Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Surprise untuk Nayna


__ADS_3

Jangan salah ya, Bima memanyunkan bibirnya bukan karena ingin mencium janda dua anak ini. Bukan ! karena sebenarnya, Bima merasakan sakit akibat ada yang mengigit di area kaki nya .


''Awww, pedih.''


''Ada apa, kenapa ?'' Nayna panik


''Di kaki aku ada apa mbak, kok rasanya geli dan gigit sih.'' ucap Bima merinding


''Ada apa, eh tunggu ini ada ulat Bim.'' beritahu Nayna


''Ada ulat, duh Mbak tolong singkirkan.'' pinta Bima kini bergidik geli


''Wuusssh'' ulat itu sudah Nayna singkirkan dengan ranting yang ada di dekat Bima.


Nayna menghilangkan ulat bulu itu, seperti nantinya kedepannya, Nayna akan menyingkirkan apapun yang menjadi penghalang kebahagiaan keluarganya, mungkin termasuk Bima juga.


***


Kini sudah malam hari.


''Selamat malam.'' ucap Nayna ketika sudah membantu Bima menaiki ranjang untuk tidur.


''Tunggu.'' ucap Bima lagi menahan kepergian Nayna


''Kamu kok senang banget ya Bim, nahan tangan ku kaya gini.'' sindir Nayna


''Ya Sorry mbak, kalau itu membuat mu tak nyaman.''


''Yssudah katakan ada apa ?'' ucap Nayna sudah akan pergi.


''Mbak aku minta tolong, boleh kan kamu tidur saja di sini Mbak.'' pinta Bima


''Hah apa maksudmu Bim ? Ke-kenapa tiba-tiba bicara begitu ?'' Nayna terkejut dan dia mulai waspada


''Eh eh, Mbak. Bukan seperti itu , aku gak ada niat kaya gitu, em begini Mbak aku ... sebenarnya kalau malam hari aku suka kesusahan ke kamar mandi Mbak, tolong lah , mau ya Mbak.'' Bima memelas


Huuuffftt


''Ya, baiklah tapi jangan macem-macem kamu Bim.'' Nayna menunjuk ekspresi waspada


''Hehee, gak akan macem-macem hanya satu macam saja kok.'' goda Bima dengan tertawa misterius


''Heh, apa itu maksudnya ? Awas ah lepaskan !'' Nayna jadi takut


''Sssttt, diamlah. Gak perlu takut Mbak, sini duduk.'' Bima menarik Nayna hingga duduk di dekat nya.


''Ah gak mau.'' Nayna akan pergi


''Diam dulu, aaku gak akan macem-macem Mbak, maksud aku tuh. Aku hanya akan satu macem doang, ya itu saat aku meminta bantuan mu ke kamar mandi gitu loh Mbak, lagian aku ini cacat. Aku gak bisa ngapa-ngapain kamu Mbak.'' ucap Bima menjelaskan dan ketika mengatakan kalimat yang terkahir, Bima jadi sendu lagi.


''Bim, maaf. Bukan itu maksudku.'' Nayna merasa bersalah

__ADS_1


''Ah tidak apa Mbak, gak perlu minta maaf.'' Bima coba tersenyum.


*


Tengah malam...


Bima kebangun, bukan karena ingin ke kamar mandi. Tapi dia bermimpi buruk kali ini. Bima, pria tampan itu suka panik dadakan dan juga merasakan cemas berlebihan.


Bima suka merasakan trauma yang hebat, dia akan terbangun ketika bayangan pernikahan nya yang batal itu datang kembali.


Di mana saat Calista, tiba-tiba datang di saat beberapa jam lagi akan di langsungkan pernikahan, lalu dia datang dan membatalkan semuanya. Juga menghina, menghancurkan hidupnya.


Bima mencoba tenang dengan minum air banyak, dan itu yang selalu Bima lakukan bila rasa takut kehilangan kembali datang.


Lalu Bima dia menatap Nayna yang tidur dengan meringkuk di sofa dengan ukuran cukup besar tapi tetap Sepertinya tidak enak.


''Mbak Nay, maafkan aku ya. Aku yang pernah menyakitimu, dengan membela wanita sialan itu. Dan membiarkan kamu, Cilla Cillo pergi.


Mbak, aku berterima kasih padamu, kau sudah baik padaku, sama Mama. Kau begitu wanita yang baik kau tulus Mbak. Padahal kami sudah jahat membiarkan kau pergi satu tahun kemarin. Kau bekerja berat untuk si kembar. Aku begitu bangga padamu Mbak Nay. Aku ... Aku mulai nyaman dengan mu mbaku.'' ucap Bima.


Tiba-tiba Bima tersenyum sendiri, dia bodoh memang bo-doh.


Jelas dari dulu Nayna lah yang selalu ada. Bukan si wanita sialan itu, bukan.


''Nayna, aku berjanji mulai detik ini, aku Bima Satria Sanjaya. Aku akan membahagiakan kamu dan anak-anak.'' begitu janji Bima dan kali ini Bima akan menepati janjinya.


Bima ada ide, kalau hanya permintaan atau ucapan saja rasanya itu tidak lah terlihat serius dan terkesan tidak sungguh-sungguh.


Maka Bima pun mengambil ponselnya.


''Kemana dia , ayo angkat.'' Bima tak sabaran


[Halo ini siapa? Kenapa ganggu.] ucap seorang wanita


[Oh begitu kamu, jadi saya ganggu iya, Lina.] bentak Bima sengaja


[E-eh pak bos, ma-af pak Bos.] Lina tersadar yang menelpon nya adalah direktur utama alias Bima.


[Ayo bangun Lina, saya punya pekerjaan untuk mu!]


[Iya mmaaf bos, ada apa bos?] tanya Lina


[Kamu, besok cari dan belikan bunga berwarna pink muda, yang ukurannya cukup besar ya, juga coklat Lina.] Bima menatap Nayna yang tak terganggu dengan suaranya.


[Baik bos , ada lagi?]


Bima ingat sesuatu...


[Ah iya Lin, kamu juga belikan kalung ya, yang harganya mahal Lin, awas kalau murah, saya pecat kamu!] ancam Bima


[Baik bos, saya mengerti. Bunga, coklat, dan kalung berlian yang mahal.] ulang Lina dia ini memang asisten atau sekertaris yang cerdas dan sigap.

__ADS_1


[Ya bagus Lin, nanti kamu foto kan dulu kalung nya pada saya Lin!]


[Baik Bos.]


Tutttt, panggilan terputus.


''Ku harap kamu suka.'' gumam nya


Bima pun menyuruh Lina untuk mem paketkan saja semuanya yang dia Minta, tentu setelah di fotokan pada Bima, antara cocok nya dan tidak nya.


***


Nayna sedang masak, sebab si tuan raja meminta di buatkan tumis kangkung dengan udang kerang saus tiram.


Dan itu sengaja Bima suruh agar Nayna sibuk hari ini.


''Mbak, aku ingin minum.'' pintanya sengaja


''Nih.'' Nayna menyodorkan dengan nada paksa


''Kaya gak ikhlas banget sih Mbak.'' balas Bima pura-pura tidak tahu Nayna kesal


''Udah gak ada lagi kan?Aku mau lanjut masak nih.'' ujar Nayna cetus


''Iya sudah.''


''Mbak, aku mau ke tempat si kembar.'' teriak Bima lagi


''Aduh aku capek nih, memang kamu gak bisa pergi sendiri?'' Nayna kesal dan capek seharian ini di perlakukan seenaknya oleh Bima.


''Kok marah sih, aku gak bisa tangan ku masih sakit.'' Bima memelas


''Ya udah, tapi awas saja bila nanti kamu panggil aku lagi, gak Sudi aku temui kamu.'' gerutu Nayna kali ini dia gak akan nurut.


''Eh si kembar ada di mana?'' tanya Nayna


''Mungkin di teras.'' jawab Bima asal


Saat Nayna dan Bima akan sampai di teras rumah depan. , tiba-tiba bibi Tia, datang dengan membawa paper bag dan satu bunga yang terlihat begitu cantik.


''Nona, ini ada paket.'' ucap bibi sambil memberikan semuanya pada Nayna


''Paket bi dari siapa?''


''Tidak tahu Non, tapi katanya untuk Nona Nayna.''


''Eh untukku.'' Nayna kaget, sebelum nya kan dia gak pernah ada yang memberikan kejutan kaya gini.


''Ini dari Siapa?'' gumam Nayna masih menebak


"Untuk wanita hebat ku, yang telah sabar dan tulus merawat ku dengan Mama. Kau patut mendapat ini semuanya, ini adalah tanda Ucapan terima kasih ku padamu. Wanita hebat, wanita mandiri, dan ibu dari anak-anak yang hebat. Ku harap kau terima kado terima kasih ku, ini. Tolong di terima ya. Terima kasih sudah sabar menghadapi sikap ku, menemani ku.. Bunda Cilla Cillo." begitu isi dari note kertas.

__ADS_1


''Ya Tuhan ... '' Nayna terkejut saat melihat ada kotak dan isinya sebuah kalung cantik.



__ADS_2