan semakin hari semakin sering berkunjung ke rumah nya Om nya yaitu Sena. Alasan Reyhan ke sini tidak lain dan tak bukan untuk bertemu dengan si jagoan Arjuna, Anaknya Calista.


Bahkan nama itu si berikan langsung oleh Reyhan untuk anak Calista, ''Siapa ini nama anak mu Nona ?'' tanya Reyhan ketika satu Minggu setelah Calista melahirkan main ke rumah Bibi Mut untuk bertemu Arjuna.


''Em itu, aku belum mendapatkan nama yang cocok.'' jawabnya Calista memang ini benar adanya.


''Kok belum di kasih nama, padahal anak mu ini sudah satu Minggu kan.''


''Oh ya boleh tidak kalau aku yang berikan nama untuk nya.'' pinta Reyhan dengan meminta ijin terlebih dahulu.


Calista terkejut, benarkah pria itu ingin memberikan nama.


''Memang kau ada nama untuk anakku?'' tanya Calista


Reyhan tersenyum, ''Iya ada.''


''Apa, mau beri nama apa?'' Calista penasaran


''Arjuna Reynolds.'' beritahu nya


''Iya itu bagus, eh tapi apa harus ada Reynolds dan itu siapa?''


''Eee ... itu nama belakang ku.''


''Apa?'' kembali Calista terkejut kenapa Reyhan mau memberikan nama belakang nya untuk Arjuna Anaknya.


Hingga Calista menerima saja dan tidak mempersalahkan dengan nama pemberian dari Reyhan ini, sekarang Reyhan lagi datang ke rumah Tante nya.


''Hai Arjuna, lagi apa hm duh tambah gemuk saja kaku Juna.'' ucap Reyhan mengajak bicara anak umur dua bulan ini.


Ya Tuhan, kenapa setiap melihat Reyhan memberikan perhatian pada anakku ini, Aku Merasa senang dan juga aku ... aku , ah tidak tidak.

__ADS_1


Dua hari kemudian.


Calista merenung seorang diri, dia menatap langit-langit kamar ini. Calista sedih karena sampai detik ini, Mami nya tidak mau menjenguk nya yang baru melahirkan cucu Mami nya ini .


'Mi, sebenarnya mami kenapa.. Mami gak mau lihat aku ataupun cucu mu ini Mi, apa Mami tak mau menengok Arjuna, Mi dia begitu tampan dan menggemaskan. Hikss Mi, Mami masih marah padaku, tapi kenapa harus dengan anakku juga Mami , Papi. Kalian begitu tega .'' Calista menangis tanpa suara dengan memukul dadanya yang terasa sesak memikirkan hidup nya ini .


Di lain tempat, Sekarang ini Nayna tengah berada di butik tentu dengan Bima. Mereka akan mencoba baju untuk hari pernikahan nanti.


-


''Ayah, ini Bagaimana.'' tanya Nayna pun menghampiri Bima yang menunggu Nayna lagi memakai gaun nya


Bima mendongak lalu menatap Nayna ekspresi Bima langsung menatap lebar dengan bibir menganga. ''Nay, kau begitu cantik.'' puji Bima dan berdiri lalu mendekati Nayna


''Kau sangat cantik sayang, pakai gaun ini.'' Bima berbisik di telinga Nayna


''Bim.'' Nayna malu-malu


''Tuan apa ini sudah pas dengan Nona ?'' tanya yang punya butik ini langganan nya Mama Ayyu


''Iya sudah Yang ini saja, saya suka Bu.'' jawab Bima sebenarnya Nayna ini mau memakai pakaian apapun juga tetap akan terlihat cantik, apalagi memakai gaun pengantin ini, Bima ingin segera melihat di hari pernikahan, dan melakukan hal indah lagi setelah meresmikan pernikahan ini.


*


Sesudah dari butik mereka melanjutkan dengan makan siang dulu, lalu setelah itu keduanya memutuskan untuk pulang.


Semua sudah siap tinggal menunggu hari H, pada satu Minggu lagi acaranya berlangsung.


''Bun, kamu udah kasih tau Bibi mu belum?'' Bima yang lagi berbaring mengajak bicara istrinya


''Belum Yah, biar nanti malam aku telpon Bibi.''


''Oh yaudah nanti kasih tahu aku lagi ya Bun, biar nanti ku kirim sopir untuk bibi datang ke sini.'' ucap Bima


''Iya Yah, siap nanti aku beritahu kamu.''


Hingga malam nya bibi sudah Nayna telpon, tapi bibi tidak mau pergi dengan di jemput sopirnya Bima, karena rupanya Bibi mengatakan beliau ingin datang dengan mengajak Reyhan selaku bos nya dan mantan bos Nayna dulu.


Bima kini tak mempermasalahkan lagi hal tersebut, dia dan Reyhan sudah tidak bermusuhan lagi karena Bima percaya Reyhan tak mungkin mengganggu hubungan nya lagi dengan Nayna.


Maka Reyhan akan datang bersama Bibi ke kota nya Bima dan Nayna. Tapi ada yang merengek dan Tiba-tiba demam seolah enggan di tinggalkan oleh Reyhan.


''Mungkin Arjuna ingin ikut ke kota bersama ku.'' ucap Reyhan pada Calista yang lagi menenangkan sang anak


''Tapi Rey, kamu ini kan mau menghadiri acara pernikahan teman mu ini.''


''Gak apa-apa karena aku akan tidak tenang kalau aku jauh dengan Arjuna bila dia masih rewel begini.''


Pada akhirnya wanita itu beserta anaknya akan pergi juga bersama Reyhan dan bibi Sri.


Oh ya, di sini Calista lupa lagi dan tidak tahu kalau yang di maksud oleh Reyhan yang akan menikah itu adalah Nayna dan Bima mantan tunangan yang ia sakiti dan khianati, di sini real Calista tidak tahu apa-apa. Bahkan Calista lupa kalau sebenarnya Reyhan ini lah yang dulu ada di dalam foto bersama Nayna. Memang dulu Calista tak memperhatikan Pria yang ada di Poto itu, hingga Calista lupa dengan sosok Reyhan yang pernah ia adu domba dalam hubungan nya dengan Bima juga Nayna dulu . .


__ADS_1


Nayna wanita yang anggun dan sangat cantik, meneduhkan ketika di pandang orang. Apalagi Bima ia amat sangat bangga, bisa mendapatkan Nayna!


__ADS_2